Strategi Agresif Hermanto Tanoko: Borong Saham CLEO Rp19,6 Miliar dan Ekspansi Besar-besaran di Sektor Properti

Strategi Agresif Hermanto Tanoko: Borong Saham CLEO Rp19,6 Miliar dan Ekspansi Besar-besaran di Sektor Properti

Sekolapedia – 27 Juni 2026 | Langkah strategis yang diambil oleh konglomerat Hermanto Tanoko dalam memperkuat imperium bisnisnya semakin terlihat nyata di sepanjang semester pertama tahun 2026. Melalui dua lini bisnis utamanya, yaitu PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) di sektor air minum dalam kemasan (AMDK) dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) di sektor properti, Tanoko menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi aset dan penguatan kepemilikan saham.

Aksi Korporasi Hermanto Tanoko di CLEO: Investasi Langsung Melalui Borong Saham

Dalam sebuah pergerakan signifikan di pasar modal, Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), Hermanto Tanoko, tercatat telah melakukan pembelian besar-besaran terhadap saham perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi, Hermanto memborong sebanyak 51,70 juta lembar saham CLEO dalam satu kali transaksi pada tanggal 24 Juni 2026.

Transaksi ini dilakukan pada level harga Rp380 per lembar saham, sehingga total nilai investasi yang dikucurkan mencapai angka fantastis sebesar Rp19,64 miliar. Langkah ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan merupakan bentuk investasi dengan kepemilikan secara langsung. Dengan aksi borong ini, porsi kepemilikan saham Hermanto Tanoko di CLEO meningkat dari sebelumnya 192,01 juta lembar (0,80% hak suara) menjadi 243,71 juta lembar saham atau setara dengan 1,01% hak suara.

Ekspansi Agresif CLEO: Bangun Tiga Pabrik Baru dan Target Pertumbuhan Dua Digit

Tidak hanya memperkuat kepemilikan saham, Hermanto Tanoko juga tengah mengawal transformasi besar di tubuh CLEO. Perusahaan telah mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp700 miliar untuk tahun 2026. Hingga kuartal I/2026, realisasi capex telah menyentuh angka 25% dari total anggaran yang disiapkan.

Fokus utama dari penggunaan dana jumbo ini adalah pembangunan tiga pabrik baru yang tersebar di lokasi strategis guna meningkatkan efisiensi distribusi dan memperluas jangkauan pasar di seluruh Indonesia. Berikut adalah jadwal operasional pabrik baru tersebut:

🔖 Baca juga:
Meme Mr Bean Mengejek JD Vance Iran, Memicu Ketegangan Diplomatik di Timur Tengah
  • Pabrik Palu: Ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III/2026.
  • Pabrik Pekanbaru: Ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV/2026.
  • Pabrik Pontianak: Ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV/2026.

Direktur Keuangan CLEO, Lukas Setio Wongso, menegaskan bahwa meskipun perusahaan sedang dalam fase ekspansi yang membutuhkan biaya besar, target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tetap dipatok pada angka dua digit. Selain kapasitas produksi, CLEO juga akan melakukan inovasi produk dengan memperkuat format kemasan ringan guna mengikuti tren preferensi konsumen.

Komitmen Dividen di Tengah Tekanan Biaya Ekspansi

Meskipun sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur, CLEO tetap menunjukkan apresiasi kepada para pemegang sahamnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Juni 2026, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60 miliar atau setara dengan Rp2,5 per lembar saham yang berasal dari laba tahun buku 2025.

Keputusan ini tergolong menarik mengingat laba bersih CLEO pada tahun 2025 sempat mengalami tekanan sebesar 17,8% secara tahunan menjadi Rp390 miliar. Penurunan laba ini disebabkan oleh tingginya biaya operasional terkait persiapan ekspansi, termasuk biaya depresiasi dan tenaga kerja. Namun, kinerja pada kuartal I 2026 menunjukkan tren positif dengan penjualan mencapai Rp774,4 miliar (tumbuh 15,8%) dan laba bersih sebesar Rp123 miliar. Kekuatan ini didukung oleh jaringan distribusi yang sangat luas, mencakup 430 jaringan dan 11.000 mitra distribusi di seluruh Indonesia.

Penguatan Sektor Properti Melalui Konsep Community Living di RISE

Bergerak di sektor lain, emiten properti yang terafiliasi dengan Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), juga tengah melakukan manuver untuk mendongkrak kinerja melalui penguatan segmen community living. Strategi ini difokuskan pada pengembangan kawasan hunian terpadu yang menawarkan fasilitas lengkap dan lingkungan yang berkembang.

Salah satu proyek andalan yang menjadi motor pertumbuhan adalah kawasan Grand Sunrise Menganti di Gresik, Jawa Timur. Melalui peluncuran produk terbaru, Tipe Ruby, yang mengusung konsep compact living modern dua lantai, RISE berhasil mencatatkan angka penjualan yang sangat impresif. Seluruh unit tahap pertama terjual habis hanya dalam waktu satu minggu setelah peluncuran, dengan nilai penjualan mencapai Rp7,8 miliar.

Proyeksi kontribusi dari Grand Sunrise Menganti terhadap marketing sales perseroan pada tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp75 miliar. Kawasan ini tidak hanya menawarkan hunian, tetapi juga ekosistem lengkap seperti Sunrise Hub Commercial Area, Terasore Food Community, Galatea Social Hub, hingga fasilitas rekreasi seperti kolam renang dan area kebugaran. Hal ini membuktikan bahwa strategi RISE dalam menjawab kebutuhan pasar akan kualitas kawasan dan fasilitas jangka panjang berjalan dengan sangat efektif.

Ringkasan Kinerja dan Strategi Grup Hermanto Tanoko 2026

Secara keseluruhan, tahun 2026 menjadi tahun transformasi bagi grup bisnis Hermanto Tanoko. Berikut adalah tabel ringkasan strategi kedua emiten utama tersebut:

Aspek PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
Fokus Utama Ekspansi Pabrik & Distribusi AMDK Pengembangan Hunian Community Living
Investasi/Capex Rp700 Miliar (Pabrik Palu, Pekanbaru, Pontianak) Pengembangan Proyek Grand Sunrise Menganti
Aksi Pemegang Saham Hermanto Tanoko borong 51,7 juta saham Penguatan portofolio aset properti
Target Kinerja Pertumbuhan pendapatan dua digit Peningkatan marketing sales melalui tipe hunian baru

Melalui kombinasi antara penguatan modal di sektor konsumsi (CLEO) dan ekspansi sektor properti (RISE), Hermanto Tanoko tampak sedang membangun fondasi ekonomi yang sangat tangguh untuk menghadapi dinamika pasar di masa depan. Langkah ini mencerminkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap potensi pertumbuhan ekonomi domestik di berbagai wilayah Indonesia.

Post Comment