Susunan Pemain Crystal Palace vs Man City, Ini Starting XI Kedua Tim

Susunan pemain Crystal Palace vs Man City menjadi salah satu hal yang paling banyak diperhatikan menjelang pertandingan pekan kedua Premier League 2026/2027. Duel yang berlangsung di Selhurst Park ini mempertemukan Crystal Palace sebagai tuan rumah dengan Manchester City yang datang membawa ambisi mempertahankan tren positif.

Kedua tim memiliki target berbeda. Crystal Palace ingin bangkit setelah mengalami kekalahan pada pertandingan pembuka, sedangkan Manchester City berusaha melanjutkan momentum kemenangan. Karena itu, pilihan pemain dari Pierre Sage dan Enzo Maresca menjadi bagian penting dalam menentukan jalannya pertandingan.

Dalam laga yang berlangsung pada 28 Agustus 2026 tersebut, Crystal Palace menggunakan formasi 3-4-2-1, sedangkan Manchester City tampil dengan pola 4-2-3-1. Starting XI kedua tim kemudian memperlihatkan pendekatan taktik yang cukup berbeda.

Susunan Pemain Crystal Palace vs Man City

Crystal Palace menurunkan Dean Henderson sebagai penjaga gawang sekaligus kapten tim. Di depannya, Pierre Sage memilih tiga pemain bertahan, yaitu Jaydee Canvot, Chris Richards, dan Takehiro Tomiyasu.

Baca juga:
Roony Bardghji Beri Warna Baru Serangan Barcelona

Lini tengah diisi Anas Khalaili, Adam Wharton, Daichi Kamada, serta Tyrick Mitchell. Sementara itu, Yéremy Pino dan Eddie Nketiah ditempatkan di belakang Jean-Philippe Larsen sebagai ujung tombak.

Berikut starting XI Crystal Palace:

Crystal Palace (3-4-2-1):

  • Dean Henderson
  • Jaydee Canvot
  • Chris Richards
  • Takehiro Tomiyasu
  • Anas Khalaili
  • Adam Wharton
  • Daichi Kamada
  • Tyrick Mitchell
  • Yéremy Pino
  • Eddie Nketiah
  • Jean-Philippe Larsen

Susunan tersebut menunjukkan bahwa Palace berusaha menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Tiga bek memberikan perlindungan tambahan di belakang, sedangkan dua pemain di belakang striker dapat membantu transisi menyerang.

Dean Henderson Jadi Andalan di Bawah Mistar

Dean Henderson dipercaya menjadi kiper utama Crystal Palace.

Selain bertugas mengamankan gawang, Henderson juga dipercaya sebagai kapten. Pengalaman dan kemampuannya membaca situasi menjadi sangat penting ketika menghadapi lini depan Manchester City.

Henderson harus menghadapi pemain seperti Erling Haaland, Rayan Cherki, Phil Foden, dan Antoine Semenyo.

Tantangan tersebut cukup berat karena Manchester City memiliki banyak pemain yang mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Dalam pertandingan, Henderson beberapa kali harus bekerja keras menghadapi tekanan City.

Tiga Bek Jadi Fondasi Pertahanan Palace

Pierre Sage memilih formasi tiga bek melalui Canvot, Richards, dan Tomiyasu.

Strategi tersebut dapat membantu Palace menjaga area tengah pertahanan.

Chris Richards berperan penting dalam duel dengan pemain depan City, sementara Canvot dan Tomiyasu dapat memberikan perlindungan dari sisi pertahanan.

Namun, menghadapi Manchester City membutuhkan konsentrasi tinggi.

Pergerakan Haaland membuat bek tengah harus selalu memperhatikan posisi striker. Di saat yang sama, pemain seperti Cherki dan Foden dapat bergerak di ruang antara lini tengah dan pertahanan.

Adam Wharton Jadi Kunci Lini Tengah

Adam Wharton menjadi salah satu pemain penting dalam susunan pemain Crystal Palace.

Gelandang tersebut memiliki tugas membantu mengatur permainan sekaligus menjaga keseimbangan ketika Palace kehilangan bola.

Menghadapi City, peran Wharton sangat penting karena Manchester City dikenal mampu mendominasi penguasaan bola.

Wharton harus membantu Palace memutus aliran umpan dan kemudian mengawali serangan ketika tim berhasil merebut bola.

Daichi Kamada Menambah Kreativitas

Daichi Kamada ditempatkan di lini tengah bersama Wharton.

Pengalaman dan kemampuan teknis Kamada dapat membantu Palace keluar dari tekanan.

Ketika mendapatkan bola, ia harus mampu menemukan ruang dan memberikan umpan ke lini depan.

Kamada juga diharapkan dapat membantu Palace menghubungkan lini tengah dengan Pino dan Nketiah.

Yéremy Pino dan Eddie Nketiah

Yéremy Pino dan Eddie Nketiah menjadi dua pemain yang ditempatkan di belakang striker.

Keduanya mempunyai peran penting dalam membangun serangan.

Pino memiliki kemampuan bergerak di antara lini, sedangkan Nketiah dapat menjadi pemain yang memberikan tekanan di area pertahanan lawan.

Keduanya juga harus membantu Jean-Philippe Larsen agar tidak terisolasi di lini depan.

Dalam pertandingan, Pino bahkan menjadi pencetak gol Palace melalui tendangan bebas yang kemudian tercatat sebagai gol bunuh diri Gianluigi Donnarumma.

Jean-Philippe Larsen Jadi Ujung Tombak

Pierre Sage memilih Jean-Philippe Larsen sebagai penyerang utama.

Larsen mendapatkan tugas untuk menjadi target serangan sekaligus memberikan tekanan kepada lini belakang Manchester City.

Striker seperti Larsen harus mampu menahan bola ketika Palace melakukan serangan balik.

Kemampuan tersebut penting karena Palace kemungkinan tidak akan terlalu lama menguasai bola ketika menghadapi City.

Baca juga:
IG Terbaru 2026: Fitur, Tips, dan Trik Memaksimalkan Akun Instagram

Starting XI Manchester City

Di kubu Manchester City, Enzo Maresca menggunakan formasi 4-2-3-1.

Gianluigi Donnarumma dipercaya menjaga gawang. Empat bek di depannya adalah Abdukodir Khusanov, Rúben Dias, Marc Guéhi, dan Josko Gvardiol.

Elliot Anderson serta Nico O’Reilly ditempatkan sebagai dua pemain di depan lini pertahanan.

Sementara itu, lini serang diisi Phil Foden, Rayan Cherki, dan Antoine Semenyo.

Erling Haaland menjadi striker tunggal.

Berikut starting XI Manchester City:

Manchester City (4-2-3-1):

  • Gianluigi Donnarumma
  • Abdukodir Khusanov
  • Rúben Dias
  • Marc Guéhi
  • Josko Gvardiol
  • Elliot Anderson
  • Nico O’Reilly
  • Phil Foden
  • Rayan Cherki
  • Antoine Semenyo
  • Erling Haaland

Susunan tersebut menunjukkan bahwa Maresca mengandalkan kombinasi pengalaman dan pemain muda. Haaland menjadi target utama di lini depan, sedangkan Foden, Cherki, dan Semenyo memberikan variasi serangan dari belakangnya.

Gianluigi Donnarumma Dipasang sebagai Kiper

Gianluigi Donnarumma menjadi penjaga gawang Manchester City.

Kehadiran Donnarumma memberikan pengalaman tambahan di posisi kiper.

Ia menghadapi serangan Palace yang beberapa kali mencoba memanfaatkan bola mati.

Menariknya, Donnarumma akhirnya mencatat momen kurang beruntung ketika tendangan bebas Yéremy Pino membentur mistar sebelum bola mengenai dirinya dan masuk ke gawang.

Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri.

Rúben Dias Memimpin Pertahanan

Rúben Dias kembali menjadi salah satu pemimpin di lini belakang Manchester City.

Pengalamannya sangat dibutuhkan untuk menjaga pertahanan ketika Palace mencoba melakukan serangan balik.

Dias juga bertugas mengorganisasi lini belakang dan menjaga komunikasi dengan pemain di sekitarnya.

Bersama Marc Guéhi, ia menjadi pusat pertahanan City.

Marc Guéhi Hadapi Mantan Klub

Salah satu perhatian menarik dari susunan pemain Crystal Palace vs Man City adalah kehadiran Marc Guéhi di kubu Manchester City.

Guéhi tampil sebagai starter menghadapi mantan klubnya.

Situasi tersebut tentu memberikan cerita tersendiri karena ia mengetahui karakter permainan Palace.

Guéhi juga memiliki tanggung jawab besar untuk menghadapi Larsen dan pemain Palace lainnya.

Rayan Cherki Jadi Sorotan

Rayan Cherki menjadi salah satu pemain paling menarik dalam starting XI Manchester City.

Pemain asal Prancis tersebut ditempatkan di belakang Haaland.

Posisi tersebut memberikan Cherki ruang untuk bergerak dan menunjukkan kemampuan dribelnya.

Cherki kemudian membuktikan kualitasnya dalam pertandingan dengan mencetak dua gol pada babak kedua.

Gol-gol tersebut menjadi salah satu faktor utama kemenangan Manchester City.

Phil Foden Tetap Jadi Andalan

Phil Foden juga dipercaya menjadi starter.

Ia ditempatkan di sisi lini serang bersama Cherki dan Semenyo.

Foden mempunyai kemampuan bergerak ke tengah untuk menciptakan peluang.

Pergerakannya membuat Palace tidak bisa hanya fokus kepada Haaland.

Foden juga memberikan assist untuk gol kedua Haaland pada pertandingan tersebut.

Baca juga:
Generasi Emas Baru: 5 Pemain Kunci Timnas Mesir yang Wajib Diwaspadai

Erling Haaland Jadi Ujung Tombak City

Tidak mengherankan jika Erling Haaland menjadi starter.

Striker Norwegia tersebut merupakan salah satu pemain yang paling ditakuti oleh pertahanan Palace.

Haaland memiliki kemampuan mencetak gol melalui sundulan maupun penyelesaian kaki.

Dalam pertandingan ini, ia mencetak dua gol.

Gol pertama tercipta pada menit ke-17, sedangkan gol kedua datang pada menit ke-84.

Penampilan tersebut membuat Haaland langsung membuka rekening golnya di Premier League musim 2026/2027.

Adu Taktik dari Starting XI

Perbedaan formasi kedua tim menunjukkan pendekatan taktik yang berbeda.

Crystal Palace menggunakan 3-4-2-1 untuk memperkuat area tengah dan memberikan dukungan kepada lini depan.

Manchester City memakai 4-2-3-1 yang memungkinkan mereka menjaga keseimbangan sekaligus memberikan banyak pemain di area serang.

City kemudian berhasil memanfaatkan keunggulan tersebut.

Mereka mendominasi pertandingan terutama setelah jeda.

Pergantian Pemain Berpengaruh

Kedalaman skuad juga terlihat melalui pergantian pemain.

Crystal Palace memasukkan sejumlah pemain seperti Axel Disasi, David Muñoz, Jørdan Lerma, David McNeil, dan Evann Guessand.

Manchester City juga memasukkan beberapa pemain dari bangku cadangan, termasuk Ayyoub Bouaddi.

Bouaddi akhirnya melakukan debut untuk City setelah bergabung dengan klub tersebut dengan nilai transfer besar.

Pergantian pemain menjadi bagian dari strategi kedua pelatih untuk menjaga energi tim.

Hasil Akhir Crystal Palace vs Man City

Starting XI yang dipilih kedua pelatih akhirnya menghasilkan pertandingan yang cukup menarik.

Manchester City berhasil mengalahkan Crystal Palace dengan skor 4-1.

Haaland mencetak dua gol, sementara Cherki juga mencetak dua gol.

Crystal Palace hanya mampu membalas melalui gol bunuh diri Donnarumma.

Hasil tersebut membuat Manchester City meraih kemenangan kedua secara beruntun pada awal Premier League 2026/2027.

Kesimpulan

Susunan pemain Crystal Palace vs Man City memperlihatkan dua pendekatan taktik yang berbeda. Crystal Palace menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan Jean-Philippe Larsen sebagai ujung tombak, sementara Manchester City tampil menggunakan 4-2-3-1 dengan Erling Haaland sebagai penyerang utama.

Palace mengandalkan Dean Henderson, Chris Richards, Adam Wharton, Daichi Kamada, Yéremy Pino, Eddie Nketiah, dan Larsen untuk menghadapi tekanan City.

Sementara itu, Manchester City menurunkan Donnarumma, Rúben Dias, Marc Guéhi, Gvardiol, Elliot Anderson, Nico O’Reilly, Foden, Cherki, Semenyo, dan Haaland. Starting XI tersebut kemudian menunjukkan efektivitasnya setelah City menang 4-1 di Selhurst Park.

Dua pemain paling menonjol dari susunan pemain City adalah Haaland dan Cherki. Keduanya sama-sama mencetak dua gol.

Bagi Crystal Palace, kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pierre Sage. Formasi tiga bek memberikan struktur pertahanan yang cukup baik pada beberapa fase, tetapi Palace kesulitan mempertahankan konsentrasi ketika Manchester City meningkatkan tekanan pada babak kedua.

Bagi Enzo Maresca, starting XI yang dipilih memberikan hasil maksimal. Kombinasi pemain kreatif di belakang Haaland mampu menciptakan banyak ancaman dan membuat City meraih tiga poin penting.

Kata kunci SEO: susunan pemain Crystal Palace vs Man City, starting XI Crystal Palace vs Manchester City, line up Crystal Palace vs Man City, susunan pemain Palace vs Man City, starting XI Manchester City, starting XI Crystal Palace, Crystal Palace vs Manchester City, Man City vs Palace, Erling Haaland, Rayan Cherki, Phil Foden, Pierre Sage, Enzo Maresca, Premier League 2026/2027.

penulis : silva

Post Comment