Sekolapedia – 26 September 2026 | Langkah awal era baru sepak bola prancis di bawah komando Zinedine Zidane dimulai dengan catatan positif meski penuh dengan dinamika yang mengkhawatirkan. Dalam laga perdana UEFA Nations League 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Kocaeli, Turki, pada Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB, tim nasional Prancis berhasil menundukkan tuan rumah Turki dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Zidane untuk membangun kepercayaan diri skuad Les Blues di tengah masa transisi taktik.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Zidane menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman seperti Rayan Cherki, Michael Olise, Kylian Mbappe, dan Ousmane Dembele untuk menekan lini pertahanan Turki. Meskipun kondisi lapangan di Kocaeli dilaporkan sangat buruk dan tidak ideal bagi permainan teknis, Prancis mampu menunjukkan karakter yang kuat. Gol tunggal kemenangan tercipta pada menit ke-53 melalui aksi klinis Kylian Mbappe yang memanfaatkan umpan matang dari Michael Olise. Tendangan Mbappe ke arah tiang dekat gagal dihalau oleh kiper Turki, Altair Bayindir.
Namun, kemenangan ini dibayangi oleh kekhawatiran besar setelah Mbappe mengalami cedera saat merayakan golnya dan harus ditarik keluar lapangan. Selain itu, lini pertahanan Prancis juga harus menghadapi kabar buruk terkait cedera lutut yang dialami Ibrahima Konate saat sesi latihan di Clairefontaine. Menanggapi situasi tersebut, Zidane mengambil langkah cepat dengan memanggil bek muda Leny Yoro dari Manchester United sebagai pengganti Konate. Pemanggilan Yoro ini menjadi sorotan karena merupakan debut pertamanya di level tim nasional senior.
Di sisi lain, tim nasional Turki yang dipimpin oleh Vincenzo Montella tetap menunjukkan performa yang membanggakan meski harus menelan kekalahan. Montella menilai anak asuhnya tampil terorganisasi dan mampu memberikan perlawanan sengit, terutama di babak kedua. Turki bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah Cakir menerima kartu merah pada menit ke-85 akibat pelanggaran terhadap Bradley Barcola. Kapten Turki, Merih Demiral, juga menegaskan bahwa skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi permainan timnya di lapangan.
| Statistik Pertandingan | Prancis | Turki |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 0 |
| Pemain Pencetak Gol | Kylian Mbappe (53′) | – |
| Kartu Merah | 0 | 1 (Cakir, 85′) |
| Status Grup A | Posisi 2 (3 Poin) | – |
Sementara itu, di luar arena hijau, hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia semakin diperkuat melalui sektor industri pertahanan. Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, melakukan kunjungan strategis ke PT PAL di Surabaya pada Kamis (24/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembangunan dua kapal selam Scorpene Republik Indonesia (SRI) yang dikerjakan melalui kerja sama dengan Naval Group.
Proyek strategis ini telah memasuki tahap konstruksi fisik di Indonesia setelah melalui proses pemotongan baja pertama (first steel cutting) pada Juli 2026. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri. Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, menyatakan bahwa proyek ini menjadi fondasi bagi Indonesia untuk mengelola kemampuan strategis secara mandiri di masa depan.
Secara keseluruhan, periode September 2026 ini menunjukkan peran ganda Prancis di kancah internasional, baik melalui dominasi olahraga di bawah kepemimpinan pelatih legendaris seperti Zidane, maupun melalui penguatan kemitraan pertahanan strategis dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Keberhasilan di lapangan hijau dan kesuksesan diplomasi teknologi menjadi dua pilar penting yang memperkuat posisi pengaruh Prancis di mata dunia.



Post Comment