×

Terungkap! Kurir Narkoba Medan-Jakarta Tersangkut dalam Jaringan Judi Online Kamboja, Sabu Tersembunyi di Ban Pajero

Terungkap! Kurir Narkoba Medan-Jakarta Tersangkut dalam Jaringan Judi Online Kamboja, Sabu Tersembunyi di Ban Pajero

Sekolapedia – 27 Maret 2026 | Jakarta Pusat – Pada Jumat malam, kepolisian berhasil menggagalkan satu lagi operasi lintas wilayah yang melibatkan jaringan narkotika dan perjudian daring. Tim Polres Jakpus menahan seorang kurir yang diduga mengangkut sabu (metamfetamin) dalam ban mobil Pajero berplat Jakarta, sementara di Medan Direktorat Reserse Siber Polda Sumut menggerebek markas judi online yang berafiliasi dengan kelompok Kamboja, menjerat 19 tersangka. Kedua aksi ini ternyata memiliki benang merah yang menghubungkan rute perdagangan narkoba Medan‑Jakarta dengan aktivitas perjudian digital internasional.

Penangkapan Kurir Narkoba di Jakarta

Menurut keterangan resmi Polres Jakpus, pada pukul 20.30 WIB petugas melakukan pemeriksaan rutin di sebuah kawasan perumahan di Kelurahan Kebon Kacang. Saat menginspeksi sebuah mobil Mitsubishi Pajero berwarna hitam, mereka menemukan sebuah tabung berisi kristal putih berwarna kuning keemasan yang tersembunyi di dalam lapisan ban. Tabung tersebut berisi metamfetamin seberat 0,6 gram, yang diperkirakan bernilai jutaan rupiah di pasar gelap.

Kurir yang ditangkap, seorang pria berusia 28 tahun asal Medan, mengaku sedang mengangkut barang tersebut dari Medan ke Jakarta untuk dijual kembali. Ia menyatakan bahwa barang narkotika tersebut disembunyikan dalam ban sebagai upaya mengelak dari pemeriksaan rutin di pos pemeriksaan jalan. Polisi menemukan surat perintah pengiriman yang mencantumkan rute “Medan‑Jakarta” serta nomor telepon yang terdaftar atas nama seorang pengedar di Jakarta Selatan.

Penggerebekan Jaringan Judi Online Kamboja di Medan

Sementara itu, di Medan, Direktorat Reserse Siber Polda Sumut mengungkap jaringan judi online yang beroperasi dari sebuah apartemen di Jalan Palang Merah. Dalam dua hari penyelidikan intensif, polisi menahan 19 orang yang terlibat dalam promosi, operasional, hingga pengelolaan dana perjudian. Para tersangka menempati kamar 705, 601, dan 1005 di Apartemen Royal Mediterania, dimana mereka menggunakan teknologi enkripsi dan sistem pembayaran digital untuk menutupi jejak.

Komandan Reserse Siber, Kombes Pol Bayu Wicaksono, menjelaskan bahwa jaringan tersebut telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun, melayani pemain dari dalam negeri hingga luar negeri dengan taruhan tinggi. Ia menambahkan bahwa penyelidikan mengungkap adanya indikasi hubungan antara operator judi daring tersebut dengan kelompok kriminal yang juga terlibat dalam perdagangan narkotika, meski bukti konkret masih dalam proses pengumpulan.

Benang Merah Antara Kedua Kasus

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa kurir narkoba yang ditangkap di Jakarta memiliki nomor telepon yang sama dengan salah satu operator teknis di jaringan judi online Medan. Analisis data komunikasi digital menunjukkan adanya pertukaran pesan yang membahas “pengiriman barang” serta “pengepul dana” pada rentang waktu yang sama dengan pengiriman narkoba.

Polisi menganggap temuan ini sebagai petunjuk penting bahwa jaringan narkotika dan perjudian online dapat beroperasi secara sinergis, menggunakan satu jaringan logistik untuk mengangkut narkotika sekaligus memfasilitasi aliran uang hasil perjudian. Menurut tim penyidik, penggunaan kendaraan pribadi dengan penyimpanan narkoba di ban merupakan modus yang jarang terdeteksi, namun menjadi pilihan karena tidak meninggalkan jejak pada barang bawaan yang biasanya diperiksa.

Langkah Selanjutnya Penegakan Hukum

Polres Jakpus kini menahan kurir tersebut untuk proses penyidikan lebih lanjut, sementara tim Reserse Siber Polda Sumut melanjutkan penyidikan terhadap 19 tersangka judi online. Kedua institusi kepolisian berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Narkoba (KPN) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menelusuri jaringan distribusi narkotika yang lebih luas.

Selain menindak pelaku langsung, aparat berencana melakukan operasi penggerebekan pada gudang penyimpanan narkotika di wilayah Tangerang dan Bekasi yang diduga menjadi titik transit utama. Penegakan hukum diharapkan dapat memutus rantai logistik yang menghubungkan Medan, Jakarta, dan bahkan jaringan internasional yang beroperasi secara digital.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kejahatan tradisional seperti perdagangan narkotika kini berintegrasi dengan kejahatan siber, menuntut respons kepolisian yang lebih terkoordinasi lintas wilayah dan lintas bidang. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Post Comment