Tragedi Berdarah di Katingan: Tiga Anggota Polri Gugur dalam Operasi Penggerebekan Narkoba

Tragedi Berdarah di Katingan: Tiga Anggota Polri Gugur dalam Operasi Penggerebekan Narkoba

Sekolapedia – 05 Juli 2026 | Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, tengah diselimuti duka mendalam. Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan dinyatakan gugur saat menjalankan tugas negara dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, ini menjadi catatan kelam bagi kepolisian setelah para anggota menghadapi perlawanan brutal dari kelompok pengedar narkotika yang menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan.

Awal mula insiden tragis ini bermula ketika tim kepolisian melakukan penyergapan terhadap target operasi. Namun, situasi di lapangan berubah mencekam saat pelaku melakukan perlawanan sengit. Dalam tekanan serangan tersebut, para petugas terpaksa melakukan upaya penyelamatan diri dengan berpencar ke arah hutan dan sungai. Aipda Yudhie Perdana Putra menjadi korban pertama yang terkonfirmasi gugur di lokasi kejadian akibat luka bacokan senjata tajam dari pelaku.

Sementara itu, dua anggota lainnya, yakni Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, sempat dilaporkan hilang pasca-bentrokan tersebut. Pencarian intensif yang melibatkan tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta dukungan masyarakat setempat langsung dikerahkan. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai serta hutan di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan kapal ces.

Hasil pencarian membuahkan titik terang ketika jenazah Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Berselang sehari kemudian, pada Minggu pagi, 5 Juli 2026, tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto di aliran sungai Desa Rantau Asem, yang berjarak sekitar empat kilometer dari titik penggerebekan. Penemuan jasad Aiptu Sumaryanto segera ditindaklanjuti dengan evakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk proses forensik lebih lanjut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para pahlawan anti-narkoba tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden di Polres Katingan ini menjadi perhatian serius bagi institusi Polri. Pihaknya kini terus berkoordinasi dengan Polda Kalteng untuk memburu sisa pelaku yang masih buron. Hingga saat ini, kepolisian telah berhasil menangkap dua orang terduga pelaku berinisial S dan R yang diduga kuat terlibat dalam penyerangan tersebut.

🔖 Baca juga:
Emas Perhiasan Bertahan Kokoh di Akhir Pekan, Berapa Harganya di Langsa dan Aceh Tamiang? Cek di Sini!

Di mata rekan sejawat dan keluarga, sosok Aiptu Sumaryanto dikenal sebagai pribadi yang santun, rajin, dan memiliki dedikasi luar biasa terhadap institusi kepolisian. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama bagi putrinya, Khanza, yang mengenang sang ayah sebagai sosok teladan. Penghormatan terakhir pun diberikan oleh jajaran kepolisian atas pengabdian tanpa batas yang telah diberikan para korban dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.

Operasi pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan masih terus dilakukan secara intensif. Kapolri telah memberikan instruksi tegas untuk menindak gembong narkoba yang berani melawan petugas dengan tindakan terukur. Kasus ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran narkotika di lapangan, serta tekad Polri untuk tidak berhenti hingga seluruh pelaku berhasil diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak mengenai bahaya nyata dari jaringan narkoba yang tidak segan melakukan kekerasan. Keberanian Aipda Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto dalam menjaga keamanan masyarakat dari ancaman narkotika akan selalu dikenang sebagai bentuk pengabdian tertinggi seorang anggota Polri.

Post Comment