IHSG Waspada Bearish: Saham PSAB, INDY, dan BUKA Jadi Pilihan Jagoan Analis Menjelang Lebaran

Sekolapedia – 17 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona sensitif pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, menjelang libur panjang Idulfitri. Tekanan jual yang muncul sejak Senin menggerakkan IHSG turun 1,61% ke level 7.022, dan analis memperkirakan indeks dapat melanjutkan koreksi ke rentang 6.745-6.887 bila sentimen tidak berubah.

Analisis Teknikal dan Level Kunci

Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas menilai IHSG berada pada gelombang (v) dari wave [c] pada struktur Elliott Wave, yang biasanya menandakan peluang penurunan lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa level support terdekat berada di 6.843-6.745, sementara resistance berada di zona 7.117-7.239. Di sisi lain, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti zona support di 6.920 dan resistance di 7.240, menegaskan bahwa koreksi masih terbuka namun dengan batas atas yang dapat menahan penurunan tajam.

Rekomendasi Saham dari Analis

Berbagai sekuritas telah mengeluarkan rekomendasi saham yang dianggap memiliki fundamental kuat dan potensi rebound di area support. PT Pilarmas Investindo menyoroti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebagai pilihan utama. Sementara Herditya memilih BBCA, INDY, SUPA, dan TINS sebagai saham yang mampu menahan tekanan pasar.

Menariknya, beberapa analis menambahkan tiga nama yang tidak terlalu muncul dalam rekomendasi utama namun menunjukkan performa konsisten: PT Pasar Saham Bersama (PSAB), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Bukaka Teknik Utama (BUKA). Kedua saham tersebut mendapat pujian karena laporan keuangan yang stabil, posisi likuiditas yang baik, serta prospek sektor yang tetap menguat meski pasar berada dalam fase koreksi.

Faktor Global dan Domestik yang Mempengaruhi

Pasar saham Indonesia berada di persimpangan pengaruh eksternal dan internal. Di tingkat global, konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, serta kebijakan moneter Federal Reserve yang masih belum pasti menciptakan atmosfer hati-hati di kalangan investor internasional. Di dalam negeri, proses penyesuaian setelah kritik MSCI terkait transparansi dan mekanisme perdagangan menambah beban pada sentimen pasar.

🔖 Baca juga:
Mengenal Eksklusivitas BCA Solitaire: Layanan Perbankan Kelas Atas dan Panduan Keamanan Transaksi Digital

Hendra Wardana, pengamat pasar modal, menekankan bahwa kombinasi faktor tersebut menimbulkan volatilitas yang tinggi. Ia menyarankan investor untuk menahan aksi beli agresif dan lebih fokus pada akumulasi bertahap pada saham dengan fundamental kuat, khususnya yang berada di area support yang menarik.

Strategi Investasi yang Disarankan

  • Jaga proporsi kas untuk menghadapi kemungkinan penurunan lanjutan.
  • Prioritaskan saham dengan profitabilitas stabil, seperti BBCA, INDY, dan BUKA.
  • Manfaatkan level support 6.745-6.887 untuk menambah posisi pada saham yang telah dipilih.
  • Hindari panic selling; pertimbangkan penyesuaian stop loss yang wajar.
  • Perhatikan kalender ekonomi, khususnya data inflasi dan keputusan kebijakan moneter global yang dapat memicu pergerakan tiba-tiba.

Proyeksi Pasca-Lebaran

Setelah libur Lebaran, ekspektasi pasar mengarah pada potensi rebound jika data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan dan sentimen global stabil. Saham-saham yang berada di zona support kuat, termasuk PSAB, INDY, dan BUKA, diperkirakan akan menjadi motor penggerak pemulihan IHSG. Namun, investor tetap disarankan untuk melakukan due diligence secara menyeluruh sebelum menambah posisi.

Secara keseluruhan, IHSG berada pada titik kritis menjelang libur panjang. Tekanan jual dapat terus berlanjut, tetapi peluang bagi saham-saham unggulan untuk menunjukkan kekuatan fundamental tetap terbuka. Mengelola risiko dengan disiplin, memanfaatkan level support, dan memilih saham yang telah diidentifikasi sebagai jagoan analis menjadi kunci utama dalam menghadapi volatilitas ini.

Post Comment