Kepala BGN Dadan Ungkap SPPG Terima Rp1 Miliar per Bulan, MBG Disesuaikan dengan Jadwal Sekolah

Kepala BGN Dadan Ungkap SPPG Terima Rp1 Miliar per Bulan, MBG Disesuaikan dengan Jadwal Sekolah

Sekolapedia – 28 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengkonfirmasi bahwa setiap Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) menerima dana sebesar satu miliar rupiah per bulan untuk mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Pernyataan itu sekaligus menjelaskan penyesuaian mekanisme penyaluran MBG sesuai dengan kehadiran siswa di sekolah, serta rencana efisiensi yang dapat menghemat hingga Rp40 triliun per tahun.

Penyaluran MBG Disesuaikan dengan Hari Sekolah

Dadan menegaskan bahwa MBG akan diberikan hanya pada hari-hari ketika siswa hadir di sekolah. “Jika sekolah beroperasi lima hari, maka MBG disalurkan lima kali dalam seminggu; jika ada sekolah yang mengadakan enam hari, maka penyaluran juga enam kali,” ujarnya melalui pesan singkat pada Jumat, 27 Maret. Data terbaru menunjukkan mayoritas sekolah di Indonesia beroperasi lima hari, sehingga kebanyakan siswa akan menerima MBG sebanyak lima kali seminggu.

Basis penyaluran MBG berupa makanan segar siap santap yang dikirim ke lokasi penerima manfaat berdasarkan daftar terdata. Untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, distribusi dilakukan melalui posyandu atau kunjungan rumah, sementara siswa menerima paket makanan langsung di sekolah. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya mendapat makanan di asrama masing‑masing. Jika terjadi libur sekolah, distribusi MBG dihentikan hingga hari belajar kembali.

Efisiensi Anggaran dan Target Penghematan

Rencana efisiensi program MBG dipicu oleh usulan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyatakan bahwa pengurangan hari operasional dari enam menjadi lima dapat menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun. Dadan menanggapi usulan tersebut dengan menambahkan bahwa efisiensi tidak hanya mengurangi frekuensi penyaluran, melainkan juga meningkatkan kualitas makanan dan mengoptimalkan logistik.

  • Pengurangan Hari Operasional: Dari enam menjadi lima hari per minggu untuk mayoritas sekolah.
  • Penghematan Anggaran: Diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.
  • Peningkatan Kualitas: Fokus pada makanan segar, siap santap, dan distribusi tepat sasaran.

Selain itu, Dadan menegaskan bahwa BGN pada tahun 2026 berkomitmen mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efektivitas program gizi nasional. Hal ini mencakup pemantauan ketat terhadap penggunaan dana SPPG, yang masing‑masing menerima Rp1 miliar per bulan, guna memastikan setiap rupiah tepat guna dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia.

🔖 Baca juga:
Denada Siap Temui Ressa Rossano Tanpa Pengacara: Jawaban Ditunggu Usai Klaim 24 Tahun Ditelantarkan

Dampak Kebijakan Terhadap Anak Sekolah

Penyesuaian hari penyaluran MBG diharapkan tidak mengurangi manfaat gizi bagi anak sekolah. Menurut Dadan, kualitas makanan tetap terjaga meski frekuensi penyaluran berkurang, karena BGN berupaya meningkatkan nilai gizi per porsi. Selain itu, penghematan anggaran dapat dialokasikan kembali ke program-program gizi lain, seperti suplementasi mikronutrien untuk ibu hamil dan balita, serta pelatihan gizi bagi tenaga pendidik.

Para ahli gizi menilai kebijakan ini sebagai langkah realistis mengingat kondisi ekonomi yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global. Dengan menyesuaikan distribusi MBG pada hari sekolah, pemerintah dapat meminimalkan pemborosan makanan yang tidak terpakai selama libur, sekaligus meningkatkan efisiensi logistik.

Reaksi Publik dan Stakeholder

Berbagai kalangan, termasuk orang tua, guru, dan organisasi masyarakat sipil, menyambut baik penjelasan Dadan. Mereka menilai bahwa kebijakan baru memberikan kepastian tentang ketersediaan makanan bergizi pada hari belajar, sekaligus mengurangi beban administrasi pada masa libur. Namun, sebagian pihak mengingatkan pentingnya monitoring ketat agar tidak terjadi penurunan asupan gizi pada anak yang bersekolah di wilayah dengan jadwal enam hari.

Secara keseluruhan, kebijakan penyesuaian hari penyaluran MBG serta alokasi dana SPPG sebesar Rp1 miliar per bulan mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara efisiensi fiskal dan keberlanjutan gizi anak. Dengan dukungan semua pemangku kepentingan, program MBG diharapkan tetap menjadi pilar penting dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ke depan, BGN berjanji akan terus memantau pelaksanaan program, memperbaiki mekanisme distribusi, dan memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan melalui SPPG memberikan dampak positif yang maksimal bagi generasi penerus bangsa.

Post Comment