×

Menhan AS Marah Sekutu Eropa Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz: “Tak Punya Rasa Terima Kasih”

Menhan AS Marah Sekutu Eropa Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz: “Tak Punya Rasa Terima Kasih”

Sekolapedia – 27 Maret 2026 | Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, menyatakan kemarahan mendalamnya terhadap sekutu Eropa yang enggan mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Keputusan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik militer antara AS dan Iran, yang dalam tiga pekan terakhir telah menelan kerugian material bernilai miliaran dolar bagi Pentagon.

Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, merupakan titik krusial bagi aliran minyak dunia. Ketegangan meningkat sejak Iran melancarkan serangan balik masif terhadap instalasi militer Amerika dan sekutunya pada awal Maret 2026, menggunakan rudal balistik dan drone. Serangan tersebut berhasil menimpa sejumlah aset strategis, termasuk pesawat tempur, drone, dan sistem pertahanan radar.

Kerugian Militer Amerika Serikat

  • Pesawat Tempur: Tiga unit F-15E Strike Eagle jatuh setelah tembakan tembakan silang dengan jet F/A-18 Kuwait; satu F-35A Lightning II melakukan pendaratan darurat akibat tembakan Iran.
  • Drone: Lebih dari selusin MQ-9 Reaper hilang, delapan di antaranya ditembak jatuh oleh rudal Iran.
  • Pesawat Pengisian Bahan Bakar: Dua KC-135 Stratotanker bertabrakan di Irak, menewaskan enam awak; lima unit lainnya rusak akibat serangan rudal di Arab Saudi.
  • Sistem Radar: Radar AN/TPY-2 bagian THAAD di Yordania mengalami kerusakan parah.

Penilaian Elaine McCusker, mantan pejabat anggaran Pentagon, memperkirakan total kerugian mencapai antara 1,4 hingga 2,9 miliar dolar AS, atau setara dengan 23 hingga 49 triliun rupiah.

Penolakan Eropa Mengirim Kapal Perang

Dalam pertemuan darurat NATO di Brussels pada 25 Maret, beberapa negara anggota Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Belanda, menolak permintaan AS untuk menambah kehadiran kapal perang di Selat Hormuz. Mereka menyatakan bahwa penempatan tambahan dapat memperparah konfrontasi dan menimbulkan risiko keselamatan personel mereka.

Menhan Austin menanggapi penolakan tersebut dengan nada tajam, menyebut sikap sekutu “tidak menunjukkan rasa terima kasih” atas dukungan Amerika selama beberapa dekade dalam keamanan regional. Ia menambahkan bahwa “kita tidak bisa terus mengandalkan bantuan yang tidak konsisten ketika kepentingan bersama terancam.”

🔖 Baca juga:
The Search for Video Evidence: What the Public Needs to Know About Alleged Recordings

Dampak Politik dan Strategis

Penolakan Eropa menimbulkan pertanyaan tentang solidaritas aliansi Atlantik dalam menghadapi ancaman Iran. Para analis menilai bahwa ketegangan ini dapat menggeser keseimbangan kekuatan di Teluk Persia, mendorong Tehran untuk memperkuat posisi tawar melalui demonstrasi kemampuan militernya.

Di sisi lain, Amerika Serikat memperkirakan bahwa kehadiran kapal perang tambahan di Hormuz dapat menurunkan frekuensi serangan Iran terhadap konvoi minyak dan meningkatkan keamanan jalur pengiriman energi global. Namun, tanpa dukungan logistik dan intelijen dari sekutu Eropa, efektivitas operasi tersebut menjadi terbatas.

Langkah Selanjutnya

  1. AS kemungkinan akan mempercepat penggantian platform usang seperti KC-135 dengan KC-46 Pegasus yang lebih modern.
  2. Diplomasi intensif di tingkat NATO untuk meredakan ketegangan dan mencari kompromi mengenai peran sekutu.
  3. Peningkatan produksi dan penyebaran sistem pertahanan anti-rudal di pangkalan-pangkalan regional.

Selain itu, Washington terus mengevaluasi opsi ekonomi, termasuk sanksi tambahan terhadap Iran, untuk menekan Tehran agar menghentikan serangan balasan.

Dengan kerugian material yang terus menumpuk dan tekanan politik yang meningkat, masa depan operasi militer AS di Selat Hormuz tetap tidak pasti. Menhan Austin menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mundur, namun keberhasilan strategi tersebut sangat bergantung pada koordinasi dan komitmen bersama sekutu, baik di Eropa maupun di kawasan Timur Tengah.

Post Comment