Kecelakaan Maut di Desa Beruas Bateng, Dua Pengendara Motor Tewas di Tempat

Kecelakaan Maut di Desa Beruas Bateng, Dua Pengendara Motor Tewas di Tempat

Sekolapedia – 27 Maret 2026 | Jumat, 27 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah kecelakaan lalu lintas yang berujung pada dua korban tewas terjadi di Desa Beruas Bateng, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Insiden melibatkan satu unit truk tronton berjenis box dan satu unit sepeda motor Honda Vario yang sedang menempuh rute Medan‑Tebing Tinggi.

Kronologi Singkat

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Fauzul Arasy, S.Psi, pengendara sepeda motor, bernama Nazaruddin (56) warga Ampera Utara, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, bersama penumpangnya Selwa Kumar (55) warga Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, berusaha menyalip truk yang berada di depan mereka ketika tiba di jembatan Lingkungan Juani, Kelurahan Tiga Pekan. Saat melakukan aksi menyalip, motor tersebut diduga kehilangan keseimbangan, terjatuh ke badan jalan, dan kemudian tertabrak oleh truk tronton yang melaju dari belakang.

Ban belakang truk menimpa kedua penumpang secara langsung, menyebabkan luka berat pada kepala, leher, dan perut. Kedua korban langsung dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian (TKP) dan tubuhnya kemudian dibawa ke RSU Melati Perbaungan untuk keperluan visum et repertum.

Identitas Korban

  • Nazaruddin, 56 tahun, warga Ampera Utara, Desa Sekip, Kabupaten Deli Serdang.
  • Selwa Kumar, 55 tahun, warga Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Kedua korban diketahui berada dalam perjalanan dari Medan menuju Tebing Tinggi ketika kecelakaan terjadi. Saksi mata menyebutkan bahwa motor keduanya tampak melaju dengan kecepatan sedang sebelum tiba‑tiba terjatuh dan menimpa truk.

🔖 Baca juga:
Juara Hafiz Indonesia 2026: Prajurit TNI Raih Kemenangan Gemilang di Libya dan Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Pengemudi Truk

Pengemudi truk, bernama Andi Wiranata (33) dari Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, dilaporkan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Polisi mengamankan Andi untuk dimintai keterangan lebih lanjut, namun belum ditemukan indikasi pelanggaran hukum yang dapat menimbulkan unsur kelalaian.

Faktor-Faktor Penyebab

Penyelidikan awal mengindikasikan beberapa faktor yang berkontribusi pada tragedi ini:

  1. Kondisi jalan dalam keadaan baik, beraspal hot‑mix dengan lebar sekitar 5 meter.
  2. Cuaca cerah dan lalu lintas relatif sepi pada saat kejadian.
  3. Tidak adanya rambu‑rambu lalu lintas atau marka jalan yang mengatur zona penyalipan di daerah jembatan.
  4. Usaha menyalip yang berisiko tinggi pada jalan dengan lebar terbatas.

Polisi masih melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan mencari saksi tambahan untuk memastikan apakah ada faktor mekanis pada kendaraan atau faktor manusia lain yang memperparah kejadian.

Reaksi Pihak Berwenang

AKP Fauzul Arasy menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini secara menyeluruh. “Kami telah mengamankan barang bukti di Unit Gakkum Pos Lantas Sei Sijenggi dan akan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan,” ujar Fauzul dalam konferensi pers singkat di kantor Polres Serdang Bedagai.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Serdang Bedagai dijadwalkan melakukan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut, termasuk pemasangan rambu peringatan dan marka jalan pada titik‑titik rawan kecelakaan.

Langkah Lanjutan

Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu berhati‑hati saat menyalip kendaraan berat, terutama pada jalur yang memiliki lebar terbatas dan kurangnya fasilitas keselamatan. Pemerintah daerah juga berjanji akan mempercepat pemasangan rambu peringatan di area jembatan Lingkungan Juani serta meningkatkan sosialisasi keselamatan berkendara kepada pengguna jalan.

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton di Sumatera Utara pada awal tahun 2026, menyoroti pentingnya penegakan regulasi lalu lintas yang lebih ketat dan perbaikan infrastruktur jalan.

Dengan investigasi yang terus berlanjut, diharapkan penyebab utama dapat diidentifikasi secara akurat, sehingga langkah‑langkah pencegahan dapat diterapkan untuk menghindari tragedi serupa di masa mendatang.

Post Comment