Sekolapedia – 21 Maret 2026 | London – Kunjungan mendadak Simon Grayson ke markas latihan Leeds United pada pekan lalu menggerakkan kembali spekulasi seputar hubungan antara timnas Indonesia dan pemain keturunan Indonesia, Pascal Struijk. Grayson, yang baru saja diumumkan menjadi asisten pelatih timnas Garuda di bawah pimpinan John Herdman, mengungkapkan kegembiraannya dalam sebuah unggahan Instagram, menuturkan bahwa ia kembali ke akademi Leeds setelah lebih dari satu dekade. “Tempat ini benar‑benar berubah,” tulisnya sambil menyertakan foto latar belakang akademi.
Kode Garuda di Kaki Struijk
Tidak lama setelah foto Grayson beredar, Pascal Struijk mengunggah serangkaian foto di akun pribadi yang menampilkan tato baru berbentuk burung Garuda di pergelangan kakinya. Tato tersebut langsung menarik perhatian netizen, yang menilai sebagai isyarat kuat bahwa sang bek tengah Leeds United bersedia mempertimbangkan panggilan ke timnas Indonesia. Struijk memang memiliki garis keturunan Indonesia melalui kakek‑nenek dari Surabaya, namun dalam sebuah wawancara pada tahun 2020 ia menyatakan bahwa membela timnas Indonesia bukan prioritas kariernya, bahkan mengaku terbuka untuk dipanggil oleh timnas Inggris bila ada kesempatan.
Penampilan tato Garuda ini menimbulkan pertanyaan apakah telah terjadi pertemuan pribadi antara Grayson dan Struijk untuk membahas kemungkinan tersebut. Meski belum ada konfirmasi resmi dari PSSI, spekulasi di media sosial semakin memanas, dengan banyak penggemar berharap langkah ini menjadi sinyal awal integrasi pemain berdarah Indonesia ke dalam skuad nasional.
Peran Simon Grayson dalam Struktur Baru Timnas
Penunjukan Simon Grayson sebagai asisten pelatih menambah lapisan internasional pada tim kepelatihan John Herdman. Grayson, yang pernah melatih Leeds United selama 14 tahun, membawa pengalaman melatih di level Premier League dan Championship. Ia dikabarkan akan berkolaborasi erat dengan konsultan teknik asal Inggris, Alistair Smith, serta pelatih performa Kanada, Cesar Meylan, dan pelatih fisik Sofie Imam Faizal.
Namun, di tengah pengisian posisi staf, satu jabatan krusial masih kosong: manajer timnas Indonesia. Posisi ini ditinggalkan oleh Sumardji pada Desember 2025 dan hingga kini belum terisi. Kekosongan ini dianggap berpotensi menghambat koordinasi administratif dan operasional tim, terutama menjelang fase persiapan kompetisi internasional mendatang.
Implikasi bagi Timnas Indonesia
Keberadaan Grayson di samping Herdman diyakini dapat memperkuat taktik dan mentalitas timnas. Pengalaman Grayson dalam mengelola pemain bertahan dapat menjadi nilai tambah bagi lini belakang Garuda, terutama dalam memanfaatkan potensi pemain diaspora seperti Struijk. Jika tato Garuda menjadi pertanda serius, kehadiran Struijk di skuad dapat meningkatkan kualitas pertahanan sekaligus menambah dimensi taktik yang lebih fleksibel.
Di sisi lain, kekosongan manajer tim tetap menjadi tantangan. Tanpa seorang manajer yang mengatur logistik, jadwal latihan, dan hubungan dengan klub-klub domestik, proses integrasi pemain asing ke timnas dapat menjadi lebih rumit. PSSI diharapkan segera mengumumkan pengganti agar struktur kepelatihan berfungsi secara optimal.
Reaksi Publik dan Media
- Netizen mengapresiasi langkah Grayson, menilai ia membawa semangat kompetitif yang dibutuhkan timnas.
- Penggemar Struijk menunggu konfirmasi resmi, berharap tato Garuda bukan sekadar gimmick.
- Pengamat sepak bola menilai bahwa pengisian posisi manajer harus dipercepat untuk menghindari disorganisasi.
Secara keseluruhan, kehadiran Simon Grayson sebagai asisten pelatih menandai babak baru bagi timnas Indonesia. Kombinasi pengalaman internasional, antusiasme terhadap pemain keturunan Indonesia, dan upaya memperkuat staf teknis menunjukkan ambisi PSSI untuk bersaing di level Asia dan dunia. Namun, realisasi strategi ini tetap bergantung pada penyelesaian kekosongan posisi manajer serta keputusan resmi mengenai panggilan Pascal Struijk.
Jika semua elemen dapat bersinergi, timnas Garuda memiliki peluang besar untuk meningkatkan performa dan meraih prestasi di kompetisi mendatang.



Post Comment