×

Megawati Ucapkan Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Soroti Warisan Sukarno dan Nilai Pancasila

Megawati Ucapkan Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Soroti Warisan Sukarno dan Nilai Pancasila

Sekolapedia – 16 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan selamat resmi kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei atas terpilihnya sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Surat ucapan tersebut diserahkan melalui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada kunjungan resmi ke kediaman Megawati di Menteng, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026. Surat itu kemudian dipublikasikan pada 15 Maret 2026.

Rangkaian Acara dan Isi Surat

Dalam surat yang ditujukan kepada Mojtaba Khamenei, Megawati menegaskan rasa hormat Indonesia terhadap keputusan Majelis Pakar Iran yang memilih sang putra kedua Ayatollah Ali Khamenei sebagai Rahbar baru. Ia menulis, “Sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, dan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Yang Mulia Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar.”

Megawati menyoroti tantangan yang dihadapi Iran pada masa pemilihan, termasuk tekanan ekonomi dan sanksi internasional, namun menilai pemimpin baru telah berhasil memperoleh kepercayaan luas dari ulama serta rakyat. “Pemilihan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran. Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat‑sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran,” demikian bunyi kutipan surat.

Menilik Warisan Sukarno

Megawati tidak hanya menekankan aspek politik Iran, melainkan juga mengaitkannya dengan warisan geopolitik ayahandanya, Soekarno. Ia menegaskan pentingnya persatuan nasional, kemandirian, dan kedaulatan yang selalu ditekankan oleh Bung Karno sejak era perjuangan kemerdekaan. “Bung Karno selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, serta kokoh dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa,” kata Megawati, menambah bahwa upaya Bung Karno dalam membangun solidaritas negara‑negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin melalui Konferensi Asia‑Afrika 1955, Gerakan Non‑Blok 1961, dan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) 1965 masih relevan dalam konteks dunia yang terus berubah.

Iran dalam Kacamata Sejarah dan Pancasila

Megawati menyoroti sejarah peradaban Iran yang panjang sebagai faktor pembentuk karakter bangsa yang tangguh. Ia berpendapat, meski berada di bawah tekanan sanksi ekonomi yang berlarut‑larut, Iran tetap mampu menegakkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kebudayaan yang khas—nilai yang ia sebut sebagai “Trisakti” yang diusung Bung Karno. “Bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
House Passes Massive $1.15 Trillion Defense Package Amid Fierce Debate Over Israel and Spending

Selanjutnya, Megawati menekankan bahwa kepemimpinan Mojtaba Khamenei diharapkan dapat melanjutkan perjuangan revolusi Iran dalam menegakkan keadilan global serta menolak dominasi neo‑imperialisme. Ia mengaitkan hal ini dengan falsafah Pancasila, khususnya prinsip hidup bersama secara damai (peaceful co‑existence), kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan tanpa sekat. “Prinsip ini merupakan cerminan dari falsafah dan ideologi bangsa kami, Pancasila, serta termaktub dalam konstitusi kami,” tegasnya.

Harapan Terhadap PBB dan Dunia Internasional

Megawati juga mengingatkan peran Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) dalam menjaga kemanusiaan, menghentikan invasi sepihak, dan menyelesaikan konflik melalui dialog. Ia menilai sudah saatnya PBB mengambil peran lebih sentral dengan dukungan negara‑negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang menginginkan dunia damai bebas dari eksploitasi. “Kita semua adalah umat manusia yang satu, yang menghuni planet bumi yang sama, dan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Surat tersebut diakhiri dengan doa dan harapan tulus bagi Mojtaba Khamenei. Megawati menuliskan, “Semoga Yang Mulia senantiasa memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan bimbingan ilahi untuk membawa Iran keluar dari krisis, menuntun bangsa Iran menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat, serta membangun dunia yang lebih damai dan konstruktif bagi seluruh umat manusia.”

Ucapan selamat resmi ini menandai salah satu contoh diplomasi personal yang menegaskan kedekatan historis antara Indonesia dan Iran, sekaligus menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip‑prinsip kedaulatan, keadilan, dan perdamaian internasional.

Post Comment