Menjelang Ramadan, banyak yang bertanya-tanya: “Boleh nggak sih puasa kalau punya masalah ginjal?” Jawabannya: boleh saja, tapi harus pakai strategi dan nggak boleh sembarangan.
Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), mengingatkan bahwa bagi yang punya riwayat gangguan ginjal, kita harus lebih “melek” dengan kondisi tubuh sendiri. Salah satu indikator utamanya adalah angka GFR (Glomerular Filtration Rate), yaitu skor yang menunjukkan seberapa jago ginjalmu menyaring racun dari darah.
Baca Juga : Jadwal dan Cara Daftar
Cek Skor GFR Kamu di Sini
Biar gampang, berikut adalah panduan skor GFR yang biasa dipakai para dokter:
- ≥ 90: Ginjal masih oke banget.
- 60-89: Ada penurunan sedikit (ringan).
- 30-59: Penurunan sedang.
- 15-29: Penurunan berat.
- < 15: Tahap gagal ginjal.
Intinya, makin kecil angka GFR-mu, makin “capek” ginjalmu menyaring cairan dan limbah tubuh.
Kapan Harus “Rem” Puasa?
Prof. Nur Rasyid menyarankan, kalau skor GFR kamu sudah di bawah 40, sebaiknya jangan nekat puasa dulu tanpa pengawasan dokter.
Musuh Terbesar: Dehidrasi Masalah utama orang ginjal saat puasa adalah kekurangan cairan. Saat kita dehidrasi, aliran darah ke ginjal jadi berkurang. Padahal, ginjal butuh aliran darah yang stabil buat bekerja. Kalau kurang minum, beban kerja ginjal malah makin berat dan kondisinya bisa drop dengan cepat.
Bagaimana kalau GFR di bawah 15? Untuk kondisi ini, biasanya dokter tidak menyarankan puasa sama sekali ya. Karena risikonya tinggi banget, mulai dari dehidrasi parah sampai ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya bagi tubuh. Ingat, ibadah itu tujuannya baik, jadi jangan sampai memaksakan diri kalau kesehatan sedang tidak mendukung.
Baca Juga : Jadwal dan Cara Daftar
Tips Puasa “Ginjal-Friendly”
Kalau dokter sudah memberi lampu hijau buat kamu berpuasa, kuncinya adalah manajemen cairan:
- Kejar Target Total Cairan: Yang terpenting bukan jadwal minum yang dibagi rata, tapi jumlah total air yang masuk ke tubuh dalam sehari.
- Cicil Minum: Minumlah lebih banyak saat buka puasa, lalu cicil secara bertahap sampai malam hari. Tapi, jangan terlalu banyak minum pas mau tidur supaya kamu nggak bolak-balik ke toilet.
- Sahur itu Penting: Pastikan asupan cairan saat sahur cukup sebagai “tabungan” buat siang harinya.
- Cek Ureum & Kreatinin: Sebelum puasa, sempatkan cek darah untuk tahu nilai GFR kamu. Konsultasikan hasilnya sama dokter, biar kamu tenang menjalankan ibadah.
Ingat, setiap orang punya kebutuhan cairan yang beda-beda tergantung usia dan kondisi fisik. Jadi, jangan ragu untuk tanya ke dokter langgananmu, ya!
Penulis : Reyfen


Post Comment