Sekolapedia – 26 Agustus 2026 | Dunia perbankan tanah air tengah diguncang oleh gelombang protes besar-besaran menyusul keputusan pemblokiran rekening salah satu tokoh aktivis. Ramai seruan “boikot” Bank Mandiri: Netizen gunting-bakar kartu imbas blokir rekening Botok AMPB kini menjadi topik hangat yang mendominasi percakapan di berbagai platform media sosial, mulai dari Twitter hingga TikTok.
Aksi protes ini bermula dari pemblokiran rekening milik Supriyono, yang akrab disapa Botok, seorang koordinator dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Rekening tersebut diketahui berisi dana donasi masyarakat sebesar Rp80,9 juta. Tindakan Bank Mandiri yang memblokir rekening tersebut atas permintaan kepolisian memicu kemarahan publik yang menganggap langkah tersebut dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemilik rekening.
Aksi Simbolik di Depok dan Pencopotan Logo di Jakarta
Kekecewaan masyarakat tidak hanya berhenti di dunia maya. Di Kota Depok, Jawa Barat, sejumlah aktivis anti-korupsi menggelar aksi protes simbolik di kawasan Simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, pada Selasa (25/8/2026). Massa melakukan pembakaran kartu ATM Bank Mandiri di sekitar Tugu Adipura Depok sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan aktivis dalam menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Situasi semakin memanas saat visual mengenai gedung Wisma Mandiri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, menjadi perhatian. Terlihat logo Bank Mandiri di dinding gedung tersebut telah dicopot, meninggalkan permukaan bangunan yang polos. Fenomena ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari tekanan publik. Ramai seruan “boikot” Bank Mandiri: Netizen gunting-bakar kartu imbas blokir rekening Botok AMPB telah menciptakan tekanan sosial yang signifikan terhadap citra institusi perbankan tersebut.
Dampak di Media Sosial: Gunting Kartu dan Pindah Bank
Di ranah digital, fenomena ini berkembang menjadi gerakan massa yang terorganisir secara organik. Banyak pengguna media sosial mengunggah video yang memperlihatkan mereka memotong kartu ATM atau menggunting kartu debit sebagai bentuk protes. Tak hanya itu, terdapat tren di mana para nasabah mulai membagikan keputusan mereka untuk memindahkan rekening tabungan serta sistem penggajian (payroll) karyawan ke bank kompetitor.
Fenomena Ramai seruan “boikot” Bank Mandiri: Netizen gunting-bakar kartu imbas blokir rekening Botok AMPB ini mencerminkan hilangnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap transparansi kebijakan perbankan saat berhadapan dengan permintaan aparat penegak hukum. Sejumlah warganet mempertanyakan legalitas dan prosedur pemblokiran yang dianggap mendadak, terutama karena menyangkut dana publik yang dihimpun untuk tujuan sosial.
Sorotan Terhadap Rekam Jejak Botok
Di tengah hiruk-pikuk pembelaan terhadap Botok, muncul pula upaya dari sejumlah pihak untuk membongkar masa lalu sang aktivis. Informasi mengenai riwayat hukum Botok mulai beredar luas di internet. Berdasarkan data yang mencuat di platform Threads, Siswanto alias Botok diketahui pernah terseret dalam perkara perjudian di Pengadilan Negeri Pati pada tahun 2021 dengan nomor perkara 112/Pid.B/2021/PN Pti.
Meskipun rekam jejak ini mencuat, sentimen negatif terhadap bank tetap mendominasi. Perdebatan kini terbagi antara menyoroti integritas individu Botok dan menyoroti kebijakan perbankan yang dianggap tidak berpihak pada nasabah. Hal ini memperkeruh suasana di mana Ramai seruan “boikot” Bank Mandiri: Netizen gunting-bakar kartu imbas blokir rekening Botok AMPB terus bergulir tanpa tanda-tanda mereda.
| Aspek Peristiwa | Detail Informasi |
|---|---|
| Subjek Utama | Supriyono alias Botok (Koordinator AMPB) |
| Lokasi Aksi Protes | Margonda Depok & Jalan MH Thamrin, Jakarta |
| Pemicu Utama | Pemblokiran rekening donasi Rp80,9 juta |
| Bentuk Protes | Bakar kartu ATM, potong kartu, pindah bank, copot logo |
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Mandiri telah menyampaikan permohonan maaf terkait insiden ini. Namun, dampak psikologis dan sosial dari Ramai seruan “boikot” Bank Mandiri: Netizen gunting-bakar kartu imbas blokir rekening Botok AMPB diprediksi akan terus membayangi stabilitas reputasi bank dalam jangka pendek, seiring dengan tuntutan transparansi yang semakin kuat dari masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi institusi keuangan mengenai betapa krusialnya komunikasi publik dan transparansi prosedur saat menghadapi permintaan otoritas hukum, terutama ketika hal tersebut bersentuhan dengan hak-hak finansial masyarakat luas.



Post Comment