Pramono Anung Gratiskan 103 Sekolah Swasta di Jakarta dengan Anggaran Rp 253,6 Miliar

Sekolapedia – 27 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menandai langkah signifikan dalam upaya memperluas akses pendidikan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 253,625,139,600 untuk program sekolah swasta gratis. Program ini mencakup total 103 sekolah swasta yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Rincian Pelaksanaan Program

Program sekolah swasta gratis dijalankan berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 312 Tahun 2025. Sekolah-sekolah yang masuk dalam skema ini dibagi menjadi dua kelompok utama:

  • 40 sekolah lanjutan mendapatkan pendanaan selama 12 bulan penuh, yakni dari Januari hingga Desember 2026.
  • 63 sekolah baru menerima bantuan selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026.

Berikut adalah pembagian jenjang pendidikan yang termasuk dalam program:

Jenjang Jumlah Sekolah
SD 45
SMP 30
SMA/SMK 25
SLB 3

Tujuan dan Harapan Gubernur

Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonomi, memperoleh pendidikan yang layak. “Jakarta secara sungguh‑sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis. Mudah‑mudah, apa yang dilakukan Pemprov DKI dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada 26 April 2026.

Gubernur juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat menurunkan rasio Gini di ibu kota, yang pada tahun sebelumnya berhasil turun dari 0,441 menjadi 0,423 berkat kebijakan sosial‑ekonomi yang terintegrasi.

🔖 Baca juga:
Jadwal Maghrib Surabaya Hari Ini: Ketepatan Waktu Ibadah di Tengah Kesibukan Kota

Program Pendukung Lainnya

Selain sekolah swasta gratis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melanjutkan sejumlah program bantuan pendidikan, antara lain:

  • Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.
  • Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang mendukung biaya kuliah di perguruan tinggi.
  • Program pemutihan ijazah untuk lulusan yang mengalami kesulitan administrasi.

Semua program tersebut dijamin tidak akan mengalami pemotongan anggaran meski Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke DKI Jakarta mengalami penurunan.

Reaksi Masyarakat dan Dunia Pendidikan

Berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat, guru, hingga orang tua murid, menyambut baik kebijakan ini. Kepala Sekolah SD Cempaka, Jakarta Pusat, mengungkapkan, “Dengan adanya sekolah swasta gratis, kami dapat menurunkan beban biaya pendidikan bagi keluarga yang memang sangat membutuhkan. Ini membuka peluang lebih luas bagi anak‑anak kami untuk belajar tanpa rasa khawatir akan biaya.”

Di sisi lain, asosiasi pengelola sekolah swasta menilai alokasi dana yang cukup besar dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, asalkan dana tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel.

Prospek Kedepan

Pramono Anung menegaskan bahwa program sekolah swasta gratis hanyalah langkah awal. Ia berencana memperluas cakupan ke lebih banyak sekolah pada tahun berikutnya, sekaligus meningkatkan kualitas kurikulum, pelatihan guru, dan fasilitas belajar. “Kami ingin menciptakan generasi Jakarta yang lebih unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi pada pembangunan nasional,” pungkasnya.

Dengan total alokasi Rp 253,6 miliar, program ini menjadi salah satu investasi pendidikan terbesar di DKI Jakarta dalam satu tahun anggaran, menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan.

Jika kebijakan ini berjalan sesuai harapan, diharapkan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Post Comment