Aksi Demo 8 Maret 2026 Tuntut Kesetaraan Gender dan Hak Perempuan

Peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2026 diwarnai mobilisasi besar-besaran di berbagai daerah. Beragam kegiatan digelar, mulai dari pertemuan, rapat umum, hingga demonstrasi yang fokus pada isu kesetaraan gender dan upaya melawan kekerasan terhadap perempuan.

Menurut laporan Grรจve Fรฉministe, lebih dari 200.000 orang ikut ambil bagian dalam aksi yang berlangsung di seluruh Prancis. Di Paris saja, jumlah peserta aksi dilaporkan mencapai sekitar 130.000 orang.

Besarnya partisipasi masyarakat tahun ini menunjukkan bahwa isu hak-hak perempuan masih menjadi perhatian penting. Para demonstran pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata demi membawa perubahan bagi jutaan perempuan dan komunitas LGBTQIA+.

baca juga:Gaspol! PGM Indonesia Jawa Barat Kawal Nasib 72 Ribu Guru Madrasah Agar Cepat Sertifikasi

Dalam aksi tersebut, peserta juga menyampaikan sejumlah tuntutan kebijakan. Salah satunya adalah kenaikan upah minimum atau SMIC, serta penyesuaian skala gaji secara berkala. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap profesi yang mayoritas dijalankan perempuan dan penghentian praktik kerja paruh waktu yang dipaksakan.

🔖 Baca juga:
Layanan Penukaran Uang di Sumatera Utara 2026: Jadwal, Lokasi, dan Panduan Lengkap

Sektor kesehatan turut menjadi sorotan. Para demonstran menuntut agar seluruh pusat layanan Interruption Volontaire de Grossesse (IVG) yang sebelumnya ditutup bisa kembali dibuka. Selain itu, mereka juga meminta jaminan kebebasan bagi perempuan untuk memilih metode aborsi yang tersedia.

Tuntutan lainnya mencakup penyediaan layanan publik yang lebih memadai untuk anak usia dini. Massa juga mendesak peningkatan anggaran bagi organisasi yang mendampingi korban kekerasan, serta memastikan subsidi untuk lembaga-lembaga tersebut dapat terus berlanjut secara permanen.

baca juga:Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan Paten Kemenkum RI atas Inovasi Komposter Cerdas


Solidaritas Global dan Isu Politik

Aksi pada 8 Maret 2026 ini juga menjadi ajang menunjukkan solidaritas bagi perempuan di berbagai belahan dunia. Para peserta aksi menilai perempuan sering menjadi pihak yang paling terdampak dalam konflik bersenjata, krisis iklim, maupun kebijakan pemerintah yang dianggap reaksioner.

Kelompok-kelompok feminis menegaskan bahwa mereka akan terus bergerak memperjuangkan kesetaraan yang nyata. Demonstrasi ini juga menjadi bentuk penolakan terhadap berkembangnya ideologi ekstrem kanan yang dinilai dapat mengancam hak-hak dasar serta otonomi tubuh perempuan.

penulis:putra

Post Comment