Prancis Melaju ke Babak 16 Besar: Kylian Mbappe Samai Rekor Messi di Tengah Ketegangan Internal Les Bleus

Prancis Melaju ke Babak 16 Besar: Kylian Mbappe Samai Rekor Messi di Tengah Ketegangan Internal Les Bleus

Sekolapedia – 01 Juli 2026 | Kemenangan telak Prancis atas Swedia dengan skor 3-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium membawa euforia sekaligus drama tersendiri. Di satu sisi, Prancis berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar, namun di sisi lain, dinamika di dalam skuad Les Bleus mulai menunjukkan retakan yang mengkhawatirkan.

Mbappe Mengancam Takhta Golden Boot Lionel Messi

Sorotan utama dalam pertandingan ini tertuju pada Kylian Mbappe. Penyerang andalan Prancis tersebut tampil sangat tajam dengan mencetak dua gol ke gawang Swedia. Torehan ini bukan sekadar kemenangan bagi tim, melainkan pencapaian individu yang luar biasa karena Mbappe kini berhasil menyamai koleksi enam gol Lionel Messi dalam turnamen Piala Dunia 2026.

Persaingan memperebutkan sepatu emas atau Golden Boot kini semakin memanas. Berikut adalah perbandingan sementara para top skor di ajang bergengsi ini:

Nama Pemain Negara Jumlah Gol
Kylian Mbappe Prancis 6
Lionel Messi Argentina 6
Erling Haaland Norwegia 5
Ousmane Dembele Prancis 4
Vinicius Junior Brasil 4

Mbappe menunjukkan konsistensi yang mengerikan sejak fase grup hingga babak gugur. Ia menjadi tumpuan utama dalam skema serangan Prancis untuk mempertahankan performa dominan mereka di panggung dunia. Namun, ancaman tidak hanya datang dari rekan sejawatnya, karena Erling Haaland hanya terpaut satu gol saja, yang membuat perebutan gelar top skor ini menjadi salah satu narasi paling menarik di Piala Dunia 2026.

Drama Rayan Cherki dan Ketegangan dengan Didier Deschamps

Namun, di balik kegemilangan Mbappe, sebuah insiden di lapangan memicu perbincangan hangat di media sosial. Rayan Cherki, gelandang serang milik Manchester City, tertangkap kamera menunjukkan sikap dingin terhadap pelatih kepala, Didier Deschamps, sesaat setelah pertandingan berakhir. Ketegangan ini muncul di tengah euforia kemenangan Prancis atas Swedia yang diasuh oleh Graham Potter.

🔖 Baca juga:
Jadwal Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia 2026: Garuda Muda Siap Gempur China, Qatar, dan Jepang

Cherki, yang sejauh ini kesulitan mendapatkan menit bermain reguler, tampak mengabaikan upaya Deschamps untuk memberikan apresiasi. Dalam rekaman yang beredar, Cherki terlihat berdiri sendirian di tengah lapangan untuk menyapa pendukung, dan ketika Deschamps mendekat, ia tampak menepis tangan sang manajer serta berpura-pura mengikat tali sepatu untuk menghindari interaksi lebih lanjut. Perlu dicatat bahwa Cherki baru mencatatkan total waktu bermain sebanyak 51 menit dalam empat pertandingan Prancis sejauh ini, di mana ia hanya masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir.

Ketidakpuasan Cherki diduga berakar dari sulitnya menembus starting XI di tengah banyaknya opsi penyerang dan gelandang kreatif yang dimiliki Deschamps, seperti Michael Olise, Bradley Barcola, dan Desire Doue. Menanggapi hal ini, Deschamps tetap berusaha menjaga stabilitas tim dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Ia memuji etos kerja tim secara keseluruhan namun memberikan peringatan keras mengenai psikologi pemain.

“Semangat tim tidak memenangkan pertandingan, tetapi bisa membuatnya kalah. Para pemain mungkin kecewa karena tidak cukup banyak bermain; mungkin ada rasa frustrasi, tetapi kekuatan kolektif adalah yang terpenting,” ujar Deschamps.

Michael Olise: Sang Calon Peraih Ballon d’Or Baru

Di tengah isu internal tersebut, performa Michael Olise justru mendapat pujian setinggi langit. Legenda sepak bola Prancis, Willy Sagnol, secara mengejutkan menyatakan bahwa gelandang berusia 24 tahun tersebut layak menjadi kandidat kuat Ballon d’Or tahun ini. Sagnol menilai Olise memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan pemain lain di turnamen ini.

Menurut Sagnol, keunggulan Olise bukan hanya terletak pada tekniknya, melainkan pada karakter permainannya yang sangat mengutamakan kepentingan tim di atas statistik pribadi. Ia membandingkan sikap profesional Olise dengan mendiang legenda Zinedine Zidane. Peran Olise sebagai pengatur serangan di lini tengah menjadi kunci mengapa Prancis mampu mendominasi permainan melawan Swedia.

Menatap Babak 16 Besar: Tantangan Paraguay

Kemenangan atas Swedia memberikan modal kepercayaan diri yang besar bagi Les Bleus, meskipun masalah keharmonisan skuad tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Deschamps. Prancis kini telah mengalihkan fokus sepenuhnya untuk menghadapi Paraguay di babak 16 besar yang akan digelar di Philadelphia. Keberhasilan mereka untuk melangkah lebih jauh akan sangat bergantung pada bagaimana Deschamps mengelola ego para bintangnya dan menjaga keutuhan semangat tim di tengah tekanan tinggi turnamen dunia.

Dengan Mbappe yang sedang dalam performa puncak dan Olise yang bermain dengan level dunia, Prancis tetap menjadi favorit kuat untuk meraih gelar juara. Namun, seperti yang diingatkan oleh Deschamps, menjaga keharmonisan di antara pemain-pemain berbakat adalah tantangan yang tidak kalah beratnya dengan menghadapi taktik lawan di lapangan hijau.

Post Comment