Awalnya, kuota rumah subsidi di Kalbar cuma sekitar 8.957 unit. Tapi setelah Pak Sekda minta jadi 20 ribu, Bang Ara justru kasih lebih: 22.000 unit!
Kenapa ditambah sebanyak itu? Karena menurut Bang Ara, kalau sektor perumahan jalan, ekonomi warga juga ikut muter. Tukang bangunan laku, toko bangunan laris, bahkan warung nasi di sekitar proyek pun kebagian rezeki.
Baca juga:Akhirnya! Motor Kustom Bisa Legal di Jalan Raya, Cek Dulu Syarat dari Kemenhub Ini
KUR Perumahan Lewat BRI Makin Kencang
Buat urusan duit, BRI jadi pemain utama nih. Dari total sekitar Rp5 triliun KUR sektor perumahan, 55 persennya disalurin lewat BRI. Bang Ara pesen supaya prosesnya dibikin makin cepat dan gampang, biar warga nggak lari ke rentenir. Bunganya sudah rendah, tinggal pelayanannya saja yang harus makin gas pol!
Program Bedah Rumah (BSPS) Juga Naik Kelas
Bukan cuma rumah baru, program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga naik level:
- Tahun lalu: 3.096 unit.
- Tahun ini: Melonjak jadi 13.800 unit!
Pemerintah daerah diminta gerak cepat buat setor data warga yang berhak dapet bantuan ini ke sistem pusat maksimal dalam seminggu.
PBG dan BPHTB Gratis: Jangan Ditunda!
Sesuai arahan Presiden Prabowo, Bang Ara tegas banget soal biaya administrasi. Dia minta semua kabupaten/kota di Kalbar segera membebaskan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) buat masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau dalam tiga hari belum jalan, kita umumin deh Pemda mana yang belum melaksanakan kebijakan pro rakyat ini,” tegasnya.
Kesimpulannya
Program rumah subsidi dan bedah rumah ini bukan sekadar bagi-bagi hunian, tapi cara pemerintah buat gotong royong gerakin ekonomi rakyat di Kalbar. Harapannya, sosialisasi ini nggak cuma jadi acara seremoni, tapi langsung ada transaksi nyata buat masyarakat.
Penulis: marfel
Post Comment