Tragedi Maut di Tangerang: Prajurit TNI Tewas Mengenaskan Dikeroyok 9 Orang

Tragedi Maut di Tangerang: Prajurit TNI Tewas Mengenaskan Dikeroyok 9 Orang

Sekolapedia – 23 Juli 2026 | TANGERANG – Dunia militer kembali berduka. Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Prada Arif Budi Sampurna, ditemukan tewas secara mengenaskan di Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sembilan orang.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026, sekitar pukul 05.45 WIB. Prada Arif ditemukan tergeletak dengan luka tusuk di tubuhnya. Laporan awal menyebutkan korban mengalami 10 luka tusukan yang merenggut nyawanya.

Prada Arif Budi Sampurna diketahui merupakan anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang sedang menjalankan tugas bantuan di Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta. Saat ditemukan oleh saksi mata, kartu tanda anggota (KTA) militer korban berada di dekat jasadnya. Temuan ini segera dilaporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, yang kemudian meneruskannya ke pihak berwenang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari TNI dan Polri, yang terdiri dari Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan, bergerak cepat. Mereka melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan investigasi mendalam untuk mengumpulkan saksi serta alat bukti terkait insiden pengeroyokan yang brutal tersebut.

Hingga kini, polisi telah berhasil menangkap empat orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Keempat pelaku memiliki peran yang berbeda dalam peristiwa nahas ini. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan pada Selasa (21/7/2026), inisial pelaku yang telah diamankan adalah BR (36) dan MKN (27) yang berperan mengejar korban; RRG (22) yang memukul korban dan turut mengejar menggunakan sepeda motor; serta H (21) yang diduga berperan mengejar, memukul, dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau.

🔖 Baca juga:
Who Are the FBI Top 10 Fugitives? Complete List, Rewards, and Latest Updates

Dugaan awal mengenai pemicu insiden mengerikan ini mengarah pada perselisihan atau salah paham yang terjadi di salah satu tempat makan. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, dalam keterangannya pada Rabu (22/7/2026), menyatakan bahwa insiden tersebut diduga berawal dari perselisihan yang kemudian memicu aksi pengeroyokan yang disertai penusukan oleh sekelompok masyarakat terhadap Prada ABS.

Proses penyidikan kasus ini terus berjalan di Polres Tangerang Selatan. Sejumlah 17 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menduga total ada sembilan orang yang terlibat dalam pengeroyokan dan penusukan terhadap Prada Arif. Delapan orang lainnya yang awalnya diperiksa telah dibebaskan karena tidak ditemukan keterlibatan dalam kejadian tersebut.

Pihak TNI menegaskan akan terus mengawal ketat proses hukum yang sedang berjalan. Mereka juga mengimbau masyarakat serta rekan almarhum untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Prada ABS dan menjamin proses hukum akan dilaksanakan secara transparan. Ucapan terima kasih juga disampaikan atas dukungan dan bantuan dari Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, serta Polres Tangerang Selatan yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini.

Sementara itu, di tengah duka atas insiden tersebut, dunia militer juga merayakan momen penting. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini melantik 1.177 perwira TNI dan Polri lulusan Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. Para perwira baru tersebut telah mengucap sumpah setia kepada bangsa dan negara, siap berkorban demi kedaulatan Tanah Air. Dalam kesempatan yang sama, empat lulusan terbaik menerima penghargaan Adhi Makayasa dari Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2026 di Bandung. Menhan menekankan pentingnya para perwira untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga kehormatan institusi, serta senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Beliau juga mengingatkan agar para prajurit tetap setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan rakyat Indonesia, serta memahami perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Post Comment