×

Waspada! Blibli (BELI) Ungkap 5 Modus Penipuan Online Menjelang Lebaran – Jangan Sampai Tertipu!

Waspada! Blibli (BELI) Ungkap 5 Modus Penipuan Online Menjelang Lebaran – Jangan Sampai Tertipu!

Sekolapedia – 18 Maret 2026 | Jakarta – Menjelang hari raya Idul Fitri, aktivitas belanja daring mengalami lonjakan signifikan. Namun, peningkatan transaksi ini juga memicu berkembangnya modus-modus penipuan yang memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp, Facebook, hingga aplikasi e‑commerce. Blibli (BELI), salah satu marketplace terkemuka di Indonesia, mengeluarkan peringatan resmi mengenai lima taktik penipuan yang paling sering ditemui pada periode ini.

Modus Penipuan #1: Penawaran “Diskon Besar” Melalui WhatsApp

Penipu mengirimkan pesan pribadi yang mengklaim berasal dari tim resmi Blibli, menawarkan kode voucher dengan potongan hingga 90 % untuk produk populer. Pesan tersebut biasanya menyertakan tautan pendek atau QR code yang mengarahkan korban ke situs tiruan yang meniru tampilan halaman login Blibli. Begitu korban memasukkan data pribadi atau nomor kartu, informasi tersebut langsung jatuh ke tangan penipu.

Modus Penipuan #2: Iklan “Produk Eksklusif” di Facebook Marketplace

Di Facebook, penjual palsu memposting iklan produk eksklusif seperti gadget terbaru atau paket lebaran dengan harga miring. Mereka meminta pembayaran melalui transfer bank atau aplikasi dompet digital sebelum pengiriman. Karena tidak ada verifikasi penjual, barang tidak pernah sampai, sedangkan dana sudah hilang.

Modus Penipuan #3: “Beli Sekarang, Bayar Nanti” Palsu

Skema ini meniru layanan cicilan atau bayar nanti yang disediakan oleh Blibli. Penipu mengirimkan tautan yang menampilkan form pengajuan kredit, namun data yang diminta meliputi nomor KTP, foto selfie, dan nomor rekening. Data tersebut kemudian disalahgunakan untuk pencurian identitas atau pembukaan rekening palsu.

Modus Penipuan #4: Penipuan “Pengiriman Gratis” Melalui SMS

Pesan singkat yang tampak resmi menginformasikan adanya program pengiriman gratis untuk semua pembelian Lebaran. Untuk mengaktifkan, korban diminta mengklik tautan yang mengunduh aplikasi palsu atau memasukkan OTP (One‑Time Password) yang sebenarnya berfungsi sebagai verifikasi akun penipu.

🔖 Baca juga:
Dunia Hiburan dan Publik: Dari Pernikahan Selebriti hingga Tren Wisata Tabir Surya

Modus Penipuan #5: “Pengembalian Dana Palsu” Setelah Transaksi

Setelah korban melakukan pembelian, penipu menghubungi kembali dengan klaim bahwa terjadi kesalahan teknis dan dana akan dikembalikan. Mereka meminta nomor rekening atau mengarahkan korban ke portal palsu untuk memasukkan detail bank. Pada saat itulah penipu berhasil mencuri data perbankan.

Blibli menegaskan bahwa semua komunikasi resmi mereka hanya melalui kanal yang terverifikasi, seperti email resmi dengan domain @blibli.com, notifikasi dalam aplikasi, atau akun media sosial yang terverifikasi. Pengguna disarankan untuk selalu memeriksa alamat URL, menghindari klik pada tautan yang mencurigakan, dan tidak pernah memberikan data pribadi atau finansial melalui pesan pribadi.

  • Selalu login melalui aplikasi atau situs resmi Blibli.
  • Periksa keaslian penjual di marketplace dengan melihat rating dan ulasan.
  • Gunakan metode pembayaran yang menawarkan proteksi pembeli, seperti kartu kredit atau layanan escrow.
  • Jangan membagikan OTP atau kode verifikasi kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku dari Blibli.
  • Lapor segera ke layanan pelanggan Blibli jika ada komunikasi mencurigakan.

Selain langkah-langkah pencegahan di atas, Blibli bekerjasama dengan lembaga keamanan siber nasional untuk memantau aktivitas mencurigakan dan menutup akun penipu secepatnya. Mereka juga mengadakan kampanye edukasi melalui media sosial, menampilkan contoh pesan penipuan dan cara membedakannya dari komunikasi resmi.

Dengan meningkatnya penggunaan platform digital selama musim lebaran, kewaspadaan konsumen menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian. Memahami modus-modus yang beredar dan menerapkan kebiasaan berbelanja yang aman dapat melindungi tidak hanya uang, tetapi juga data pribadi yang berharga.

Keamanan belanja daring tetap menjadi tanggung jawab bersama antara penyedia layanan, regulator, dan konsumen. Dengan sinergi tersebut, diharapkan musim lebaran tetap menjadi momen kebahagiaan tanpa ancaman penipuan digital.

Post Comment