Emas Perhiasan Bertahan Kokoh di Akhir Pekan, Berapa Harganya di Langsa dan Aceh Tamiang? Cek di Sini!

Emas Perhiasan Bertahan Kokoh di Akhir Pekan, Berapa Harganya di Langsa dan Aceh Tamiang? Cek di Sini!

Sekolapedia – 11 Juli 2026 | JAKARTA – Harga emas perhiasan menunjukkan ketahanan yang luar biasa memasuki akhir pekan, Sabtu (11/7/2026). Di berbagai daerah, termasuk Langsa dan Aceh Tamiang, harga logam mulia ini dilaporkan stabil, bahkan tetap diminati meskipun berada pada level yang relatif tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat.

Di Kota Langsa, Pengelola Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera, Fahrurrazi, mengonfirmasi bahwa harga emas perhiasan kembali bertahan pada Sabtu ini setelah sempat mengalami kenaikan pada hari sebelumnya. “Usai naik, hari ini harga emas perhiasan kembali bertahan,” ujarnya.

Secara rinci, emas perhiasan dengan kadar 99,5 persen dipatok pada angka Rp 8.050.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan sebesar Rp 50 ribu. Sementara itu, emas perhiasan 97 persen juga bertahan di harga Rp 7.800.000 per mayam, dengan tambahan ongkos Rp 50 ribu. Untuk jenis emas perhiasan 70 persen, harganya tetap kokoh di Rp 2.300.000 per gram, juga belum termasuk ongkos.

Fenomena serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Di pusat pasar Kota Kualasimpang, harga jual emas terpantau stabil dan tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Melani, pelayan Toko Emas Pasrah, menyatakan bahwa pergerakan harga emas dalam dua hari terakhir belum menunjukkan perubahan signifikan. “Untuk harga hari Sabtu ini masih sama dengan harga kemarin, belum ada kenaikan atau penurunan,” kata Melani.

Meskipun harga emas murni di Aceh Tamiang telah menembus angka di atas Rp 8 juta per mayam, daya beli masyarakat dilaporkan tidak menyurut. Emas murni dengan kadar 99 persen dijual seharga Rp 8,1 juta per mayam, emas kadar 97 persen dibanderol Rp 7,8 juta per mayam. Bagi yang mencari pilihan lebih terjangkau, emas 22 karat ditawarkan dengan harga Rp 1,8 juta per gram.

🔖 Baca juga:
Harta Karun Tersembunyi di Pegunungan Papua: Cadangan Emas Raksasa Ditemukan, Ekonomi Indonesia Siap Meroket

Kondisi stabilnya harga emas perhiasan ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas dunia yang menguat tipis pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Kenaikan terbatas ini dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat, meskipun emas secara mingguan berpotensi mengalami penurunan akibat kekhawatiran inflasi yang meningkat akibat ketegangan AS-Iran.

Menurut analisis Kepala Analis KCM Trade, Tim Waterer, emas berada dalam mode konsolidasi. Para pedagang cenderung ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun, emas tetap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Meskipun demikian, kenaikan suku bunga oleh The Fed dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, data dari laman Pegadaian pada Sabtu (11/7/2026) pukul 10.22 WIB menunjukkan harga emas batangan dari tiga jenama utama. Emas Galeri24 dihargai Rp 2.634.000 per gram, Antam Rp 2.762.000 per gram, dan UBS Rp 2.647.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga-harga ini sewaktu-waktu dapat berubah.

Perhitungan nilai emas dalam jumlah besar juga menjadi sorotan. Berdasarkan harga emas Logam Mulia Antam per 10 Juli 2026, harga jual tercatat sebesar Rp 2.650.000 per gram. Dengan demikian, 74 kilogram emas setara dengan 74.000 gram, memiliki nilai sekitar Rp 196,1 miliar. Angka ini belum termasuk pajak yang berlaku. Jika menggunakan harga buyback Antam sebesar Rp 2.405.000 per gram, nilainya menjadi sekitar Rp 177,97 miliar.

Secara keseluruhan, pasar emas perhiasan di wilayah Aceh, khususnya Langsa dan Aceh Tamiang, menunjukkan ketahanan harga yang kuat di akhir pekan ini. Animo masyarakat untuk berinvestasi pada logam mulia tetap tinggi, menegaskan posisi emas sebagai aset yang stabil dan diminati di tengah berbagai dinamika ekonomi dan geopolitik.

Post Comment