Drama di Estadio Azteca: Inggris Lolos ke Perempat Final Meski Alireza Faghani Jadi Sorotan

Drama di Estadio Azteca: Inggris Lolos ke Perempat Final Meski Alireza Faghani Jadi Sorotan

Sekolapedia – 06 Juli 2026 | Stadion Estadio Azteca menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling dramatis dalam perhelatan Piala Dunia 2026. Tim nasional Inggris berhasil memastikan langkah mereka ke babak perempat final setelah menundukkan tuan rumah Meksiko dengan skor tipis 3-2. Pertandingan yang sempat tertunda selama satu jam akibat badai besar ini menyajikan intensitas tinggi, drama kartu merah, hingga keputusan wasit yang memicu perdebatan sengit.

Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan bagi The Three Lions dengan mencetak dua gol cepat dalam kurun waktu dua menit di babak pertama, tepatnya pada menit ke-36 dan ke-38. Keunggulan 2-0 tersebut sempat memberi angin segar bagi pasukan asuhan Thomas Tuchel sebelum Julian Quinones memperkecil ketertinggalan bagi Meksiko tepat sebelum turun minum. Atmosfer di stadion yang berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut tersebut semakin memanas ketika wasit asal Iran, Alireza Faghani, mengeluarkan keputusan krusial di babak kedua.

Pada menit ke-54, pemain bertahan Inggris, Jarell Quansah, diganjar kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo. Keputusan Faghani untuk mengusir Quansah setelah peninjauan VAR memicu reaksi keras dari kubu Inggris. Thomas Tuchel secara terbuka mengecam standar kepemimpinan wasit dalam turnamen ini. “Para wasit di Piala Dunia ini tidak cukup baik, begitu pula dengan ofisial keempat. Keputusan penalti yang diberikan kepada Meksiko juga sangat dipertanyakan karena itu bukan kesalahan yang jelas dan nyata,” ujar Tuchel dalam wawancaranya pasca-pertandingan.

Ketegangan memuncak saat Harry Kane berhasil mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-60, memperlebar jarak menjadi 3-1. Namun, Meksiko kembali memberikan perlawanan melalui penalti Raul Jimenez pada menit ke-69. Inggris dipaksa bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari 36 menit ditambah waktu tambahan, namun pertahanan yang solid dan performa gemilang Jordan Pickford di bawah mistar gawang sukses mengamankan kemenangan bersejarah ini.

Baca juga:
Misi Balas Dendam Robert Spillane dan Dinamika Panas Persaingan Sepak Bola Dunia

Jude Bellingham, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut, memilih untuk menjaga ketenangannya terkait kepemimpinan Alireza Faghani demi menghindari hukuman larangan bertanding. “Mengenai wasit, saya memilih untuk tidak berkomentar karena saya ingin bermain di pertandingan berikutnya,” ungkap bintang Real Madrid tersebut saat diwawancarai dalam bahasa Spanyol.

Kemenangan ini membawa Inggris melaju ke perempat final yang akan digelar di Miami, di mana mereka telah dinanti oleh Norwegia. Norwegia sendiri berhasil melaju setelah menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 berkat aksi memukau Erling Haaland. Bagi Inggris, keberhasilan ini bukan sekadar tiket ke babak selanjutnya, melainkan bukti ketangguhan mental skuad asuhan Thomas Tuchel di tengah tekanan publik tuan rumah dan keputusan kontroversial di atas lapangan.

Baca juga:
Spain vs Argentina: Jadwal Final Piala Dunia 2026, Prediksi, Head to Head, dan Susunan Pemain

Secara keseluruhan, laga kontra Meksiko ini menunjukkan bahwa Inggris kini memiliki kedewasaan taktis yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski harus menghadapi tantangan fisik, faktor ketinggian, dan keputusan wasit, mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Pertandingan mendatang melawan Norwegia diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi gelar juara Inggris dalam memburu trofi Piala Dunia 2026.

Baca juga:
Kisah di Balik Transfer Rekor Enzo Fernández dari Benfica ke Premier League

Post Comment