×

Bitcoin Meroket di Tengah Konflik Geopolitik: Harga Capai Level Tertinggi Bulan Ini!

Bitcoin Meroket di Tengah Konflik Geopolitik: Harga Capai Level Tertinggi Bulan Ini!

Sekolapedia – 22 Maret 2026 | Harga Bitcoin kembali menembus batas psikologis US$70.000 pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah serangkaian gejolak yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pada sesi perdagangan tersebut, aset kripto termahal dunia tercatat pada level US$70.672,50, naik tipis 0,11 % dalam seminggu terakhir meski mengalami fluktuasi tajam selama 24 jam terakhir.

Latar Belakang Geopolitik

Ketegangan di Timur Tengah memuncak ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap infrastruktur strategis Iran. Konflik tersebut menambah ketidakpastian di pasar keuangan global, memaksa investor mencari aset safe‑haven alternatif. Bitcoin, yang kerap disebut “emas digital”, mendapat manfaat dari aliran dana masuk sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik. Pada puncaknya, harga Bitcoin sempat menyentuh US$74.000 hingga US$76.000, mencatat level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Dampak Kebijakan The Fed

Sementara itu, keputusan The Fed pada minggu sebelumnya untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 %–3,75 % sesuai ekspektasi pasar memberikan ruang napas bagi aset berisiko. Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, mengenai prospek inflasi yang masih tinggi dan kondisi ekonomi yang belum stabil menimbulkan tekanan kembali pada harga Bitcoin, menurunkannya hingga US$68.800 sebelum kembali melambung melewati US$70.000. Koreksi tersebut mencerminkan sensitivitas pasar kripto terhadap sinyal kebijakan moneter Amerika.

Analisis Para Ahli

Beberapa analis kripto memberikan penilaian beragam. Michaël van de Poppe menyoroti pola teknikal Bitcoin terhadap emas, mengingatkan bahwa pola serupa pada tahun 2015, 2018, dan 2020 justru menandai titik terendah dalam siklus bearish. Ia menegaskan, “Ini tidak berarti kita langsung naik dari sini.” Pengamat dari CryptosRus menambahkan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan dekat dengan “realized price”, level yang historis sering bertepatan dengan dasar siklus pasar, sehingga setiap kenaikan ke zona ini biasanya bersifat sementara.

Data Aliran Dana di Binance

Menurut analisis CryptoQuant yang dipimpin oleh burakkesmeci, aliran dana keluar Binance menunjukkan dukungan kuat dari sisi permintaan. Rata‑rata US$55 juta Bitcoin keluar dari Binance setiap hari, menandakan investor lebih memilih menyimpan aset mereka di dompet pribadi daripada di bursa. Tren akumulasi ini berkontribusi pada kenaikan harga dari US$65.000 ke US$74.000 dalam beberapa minggu terakhir, meskipun pasar global masih menghadapi tekanan.

🔖 Baca juga:
Misteri Es Bergerak: Ancaman Krisis Es di Pantai Alaska Mengguncang Lingkungan dan Masyarakat

Prospek ke Depan

Dengan kombinasi faktor geopolitik yang memicu permintaan safe‑haven, keputusan kebijakan moneter yang stabil, serta dukungan likuiditas dari aliran dana masuk, Bitcoin diproyeksikan tetap berada di atas ambang US$70.000 dalam jangka menengah. Namun, para analis mengingatkan adanya volatilitas tinggi yang dapat muncul kembali bila terjadi perubahan tak terduga dalam kebijakan Fed atau eskalasi konflik militer. Investor disarankan untuk terus memantau indikator teknikal serta data arus dana untuk mengantisipasi pergerakan pasar selanjutnya.

Secara keseluruhan, meskipun Bitcoin menunjukkan kemampuan pulih yang mengesankan setelah koreksi, dinamika eksternal seperti geopolitik dan kebijakan moneter tetap menjadi faktor penentu utama dalam pergerakan harga jangka pendek.

Post Comment