BPOM Bakal Sidak Parcel Lebaran, Yuk Jadi Pembeli yang Lebih Teliti!

Sudah mulai berburu parcel atau hampers buat Lebaran nanti? Tunggu dulu! Ada kabar penting nih dari Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar. Ternyata, BPOM bakal rajin melakukan sidak ke para penjual parcel untuk memastikan barang-barang di dalamnya aman dan layak konsumsi.

Kenapa Harus Ada Sidak?

Ternyata, momen hari raya sering dimanfaatkan oknum penjual yang “nakal” buat menghabiskan stok lama. Seringkali, makanan yang sudah mendekati tanggal kedaluwarsa atau bahkan sudah lewat masa berlakunya malah dikemas ulang supaya terlihat cantik di dalam hampers.

Baca Juga : Kapan Mulai Puasa Ramadan 2026?

“Karena permintaannya lagi meledak, terkadang dimanfaatkan buat ‘cuci gudang’. Jadi ada saja produk yang nggak sesuai aturan,” ujar Pak Taruna saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Bahayanya Nyata, Lho!

Jangan dianggap sepele, makan makanan yang sudah lewat masa kedaluwarsa itu risikonya nggak main-main. Bisa bikin keracunan, muntaber, dan gangguan kesehatan lainnya. Apalagi kalau niat kita kasih parcel buat berbagi kebahagiaan, eh malah bikin orang yang menerima jadi sakit. Sedih banget, kan?

🔖 Baca juga:
The Legend of Socrates in Brazil: National Team Captain with Political and Sporting Vision

Tips Biar Kamu Nggak Kena Tipu:

Sebelum beli atau kirim hampers, ada baiknya kamu jadi pembeli yang cerdas:

Baca Juga : Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perak Fighter of Road to PON Beladiri 2025

  1. Cek Tanggal Kedaluwarsa: Pastikan masih jauh dari masa kedaluwarsa.
  2. Lihat Izin Edar: Pastikan produk punya izin resmi.
  3. Cek Kondisi Kemasan: Jangan beli kalau kemasannya sudah rusak, penyok, atau segelnya terbuka.

BPOM bakal terus bergerak di lapangan untuk melindungi kita dari barang-barang yang nggak layak. Tapi tetap saja, ketelitian kita sebagai pembeli adalah perlindungan pertama yang paling ampuh.

Jadi, jangan tergiur harga murah atau tampilan cantik saja ya. Pastikan isinya memang benar-benar layak buat dikonsumsi!

Penulis : Reyfen

Post Comment