Sekolapedia – 21 Maret 2026 | Jakarta – Pada tanggal 20 Maret 2026, Komite Penghapusan Utang Ilegitim (CADTM) mengumumkan publikasi daftar ketiga penandatangan terkemuka Panggilan Internasional untuk memperkuat aksi antifasis dan anti-imperialis. Daftar tersebut menambah lebih dari 1.800 nama aktivis, ilmuwan, dan pemimpin gerakan sosial dari seluruh dunia, menandai lonjakan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Di antara ribuan tanda tangan, tiga tokoh menonjol menarik perhatian media internasional: David Clement, penulis dan aktivis asal Prancis; Agnes Metougou, kepala Platform Informasi dan Aksi Utang (PFIAD) di Kamerun; serta Jennifer Alvarez, koordinator jaringan solidaritas perempuan di Amerika Latin. Ketiganya, meski berasal dari latar belakang yang berbeda, bersatu dalam visi menolak dominasi fasisme dan imperialisme yang semakin mengglobal.
David Clement: Dari Penulisan ke Aksi Lapangan
David Clement, yang sebelumnya dikenal lewat karya esai politiknya tentang neo-liberalisme, memutuskan bergabung dengan CADTM pada awal tahun 2025. Ia menandatangani panggilan internasional pada bulan Januari 2026, menyoroti pentingnya menghubungkan analisis teoretis dengan aksi praktis di tingkat komunitas. “Kita tidak bisa hanya menulis tentang ketidakadilan; kita harus menjadi bagian dari solusi,” ujar Clement dalam sebuah wawancara virtual dengan jaringan media progresif.
Clement kini memimpin sebuah koalisi kecil yang meneliti dampak utang luar negeri pada negara-negara Afrika Barat, menggabungkan data statistik dengan kisah lived experience warga terdampak. Upayanya memperkuat argumen bahwa beban utang merupakan instrumen politik yang sering dipakai untuk mengekang kedaulatan nasional.
Agnes Metougou: Suara Afrika dalam Gerakan Global
Agnes Metougou, yang memimpin PFIAD di Kamerun, telah menjadi wajah utama perjuangan melawan utang tidak sah di kawasan Sahel. Dalam daftar CADTM, namanya muncul bersama tokoh-tokoh lain seperti Leo Gabriel dari Austria dan Lidia Fagale dari Argentina, menegaskan keberagaman geografis koalisi ini.
Metougou menekankan bahwa beban utang tidak hanya menjerat ekonomi negara, tetapi juga memperparah krisis iklim dan hak asasi manusia. “Setiap kali negara-negara maju menuntut pembayaran, mereka mengorbankan hak hidup warga kami,” katanya. Melalui platform informasi yang dikelolanya, ia menyediakan data transparan yang membantu komunitas lokal menuntut keadilan fiskal.
Jennifer Alvarez: Menyatukan Suara Perempuan di Amerika Latin
Jennifer Alvarez, aktivis asal Chile, merupakan koordinator jaringan solidaritas perempuan yang berafiliasi dengan Gente de la Calle Foundation. Sebagai bagian dari daftar penandatangan CADTM, ia menyoroti peran gender dalam perjuangan anti-fasis. “Fasisme tidak hanya menyerang kebebasan politik, tetapi juga menindas perempuan melalui kebijakan patriarkal,” ujarnya.
Alvarez memimpin serangkaian kampanye yang menghubungkan perjuangan perempuan dengan isu-isu ekonomi global, termasuk beban utang dan penyesuaian struktural yang menindas. Ia berkolaborasi dengan aktivis lain seperti Carmen Hertz dari Chile dan Maybel González MarÃn dari Kuba, memperluas jaringan solidaritas lintas negara.
Daftar Penandatangan: Sebuah Jaringan Global
Daftar CADTM mencakup ratusan nama, mulai dari legislatif hingga aktivis komunitas. Beberapa contoh penting meliputi:
- Lidia Fagale – Direktur Editorial, Acitivist.clavechinanoticias.com (Argentina)
- Leo Gabriel – Anggota Dewan Internasional World Social Forum (Austria)
- Vilma Ripoll – Mantan Anggota Parlemen (Austria)
- Loïc Crobeddu – Presiden Attac Bruxelles (Belgium)
- Guadalupe Pérez – Presiden Organisasi Encuentro Social Alternativo (Bolivia)
- Conceição Cassano – Anggota Komite Sentral Partai Komunis Brazil (PCdoB)
- Rosa Mercedes Salazar Diaz – Kepala Hubungan Internasional Asosiasi Wanita Nela Martinez (Ekuador)
Keberagaman ini menegaskan bahwa gerakan anti-fasis dan anti-imperialis tidak terikat pada satu wilayah atau ideologi tertentu, melainkan didorong oleh solidaritas lintas batas.
Implikasi Politik dan Ekonomi
Penandatanganan massal ini memberi sinyal kuat kepada institusi internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Tekanan yang terkoordinasi dapat memaksa lembaga-lembaga tersebut untuk meninjau kembali kebijakan penyesuaian struktural yang selama ini menindas negara-negara berkembang.
Selain itu, gerakan ini memperkuat jaringan pertukaran pengetahuan, memungkinkan aktivis seperti Clement, Metougou, dan Alvarez untuk berbagi data, strategi, dan sumber daya. Kolaborasi semacam ini meningkatkan efektivitas aksi lokal sekaligus membangun narasi global yang menolak dominasi fasis dan imperial.
Dengan lebih dari 1.800 tanda tangan, Panggilan Internasional CADTM kini menjadi salah satu manifestasi terbesar solidaritas anti-fasis abad ke-21. Keberadaan tokoh-tokoh seperti David Clement, Agnes Metougou, dan Jennifer Alvarez menunjukkan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat simbolik, melainkan berakar pada aksi konkret yang menantang struktur kekuasaan global.
Ke depan, CADTM membuka peluang bagi publik untuk menambahkan nama mereka melalui platform digital resmi, menandakan bahwa gerakan ini masih dalam fase pertumbuhan yang dinamis. Jika dukungan terus meningkat, kemungkinan besar tekanan kolektif akan memaksa perubahan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan.



Post Comment