×

DarkSword Terungkap: Tool Hacking iPhone Tanpa Klik yang Bisa Mencuri Data dalam Hitungan Menit

DarkSword Terungkap: Tool Hacking iPhone Tanpa Klik yang Bisa Mencuri Data dalam Hitungan Menit

Sekolapedia – 27 Maret 2026 | Pengguna iPhone dan iPad kini dihadapkan pada ancaman siber yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah alat peretasan bernama DarkSword telah bocor ke publik dan dapat dijalankan tanpa menulis satu baris kode sekaligus, memungkinkan siapa saja mencuri data pribadi dalam hitungan menit. Keberadaan DarkSword yang diunggah ke repositori publik mempermudah distribusi dan penggunaan, bahkan oleh orang tanpa latar belakang teknis.

Bagaimana DarkSword Bekerja?

DarkSword dibangun semata-mata menggunakan HTML dan JavaScript, dua bahasa yang hampir semua perangkat iOS dapat mengeksekusi melalui browser atau aplikasi web sederhana. Setelah korban mengunjungi halaman yang memuat skrip DarkSword, skrip tersebut secara otomatis meminta izin akses ke sistem file, keychain, dan layanan lain yang biasanya dilindungi. Dengan teknik eksploitasi yang memanfaatkan celah pada iOS versi lama, DarkSword dapat menembus batas keamanan tanpa memerlukan interaksi tambahan seperti mengklik tombol “Allow”.

Setelah berhasil menembus, skrip mengumpulkan data sensitif termasuk kontak, pesan, riwayat panggilan, serta kredensial Wi‑Fi yang disimpan dalam keychain. Seluruh informasi tersebut dikirim ke server peretas melalui koneksi terenkripsi, tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.

🔖 Baca juga:
Cadangan BBM Nasional Tetap Aman di Tengah Geopolitik Bergolak, Siap Tahan 27-28 Hari

Target Utama: Perangkat dengan iOS Lama

Alat ini secara khusus menargetkan perangkat yang masih menjalankan iOS 18 atau versi sebelumnya, karena celah keamanan yang dieksploitasi belum ditutup pada sistem operasi tersebut. Menurut pendiri layanan verifikasi keamanan iVerify, Matthias Frielingsdorf, “Alat ini terlalu mudah untuk digunakan ulang. Saya tidak yakin ini bisa dibendung lagi.” Pernyataan tersebut dikutip dari wawancara dengan TechCrunch pada Kamis, 26 Maret 2026.

Data internal menunjukkan bahwa sekitar seperempat pengguna iPhone dan iPad di seluruh dunia masih menggunakan iOS 18 atau versi lebih lama. Dengan lebih dari 2,5 miliar perangkat iOS aktif, potensi korban DarkSword dapat mencapai ratusan juta orang, membuka peluang serangan berskala global.

Konfirmasi dari Peneliti Independen dan Google

Seorang peneliti independen melaporkan berhasil meretas iPad mini berbasis iOS 18 menggunakan kode DarkSword yang diunduh dari internet. Peneliti tersebut menegaskan bahwa proses peretasan selesai dalam kurang dari lima menit, dan semua data yang diakses dapat diekspor secara otomatis.

Google juga mengonfirmasi adanya ancaman ini melalui tim keamanan mereka, menambahkan bahwa eksploitasi serupa dapat terjadi pada perangkat Android yang menjalankan browser berbasis Chromium, meskipun fokus utama tetap pada ekosistem Apple.

Respons Apple: Pembaruan Darurat

Apple merespons dengan cepat, merilis pembaruan darurat pada 11 Maret 2026 yang menutup celah yang dimanfaatkan oleh DarkSword. Juru bicara Apple, Sarah O’Rourke, menekankan pentingnya memperbarui perangkat lunak sebagai langkah pertahanan utama. “Memperbarui perangkat lunak adalah langkah paling penting untuk menjaga keamanan produk Apple Anda,” ujarnya.

Apple juga menyarankan pengguna mengaktifkan Lockdown Mode, sebuah fitur yang membatasi fungsi jaringan dan layanan latar belakang untuk memperkecil permukaan serangan. Bagi perangkat yang tidak dapat meng-upgrade ke iOS 26, Apple tetap menyediakan pembaruan keamanan khusus yang dapat diunduh melalui menu Pengaturan.

Langkah Praktis yang Dapat Dilakukan Pengguna

  • Segera periksa versi iOS yang terpasang dan lakukan pembaruan ke versi terbaru atau patch keamanan yang disediakan.
  • Aktifkan Lockdown Mode pada iPhone atau iPad untuk menonaktifkan layanan yang tidak diperlukan.
  • Hindari mengunjungi situs web atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, terutama yang meminta izin akses penuh ke data pribadi.
  • Gunakan otentikasi dua faktor (2FA) untuk akun Apple ID dan layanan penting lainnya.
  • Lakukan pemeriksaan rutin pada riwayat login dan aktivitas mencurigakan di perangkat.

Kesimpulan

DarkSword menegaskan kembali betapa pentingnya pembaruan sistem operasi dalam melindungi data pengguna. Meskipun Apple telah menutup celah tersebut, jutaan perangkat yang belum di-update tetap berada dalam zona risiko. Pengguna iPhone dan iPad disarankan untuk tidak menunda pembaruan, mengaktifkan fitur keamanan tambahan, dan tetap waspada terhadap situs atau aplikasi yang meminta izin berlebihan. Dengan langkah preventif yang tepat, dampak serangan DarkSword dapat diminimalisir, melindungi privasi jutaan pengguna di seluruh dunia.

Post Comment