×

8 Maret Bukan Hari Biasa, Ini Sederet Fakta Unik International Women’s Day

Bagi sebagian orang, tanggal 8 Maret mungkin hanya terlihat seperti deretan angka di kalender atau tren tagar di media sosial. Namun, di balik perayaan International Women’s Day (IWD) 2026 ini, tersimpan narasi sejarah yang dramatis, perjuangan buruh yang berdarah-darah, hingga fakta-fakta unik yang jarang diketahui publik.

IWD bukan sekadar perayaan “merah jambu”. Ini adalah momentum global yang menyatukan jutaan suara untuk menuntut keadilan. Agar kita tidak sekadar ikut-ikutan tren, yuk simak sederet fakta unik yang membuat 8 Maret menjadi tanggal yang begitu “keramat” bagi peradaban dunia.

1. Lahir dari Rahim Perjuangan Buruh Tekstil

Banyak yang mengira IWD lahir dari kebijakan pemerintah atau organisasi internasional. Faktanya, akar IWD adalah demonstrasi buruh. Pada tahun 1908, sekitar 15.000 perempuan berbaris melalui New York City menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak untuk memilih (voting).

Baru pada tahun 1910, dalam Konferensi Internasional Perempuan Pekerja di Kopenhagen, seorang aktivis Jerman bernama Clara Zetkin mengusulkan adanya hari peringatan internasional. Usul itu diterima dengan suara bulat oleh 100 perempuan dari 17 negara, meskipun saat itu tanggalnya belum dipaku di 8 Maret.

2. Mengapa Harus 8 Maret? Rahasia Kalender Rusia

Pertanyaan yang sering muncul adalah: “Kenapa harus tanggal 8?”. Jawabannya ada pada revolusi di Rusia. Pada tahun 1917, para perempuan di Rusia melakukan mogok kerja untuk menuntut “Roti dan Perdamaian” sebagai respons atas kematian jutaan tentara Rusia dalam Perang Dunia I.

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal Voltmeter dan Pembahasan untuk SMA dan SMK

Mogok kerja ini dimulai pada hari Minggu, 23 Februari menurut kalender Julian yang saat itu digunakan di Rusia. Namun, dalam kalender Gregorian (yang kita gunakan sekarang), tanggal tersebut jatuh pada 8 Maret. Empat hari kemudian, Tsar Rusia turun takhta dan pemerintahan sementara memberikan hak pilih kepada perempuan. Sejarah besar tercipta dari keberanian para perempuan ini.

Form Penukaran Uang Baru – Pintar BI

3. PBB Baru Meresmikannya pada 1975

Meskipun sudah dirayakan secara luas sejak awal 1900-an, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru secara resmi mulai merayakan Hari Perempuan Internasional pada tahun 1975. Tahun tersebut juga ditetapkan sebagai Tahun Perempuan Internasional. Sejak saat itu, PBB setiap tahunnya menetapkan tema khusus yang menjadi arah fokus perjuangan kesetaraan gender di seluruh dunia.

4. Warna Resmi IWD: Ungu, Hijau, dan Putih

Pernahkah Anda memperhatikan mengapa logo IWD sering didominasi warna ungu? Ada makna mendalam di baliknya:

  • Ungu: Melambangkan keadilan dan martabat. Warna ini merupakan warna sejarah yang melambangkan perjuangan kesetaraan.
  • Hijau: Melambangkan harapan.
  • Putih: Melambangkan kemurnian (meskipun konsep ini sekarang mulai diperdebatkan dan lebih fokus pada kejujuran dalam berjuang). Kombinasi warna ini berasal dari Women’s Social and Political Union (WSPU) di Inggris pada tahun 1908.

5. Libur Nasional di Berbagai Negara

Di Indonesia, 8 Maret mungkin masih merupakan hari kerja biasa. Namun, di banyak negara seperti Afghanistan, Armenia, Belarusia, Kamboja, Kuba, Georgia, hingga Vietnam, 8 Maret adalah hari libur nasional resmi.

Bahkan di China, banyak perempuan yang mendapatkan jatah libur setengah hari dari perusahaan tempat mereka bekerja sebagai bentuk apresiasi. Di Italia, ada tradisi unik memberikan bunga Mimosa kuning kepada perempuan sebagai simbol solidaritas dan rasa hormat.

6. IWD 2026: Menatap Indonesia di Peringkat 97

Di tahun 2026 ini, fakta unik yang cukup pahit bagi kita adalah posisi Indonesia yang masih stagnan di peringkat 97 dunia dalam indeks kesenjangan gender. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun sejarah IWD sudah sangat panjang, implementasi kesetaraan di lapangan—terutama di Indonesia—masih membutuhkan kerja keras kolektif.

Penutup: Lebih dari Sekadar Seremoni

Mengetahui fakta-fakta di atas menyadarkan kita bahwa 8 Maret adalah tentang kekuatan kolektif. Ini bukan tentang memuja satu gender di atas gender lainnya, tapi tentang menghargai perjalanan panjang manusia menuju dunia yang lebih adil.

Jadi, saat Anda melihat unggahan IWD hari ini, ingatlah bahwa ada keringat buruh tekstil New York dan keberanian perempuan Rusia yang mendasarinya. Selamat Hari Perempuan Internasional 2026!

Post Comment