×

Survei Lebaran 2026: Gen Z & Milenial Pilih Hemat, Bukan Baju Baru

Survei Lebaran 2026: Gen Z & Milenial Pilih Hemat, Bukan Baju Baru

Sekolapedia – 25 Maret 2026 | Jakarta, 25 Maret 2026 – Sebuah survei terbaru mengungkap tren konsumsi yang mengejutkan menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini. Generasi Z dan milenial tampak menurunkan prioritas membeli pakaian baru untuk Lebaran, mengalihkan dana ke kebutuhan finansial lain seperti tabungan, investasi, dan kebutuhan sehari-hari.

Data Survei Menunjukkan Perubahan Sikap

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset independen melibatkan 2.500 responden berusia 18 hingga 35 tahun dari berbagai kota besar di Indonesia. Hasil utama menunjukkan bahwa hanya 22% dari Gen Z (usia 18‑24) dan 28% dari milenial (usia 25‑35) berencana membeli baju baru khusus Lebaran. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan survei serupa pada tahun 2023, yang mencatat 45% dan 52% masing‑masing.

  • Prioritas dana: 61% responden menyatakan akan menambah tabungan darurat, sementara 48% berencana mengalokasikan sebagian uang untuk investasi reksa dana atau saham.
  • Kepedulian lingkungan: 37% mengaku mengurangi pembelian pakaian baru demi mengurangi limbah tekstil.
  • Pengaruh ekonomi: 54% mengaku khawatir dengan inflasi dan harga kebutuhan pokok yang terus naik.

Faktor-faktor yang Memicu Perubahan

Beberapa faktor utama menjadi pemicu perubahan perilaku konsumsi ini. Pertama, tekanan ekonomi makro yang masih terasa sejak krisis energi dan fluktuasi nilai tukar. Kedua, meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dari industri fashion fast‑fashion, yang seringkali menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah besar.

Selain itu, edukasi finansial yang lebih mudah diakses melalui platform digital juga memberikan dampak signifikan. Aplikasi fintech dan konten edukatif di media sosial telah membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang pentingnya menabung, diversifikasi investasi, serta manajemen risiko keuangan.

Strategi Finansial Gen Z & Milenial di 2026

Strategi keuangan yang diadopsi oleh generasi ini tampak lebih terstruktur. Menurut hasil survei, 72% memiliki rekening tabungan khusus untuk tujuan jangka pendek, termasuk persiapan Lebaran. Sementara 58% melaporkan memiliki portofolio investasi yang mencakup reksa dana, obligasi, dan saham dengan nilai rata‑rata investasi sebesar Rp3,2 juta.

🔖 Baca juga:
Largest Cities in the US by Population: Top American Cities Ranked for 2026

Di sisi lain, 44% menyatakan bahwa mereka lebih memilih meminjam pakaian dari keluarga atau teman, atau memanfaatkan layanan penyewaan pakaian (rental) sebagai alternatif yang lebih ramah kantong dan lingkungan.

Reaksi Industri Fashion

Industri fashion Indonesia merespons pergeseran ini dengan meluncurkan koleksi berkelanjutan, program daur ulang pakaian, serta penawaran paket sewa baju Lebaran. Beberapa merek besar bahkan memperkenalkan program “Beli Satu, Donasikan Satu” yang mengarahkan sebagian penjualan ke yayasan sosial.

Namun, tidak semua pelaku pasar mampu beradaptasi. Toko-toko konvensional yang mengandalkan penjualan pakaian baru mengalami penurunan penjualan hingga 30% pada kuartal pertama 2026, memaksa mereka untuk mempertimbangkan diversifikasi produk atau layanan tambahan.

Implikasi Sosial dan Budaya

Perubahan pola konsumsi ini juga menimbulkan dampak sosial. Tradisi memberi pakaian baru sebagai simbol keberkahan Lebaran tetap bertahan, namun kini lebih banyak keluarga yang memilih memberi hadiah non‑material, seperti voucher belanja, atau bahkan mengalokasikan dana untuk kegiatan ibadah bersama.

Selain itu, fenomena ini memperkuat narasi bahwa generasi muda tidak sekadar mengejar tren, melainkan menilai nilai jangka panjang dari setiap pengeluaran. Hal ini diyakini dapat mendorong budaya keuangan yang lebih sehat di masa depan.

Secara keseluruhan, survei ini mencerminkan pergeseran nilai yang signifikan di kalangan Gen Z dan milenial. Lebih menekankan pada stabilitas finansial, keberlanjutan, dan penggunaan sumber daya yang bijak, mereka menata ulang cara merayakan Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan keuangan atau lingkungan.

Dengan tren ini, diharapkan kebijakan publik dan inisiatif industri dapat lebih selaras dengan aspirasi generasi muda, menciptakan ekosistem konsumen yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Post Comment