Gebrakan Pramono Anung: Dari Nostalgia Politik hingga Cari Dana Alternatif Rp 3,5 Triliun untuk Pembangunan Jakarta

Gebrakan Pramono Anung: Dari Nostalgia Politik hingga Cari Dana Alternatif Rp 3,5 Triliun untuk Pembangunan Jakarta

Sekolapedia – 23 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menjadi sorotan publik lewat berbagai langkah strategis dan momen kebersamaan politik yang menarik perhatian. Di tengah dinamika kepemimpinannya, Pramono menunjukkan ketegasan dalam mencari solusi pembiayaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) demi merampungkan berbagai persoalan krusial di Ibu Kota.

Baru-baru ini, nama Pramono Anung hangat diperbincangkan saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Taman Fatahillah, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia tak hanya mengenang memori masa lalu bersama Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), sejak era gerakan mahasiswa 1998, tetapi juga melontarkan pesan filosofis mengenai pentingnya kesetiaan berpartai. Ia berpesan bahwa politikus yang meninggalkan partainya sendiri tidak akan pernah bisa tumbuh menjadi figur yang besar.

Di sisi lain, fokus kepemimpinan Pramono Anung kini tengah diuji melalui sejumlah kebijakan fiskal dan pembangunan infrastruktur dasar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun guna mencari sumber pendanaan baru di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Langkah inovatif ini diambil agar roda pembangunan di Jakarta tetap berputar optimal meskipun kebutuhan anggaran terus meningkat tajam.

Komitmen nyata terhadap sektor prioritas juga ditunjukkan Pramono Anung ketika merespons cepat kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang terbengkalai sejak 2004. Mengaku sempat tertampar fakta setelah melihat video viral di media sosial, ia langsung memerintahkan jajarannya untuk mengeksekusi pembangunan sekolah menggunakan mekanisme pembiayaan alternatif seperti kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) di luar APBD.

Selain terobosan pendanaan, kabar baik juga datang dari sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) DKI Jakarta meningkat menjadi 65,48 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan turun ke angka 6,03 persen dengan total 5,2 juta penduduk kini telah memiliki pekerjaan.

🔖 Baca juga:
Tentang Alamtri Resources Indonesia: Profil Perusahaan yang Membangun Masa Depan

Langkah-langkah taktis yang diambil Pramono Anung mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang responsif, pragmatis, namun tetap berorientasi jangka panjang. Dengan memadukan komunikasi politik yang cair serta solusi finansial kreatif di luar APBD, roda pemerintahan di Jakarta diharapkan mampu bergerak lebih lincah dalam menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang mendesak.

Post Comment