Sekolapedia – 06 Juli 2026 | Stadion Azteca bergemuruh menyaksikan duel epik antara Meksiko dan Inggris dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan yang penuh drama, ketegangan, dan momen-momen brilian, Inggris berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2, memastikan langkah mereka ke perempat final. Kemenangan ini membuktikan ketahanan mental dan kemampuan tim asuhan Thomas Tuchel untuk bangkit dari kesulitan.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Meksiko mencoba menekan, namun Inggris mampu meredam intensitas tersebut. Gol pembuka keunggulan Inggris dicetak oleh Jude Bellingham pada menit ke-36 melalui sundulan cerdik menyambut umpan silang Bukayo Saka. Berselang hanya 98 detik, Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Harry Kane, membawa Inggris unggul 2-0.
Keunggulan Inggris sempat diperkecil oleh Meksiko melalui gol Francisco Quiñones pada menit ke-42. Memasuki babak kedua, Inggris mendapat hadiah penalti setelah Anthony Gordon dilanggar di dalam kotak terlarang. Harry Kane yang sempat gagal mengeksekusi penalti di laga sebelumnya, kali ini berhasil menaklukkan kiper Meksiko, Raul Rangel, pada menit ke-60.
Namun, drama belum berakhir. Meksiko kembali mendapat penalti pada menit ke-69 setelah Kane dianggap menyenggol Brian Gutierrez. Raul Jimenez sukses mengeksekusi tendangan penalti tersebut, membuat skor menjadi 3-2 dan meningkatkan tensi pertandingan.
Situasi Inggris semakin genting ketika Jarell Quansah harus diusir wasit pada menit ke-54 akibat tekel keras. Bermain dengan 10 orang, Inggris di bawah komando Thomas Tuchel menunjukkan ketangguhan luar biasa. Tuchel melakukan perubahan taktis dengan memasukkan bek tangguh seperti Burn untuk memperkuat lini pertahanan menjadi formasi 5-3-1. Formasi ini berhasil menahan gelombang serangan demi gelombang serangan Meksiko. Jordan Pickford tampil gemilang di bawah mistar gawang, melakukan penyelamatan krusial, sementara para pemain bertahan berjuang keras memblokir setiap ancaman.
Bellingham, Sang Bintang Lapangan Tengah
Jude Bellingham sekali lagi membuktikan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Dalam pertandingan ini, ia menampilkan performa lini tengah paling komplet yang pernah ditunjukkan oleh pemain Inggris dalam beberapa waktu terakhir. Beroperasi dalam formasi yang mirip 4-4-2, Bellingham bermain sangat dekat dengan Harry Kane, menunjukkan insting gol yang tajam dan kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan. Kedua golnya tercipta dari pergerakan yang sama, yaitu lari dari luar ke dalam kotak penalti yang diakhiri dengan tendangan terukur.
Lebih dari sekadar mencetak gol, Bellingham juga menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam mengelola emosi. Meksiko berulang kali mencoba memprovokasi, namun ia tetap tenang dan fokus, menghindari kartu kuning yang bisa membuatnya absen di perempat final. Penampilannya di 50 menit terakhir, termasuk bermain sebagai gelandang tengah, sedikit ke sisi kanan, bahkan sempat turun membantu pertahanan, menunjukkan dedikasi dan fleksibilitasnya yang tinggi.
Tuchel dan Taktik Jitu yang Membuahkan Hasil
Thomas Tuchel, yang sebelumnya menyatakan bahwa gaya bermain Inggris mungkin tidak selalu glamor demi meraih kemenangan di turnamen besar, membuktikan pernyataannya melalui pertandingan ini. Meskipun tidak tampil memukau secara estetika, Inggris berhasil meraih kemenangan krusial berkat strategi yang matang dan adaptasi taktis yang brilian.
Tuchel melakukan penyesuaian sejak awal pertandingan dan memiliki rencana permainan yang jelas. Inggris nyaris tidak memberikan peluang bagi Meksiko di 20 menit awal, lalu melakukan serangan balik efektif untuk mencetak gol. Ketika situasi menjadi genting dengan kartu merah Quansah, Tuchel tetap tenang dan menerapkan formasi bertahan yang efektif. Keputusan memasukkan Burn untuk memenangkan duel udara merupakan langkah cerdik yang berhasil meredam serangan Meksiko.
Kepercayaan Tuchel kepada Anthony Gordon juga terbayar lunas. Gordon tampil tanpa lelah sepanjang 90 menit, merebut kembali posisinya di tim utama setelah tampil impresif sebagai pemain pengganti. Inggris menunjukkan kemampuan bermain dalam dua formasi berbeda, empat gaya permainan berbeda, serta rotasi pemain yang terkelola dengan baik di bawah pengawasan manajer yang tenang.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya membawa Inggris ke perempat final, tetapi juga memberikan dorongan moral yang luar biasa. Mereka akan menghadapi Norwegia di babak selanjutnya, dengan keyakinan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan apapun di Piala Dunia 2026.



Post Comment