Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa perang melawan Iran diperkirakan akan berlangsung sekitar empat hingga lima minggu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama jika konflik terus berlanjut.
Trump menyebut bahwa Amerika Serikat bersama Israel terlibat dalam perang dengan Iran karena menganggap negara tersebut sebagai ancaman serius. Ia juga menyoroti perkembangan program rudal balistik Iran yang dinilai semakin pesat.
baca juga:Surabaya Wajib Tahu! Ini Jadwal Buka Puasa 6 Maret 2026 Biar Nggak Ketinggalan Takjil
Menurut Trump, perkembangan tersebut menimbulkan ancaman besar bagi Amerika Serikat, termasuk bagi pasukan militer AS yang ditempatkan di berbagai wilayah luar negeri.
Trump juga memperkirakan jumlah korban dari pihak militer maupun warga sipil kemungkinan masih akan bertambah di kawasan Timur Tengah. Hingga saat ini, laporan korban menunjukkan sedikitnya 555 orang tewas di Iran, 13 orang di Lebanon, 10 orang di Israel, 3 orang di Uni Emirat Arab, dan 2 orang di Irak. Sementara itu, Oman, Bahrain, dan Kuwait masing-masing melaporkan satu korban meninggal akibat serangan balasan Iran.
Trump kembali menegaskan rencana operasi militer AS yang diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima minggu. Namun ia mengatakan bahwa perkembangan di lapangan berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Ia juga menyebut bahwa dalam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel, sejumlah tokoh penting Iran telah tewas, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei, serta beberapa pejabat tinggi lainnya, termasuk pimpinan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Sebagai bagian dari strategi menghadapi perang melawan AS dan Israel, Iran juga mengambil langkah dengan menutup Selat Hormuz. Jalur laut ini sangat penting karena menjadi rute transportasi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Penasihat senior Garda Revolusi Iran, Ebrahim Jabari, menyatakan bahwa Iran siap menyerang kapal mana pun yang mencoba melewati selat tersebut.
Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz telah ditutup, dan jika ada kapal yang mencoba melintas, pasukan Garda Revolusi bersama angkatan laut Iran akan menghancurkan kapal tersebut.
Dampak bagi Indonesia
Konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah dengan penutupan Selat Hormuz, berpotensi menyebabkan harga minyak dunia melonjak.
Menanggapi situasi ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa stok bahan bakar minyak di Indonesia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari ke depan.
penulis:putra


Post Comment