Contoh Soal Dominansi Tak Sempurna yang Sering Keluar di Ujian Biologi

Dominansi tak sempurna adalah materi genetika yang sering muncul dalam ujian biologi, terutama pada tingkat SMA. Konsep ini penting karena menjelaskan bagaimana sifat tertentu tidak selalu mengikuti pola dominan-reseif sederhana. Pada dominansi tak sempurna, alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif sehingga menghasilkan fenotipe perantara. Contoh paling terkenal adalah bunga Mirabilis jalapa yang menghasilkan warna merah, putih, dan merah muda. Dalam ujian biologi, soal dominansi tak sempurna sering hadir dalam bentuk persilangan, menghitung rasio fenotipe, mencari genotipe, dan menentukan kemungkinan keturunan. Artikel ini menyajikan contoh soal dominansi tak sempurna yang sering keluar di ujian biologi lengkap dengan pembahasan.

Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan

Ciri-Ciri Dominansi Tak Sempurna

Dominansi tak sempurna memiliki ciri utama bahwa heterozigot menunjukkan fenotipe berbeda dari kedua induknya. Fenotipe heterozigot berada di antara fenotipe dominan dan resesif. Selain itu, rasio fenotipe pada persilangan Aa x Aa biasanya 1:2:1. Dalam dominansi tak sempurna, genotipe dapat dikenali dari fenotipe karena setiap genotipe memiliki fenotipe yang berbeda. Ini berbeda dengan dominansi sempurna yang menghasilkan rasio fenotipe 3:1 dan fenotipe heterozigot sama dengan dominan.

Rumus Dasar Dominansi Tak Sempurna

🔖 Baca juga:
Latihan Contoh Soal tentang Hedonisme dan Penjelasannya Secara Mudah

Dalam dominansi tak sempurna, simbol alel tetap menggunakan huruf besar dan kecil. Misalnya:
A = alel dominan (misalnya warna merah)
a = alel resesif (misalnya warna putih)
Fenotipe:
AA = merah
Aa = merah muda
aa = putih
Rasio fenotipe pada persilangan Aa x Aa adalah 1 merah : 2 merah muda : 1 putih.

Contoh Soal Dominansi Tak Sempurna yang Sering Keluar di Ujian Biologi

Berikut kumpulan contoh soal dominansi tak sempurna yang sering muncul di ujian biologi. Soal disusun mulai dari level dasar hingga menengah.

Soal 1
Pada bunga Mirabilis jalapa, warna merah (RR) dan putih (rr) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika bunga merah disilangkan dengan bunga putih, keturunan F1 berwarna merah muda. Jika F1 disilangkan dengan F1, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?

Pembahasan
Persilangan: Rr x Rr
Rasio genotipe: 1 RR : 2 Rr : 1 rr
Fenotipe: 1 merah : 2 merah muda : 1 putih

Soal 2
Pada bunga snapdragon, bunga merah (RR) disilangkan dengan bunga putih (rr) menghasilkan bunga merah muda (Rr). Jika bunga merah muda disilangkan dengan bunga putih, berapa kemungkinan keturunan berwarna merah muda?

Pembahasan
Persilangan: Rr x rr
Hasil genotipe: 1 Rr : 1 rr
Fenotipe: 1 merah muda : 1 putih
Peluang merah muda = 50%.

Soal 3
Seekor kucing dengan bulu hitam (BB) disilangkan dengan kucing berbulu putih (bb). Dominansi tak sempurna menghasilkan kucing berbulu abu-abu pada F1. Jika F1 disilangkan dengan F1, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?

Pembahasan
Persilangan: Bb x Bb
Rasio fenotipe: 1 hitam : 2 abu-abu : 1 putih

Soal 4
Pada manusia, alel A menghasilkan kulit gelap, alel a menghasilkan kulit terang. Jika dua orang berkulit sedang (Aa) menikah, berapa peluang anak mereka berkulit sedang?

Pembahasan
Persilangan: Aa x Aa
Rasio fenotipe: 1 gelap : 2 sedang : 1 terang
Peluang kulit sedang = 2/4 = 50%.

Soal 5
Pada tanaman jagung, alel T menghasilkan tinggi, alel t menghasilkan pendek. Dominansi tak sempurna menghasilkan tanaman sedang pada heterozigot. Jika tanaman tinggi (TT) disilangkan dengan tanaman pendek (tt), dan F1 disilangkan dengan tanaman tinggi (TT), berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?

Pembahasan
F1 dari TT x tt = Tt (sedang)
Persilangan: Tt x TT
Hasil genotipe: 1 TT : 1 Tt
Fenotipe: 1 tinggi : 1 sedang

Soal 6
Pada bunga, alel B menghasilkan bunga biru, alel b menghasilkan bunga putih. Jika terjadi dominansi tak sempurna, persilangan antara bunga biru (BB) dan bunga putih (bb) menghasilkan bunga ungu. Jika bunga ungu disilangkan dengan bunga ungu, berapa rasio fenotipe keturunannya?

Pembahasan
Persilangan: Bb x Bb
Rasio fenotipe: 1 biru : 2 ungu : 1 putih

Soal 7
Pada tanaman, alel C menghasilkan daun hijau tua, alel c menghasilkan daun hijau muda. Dominansi tak sempurna menghasilkan daun hijau sedang pada heterozigot. Jika tanaman hijau tua (CC) disilangkan dengan hijau sedang (Cc), berapa persentase keturunan berwarna hijau muda?

Pembahasan
Persilangan: CC x Cc
Genotipe: 1 CC : 1 Cc
Tidak ada cc, jadi persentase hijau muda = 0%.

Soal 8
Pada hewan, alel S menghasilkan suara keras, alel s menghasilkan suara lemah. Dominansi tak sempurna menghasilkan suara sedang pada heterozigot. Jika hewan suara sedang (Ss) disilangkan dengan hewan suara lemah (ss), berapa rasio keturunan suara sedang?

Pembahasan
Persilangan: Ss x ss
Genotipe: 1 Ss : 1 ss
Rasio suara sedang = 1 : 1 atau 50%.

Soal 9
Pada bunga, warna merah (RR) dan putih (rr) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika bunga merah disilangkan dengan bunga merah muda (Rr), berapa peluang keturunan berwarna putih?

Pembahasan
Persilangan: RR x Rr
Genotipe: 1 RR : 1 Rr
Peluang putih (rr) = 0%.

Soal 10
Pada tanaman, alel P menghasilkan buah besar, alel p menghasilkan buah kecil. Dominansi tak sempurna menghasilkan buah sedang pada heterozigot. Jika dua tanaman buah sedang disilangkan, berapa peluang keturunan berbuah besar?

Pembahasan
Persilangan: Pp x Pp
Rasio fenotipe: 1 besar : 2 sedang : 1 kecil
Peluang buah besar = 1/4 atau 25%.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat Terbaik PTN/PTS di Indonesia versi Webometrics

Tips Cepat Menjawab Soal Dominansi Tak Sempurna

Untuk mengerjakan soal dominansi tak sempurna dengan cepat, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan. Pertama, tentukan genotipe induk dari informasi yang diberikan. Kedua, gunakan tabel Punnett untuk memetakan kemungkinan genotipe keturunan. Ketiga, ubah genotipe menjadi fenotipe sesuai aturan dominansi tak sempurna. Keempat, hitung rasio atau persentase yang diminta. Kelima, jangan lupa bahwa persilangan Aa x Aa menghasilkan rasio fenotipe 1:2:1. Latihan soal secara rutin akan membuat proses ini lebih cepat dan otomatis.

Kesimpulan

Dominansi tak sempurna merupakan konsep penting dalam genetika dan sering diuji pada ujian biologi. Dalam dominansi tak sempurna, alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif sehingga menghasilkan fenotipe perantara pada heterozigot. Artikel ini telah menyajikan contoh soal dominansi tak sempurna yang sering keluar di ujian biologi lengkap dengan pembahasan. Dengan memahami pola persilangan dan latihan soal secara rutin, siswa akan lebih siap menghadapi ujian.

Penulis:Loveytha

Post Comment