Sekolapedia – 27 Maret 2026 | Ruang pemakaman keluarga Djarum di Godo, Desa Punjulharjo, Rembang, berubah menjadi lautan karangan bunga berwarna-warni pada Rabu, 25 Maret 2026. Ribuan pelayat, termasuk karyawan Djarum, tokoh bisnis, pejabat daerah, serta masyarakat umum, berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir kepada Michael Bambang Hartono, pendiri sekaligus bos besar Djarum serta BCA yang wafat di Singapura pada 22 Maret 2026.
Latar Belakang Pemakaman
Jenazah almarhum dibawa dari GOR Djarum di Kudus menggunakan mobil jenazah yang diawasi ketat aparat kepolisian dan TNI. Sebelum keberangkatan, jenazah sempat menjalani misa kudus yang dipimpin Romo Leonardus Tinah Kusumah. Di lokasi pemakaman, dua tenda putih besar disiapkan khusus untuk keluarga inti dan tamu undangan, menandakan upacara yang bersifat tertutup namun tetap memungkinkan media meliput dari luar area utama.
Rangkaian Upacara
Pukul 10.20 WIB, iring-iringan mobil jenazah melintasi lorong yang dipenuhi ratusan karangan bunga dan janur kuning yang berjajar sepanjang hampir 200 meter. Karangan bunga datang dari berbagai kalangan—pengusaha, pejabat, organisasi kemasyarakatan, serta institusi pendidikan—menunjukkan luasnya jaringan almarhum. Di antara kendaraan yang hadir, terdapat dua helikopter yang parkir dekat area pemakaman, menegaskan pentingnya peristiwa tersebut.
Sebelum jenazah dimasukkan ke dalam peti, keluarga melakukan ritual tradisional pemecahan semangka, simbol keberuntungan dan harapan agar almarhum tenang di alam baka. Setelah prosesi resmi selesai, jenazah ditempatkan di atas tanah pemakaman keluarga “Bong Djarum”, tepat di samping makam orang tua Michael Bambang Hartono yang terletak di bagian tertinggi kompleks.
Reaksi Pelayat
Ribuan pelayat datang secara bergelombang, sebagian menggunakan bus rombongan yang diorganisir oleh PT Djarum, sementara yang lain datang dengan mobil pribadi atau sepeda motor. Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, menyampaikan bahwa kompleks pemakaman Nggodo telah menjadi tempat peristirahatan beberapa generasi Djarum, dan kehadiran almarhum di antara orang tuanya menegaskan ikatan kuat keluarga dengan tanah kelahiran.
Karyawan Djarum yang hadir mengingat almarhum sebagai sosok yang dekat dengan mereka, tidak hanya sebagai atasan tetapi juga sebagai mentor. Banyak yang mengungkapkan rasa kehilangan mendalam, sekaligus rasa terinspirasi oleh semangat wirausaha dan kontribusi sosial yang telah ditinggalkan.
Makna Karangan Bunga dan Janur Kuning
Karangan bunga yang berjejer rapi di Grand Heaven mencerminkan penghormatan lintas sektor. Bunga mawar putih melambangkan kesucian, sementara bunga krisan kuning menandakan penghargaan terhadap jasa. Janur kuning, tradisi khas Jawa, menambah nuansa budaya dalam upacara modern ini, menegaskan bahwa meskipun almarhum dikenal di kancah internasional, akar budaya lokal tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya.
Keberadaan dua helikopter di area pemakaman tidak hanya menambah dimensi visual, tetapi juga menunjukkan tingkat keamanan serta kepentingan strategis acara, mengingat almarhum memiliki peran penting dalam sektor keuangan dan industri tembakau.
Dengan prosesi yang tertutup, media hanya dapat menyampaikan gambaran umum melalui observasi luar. Meskipun demikian, suasana duka yang terpancar jelas terlihat dari kerumunan, sorakan do’a, serta aliran bunga yang tak henti‑hentinya mengalir ke arah makam.
Upacara pemakaman ini menutup babak penting dalam sejarah Djarum dan BCA, sekaligus membuka lembaran baru bagi generasi berikutnya yang akan melanjutkan warisan bisnis dan sosial yang telah dibangun oleh Michael Bambang Hartono. Penghormatan yang diberikan melalui ribuan karangan bunga serta kehadiran luas dari berbagai lapisan masyarakat menjadi bukti nyata betapa pengaruh almarhum melampaui batas korporasi, menancap kuat di hati banyak orang.



Post Comment