Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) telah mengumumkan hasil seleksi ujian mandiri jenjang S1 untuk tahun akademik 2026/2027. Pengumuman yang resmi dirilis pada 7 Juli 2026 ini disambut antusiasme tinggi dari para calon mahasiswa, terbukti dengan membludaknya jumlah pendaftar.
Jalur Mandiri Undip Dibanjiri Pendaftar
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, mengungkapkan bahwa total pendaftar jalur mandiri Undip mencapai angka fantastis, yaitu sekitar 38.500 orang untuk ujian tulis. Sementara itu, jalur seleksi melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) diikuti oleh sekitar 11.000 peserta.
Dari jumlah tersebut, Undip menerima sekitar 1.750 mahasiswa melalui jalur UTBK, dan sekitar 4.000 mahasiswa melalui jalur ujian tulis. “Lewat UTBK itu sekitar 1.750-an. Kemudian kalau ujian mandiri lewat tes sekitar 4 ribuan,” jelas Heru.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, pengumuman resmi dapat diakses melalui laman https://pengumuman.undip.ac.id/. Proses pengecekan kelulusan memerlukan login menggunakan nomor peserta dan tanggal lahir. Jika mengalami kendala, calon mahasiswa dapat menghubungi helpdesk PMB Undip di nomor 08112883688 atau melalui email [email protected], serta memantau informasi lebih lanjut di https://pmb.undip.ac.id.
Prodi Favorit yang Jadi Rebutan
Persaingan ketat terjadi di beberapa program studi favorit yang menjadi incaran utama para pendaftar. Heru Susanto merinci, untuk bidang sains dan teknologi, program studi Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi yang terdepan. Sementara itu, di bidang sosial, program studi Hubungan Internasional (HI) dan Bisnis Digital mendominasi daftar favorit.
“Kalau prodi favorit untuk yang eksakta tetap Kedokteran, Kedokteran Gigi tetap menjadi favorit ya. Tetapi ada juga program studi K3 itu juga sangat favorit. Sosial itu tetap kayak bisnis digital, kemudian HI,” ujar Heru.
Meskipun tidak menyebutkan angka pasti kuota penerimaan di prodi favorit, Heru memberikan gambaran tingkat persaingan. Untuk prodi Kedokteran, rasio antara yang diterima dan pendaftar bisa mencapai 1:40 hingga 1:60. Sementara itu, prodi K3 disebut memiliki tingkat persaingan paling tinggi, bahkan bisa mencapai 1:60-an karena keterbatasan daya tampung.
Biaya Pengembangan Institusi (IPI)
Bagi calon mahasiswa yang berhasil lolos seleksi ujian mandiri, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI) atau yang lebih dikenal sebagai uang pangkal. Besaran IPI ini akan berbeda-beda tergantung pada program studi yang dipilih.
Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Lain Juga Dibuka
Sementara itu, di universitas lain, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta juga telah membuka pendaftaran Seleksi Mandiri Gelombang 2 Tahun 2026 untuk Program Diploma Tiga (D-3) dan Program Sarjana (S-1). Pendaftaran dibuka mulai 6 hingga 10 Juli 2026 melalui laman pendaftaran.upnvj.ac.id. Jalur ini diperuntukkan bagi peserta UTBK SNBT 2026, namun peserta yang tidak memilih UPN Veteran Jakarta pada UTBK-SNBT 2026 tetap dapat mendaftar. Pendaftar dapat memilih maksimal dua program studi dengan biaya pendaftaran sebesar Rp375.000.
Momentum penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri ini menjadi bukti tingginya animo generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sekaligus menunjukkan daya tarik program studi unggulan di berbagai universitas ternama di Indonesia.



Post Comment