×

Javier Bardem Goreskan Pesan Anti Perang dan ‘Free Palestine’ di Oscars 2026, Mengundang Sorakan Luas

Sekolapedia – 16 Maret 2026 | Javier Bardem kembali menjadi sorotan utama di Academy Awards ke-98 yang digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Los Angeles. Saat mempresentasikan kategori Best International Feature Film, aktor asal Spanyol itu membuka pidatonya dengan tegas, “No to war, and free Palestine.” Pernyataan tersebut langsung memicu sorakan meriah dari penonton, menandai salah satu momen politik paling menonjol dalam sejarah Oscars modern.

Bardem, yang dulu pernah mengenakan pin “No a la Guerra” pada Goya Awards 2003 untuk menentang invasi Irak, kali ini mengulang aksi serupa dengan menempelkan pin yang sama serta simbol Handala, lambang perlawanan Palestina, di lapelnya. Ia menegaskan, “Saya memakai pin yang saya gunakan pada tahun 2003 ketika perang Irak masih berlangsung, dan kini kami berada 23 tahun kemudian dengan perang ilegal lain yang dipicu oleh kebijakan politik tertentu.”

Latar Belakang Politik yang Memicu Protes

Acara Oscar tahun ini berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang memuncak. Amerika Serikat baru saja melancarkan serangan militer terhadap Iran, sementara konflik di Gaza terus menimbulkan korban jiwa dan krisis kemanusiaan. Bardem menambahkan, “Saya berdiri di sini untuk mengutuk genosida di Gaza. Saya menuntut blokade komersial dan diplomatik serta sanksi terhadap Israel untuk menghentikan pembantaian tersebut.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Bardem dalam beberapa bulan terakhir. Pada Februari 2026, ia menandatangani surat terbuka bersama lebih dari seratus selebritas yang mengkritik Berlin International Film Festival karena dianggap “bungkam” terhadap situasi di Gaza. Surat itu menuntut industri film untuk menolak keterlibatan dengan perusahaan yang dinilai mendukung genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.

Reaksi di Panggung dan Media

Selain Bardet, beberapa pembawa acara Oscar juga menyisipkan komentar politik. Conan O’Brien, host utama, menyinggung “awan gelap” di Washington dalam monolog pembuka, sementara Jimmy Kimmel menyampaikan lelucon yang lebih tajam mengenai kebebasan berpendapat di negara-negara otoriter. Direktur film dokumenter “Mr. Nobody Against Putin”, yang memenangkan Oscar Dokumenter Terbaik, menyoroti pentingnya menolak komplicitas terhadap pemerintah yang melakukan kejahatan.

🔖 Baca juga:
Most Populated City in USA: Which American City Has the Largest Population?

Reaksi penonton pun positif. Tepuk tangan berderet mengiringi setiap kata Bardem, mencerminkan kepedulian publik terhadap isu-isu perang dan hak asasi manusia. Di media sosial, komentar pengguna menilai tindakan Bardem sebagai “berani” dan “membutuhkan lebih banyak suara di industri hiburan”.

Peran Bardem dalam Produksi Film Pro‑Palestina

Selain beraktivitas sebagai aktor, Bardem juga terlibat sebagai produser eksekutif film “All That’s Left of You”, sebuah karya sutradara Palestina‑Amerika Cherien Dabis yang masuk dalam kompetisi Best International Feature Film mewakili Yordania. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap narasi Palestina di layar lebar.

Aktivitas Bardem tidak terlepas dari jaringan film workers for Palestine, sebuah gerakan yang menuntut boikot perusahaan film Israel. Nama-nama lain yang turut menandatangani petisi tersebut meliputi Joaquin Phoenix, Emma Stone, Mark Ruffalo, dan Yorgos Lanthimos.

Implikasi Politik di Dunia Hiburan

Keberanian Bardem untuk mengangkat isu politik di ajang bergengsi seperti Oscars menandai perubahan paradigma di Hollywood, di mana artis kini lebih terbuka mengemukakan pandangan mereka tentang kebijakan luar negeri. Meskipun demikian, tindakan semacam ini juga menimbulkan perdebatan mengenai batasan antara seni dan politik, serta potensi konsekuensi komersial bagi para pembuat film.

Secara keseluruhan, momen Bardem di Oscars 2026 menegaskan kembali peran selebritas sebagai agen perubahan sosial. Dengan menggabungkan simbolis pin anti‑perang dan seruan langsung untuk membebaskan Palestina, ia berhasil mengangkat isu global ke panggung internasional, memperkuat pesan bahwa seni tidak dapat dipisahkan dari realitas politik yang melanda dunia.

Ke depan, dunia film diperkirakan akan terus menyaksikan peningkatan keterlibatan publik figur dalam perdebatan geopolitik, menandai era baru di mana hiburan dan aktivisme berjalan beriringan.

Post Comment