Osmosis adalah salah satu konsep dasar dalam biologi yang membahas pergerakan air melalui membran semipermeabel dari larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi. Pemahaman osmosis penting untuk pelajar SMP maupun SMA karena sering muncul dalam ujian biologi, baik teori maupun soal kasus. Konsep osmosis berkaitan dengan keseimbangan cairan pada sel hewan dan tumbuhan, proses penyerapan air oleh akar, pengaturan tekanan turgor, serta mekanisme fisiologis tubuh manusia dan hewan
Osmosis juga merupakan bagian dari prinsip difusi yang selektif, dimana hanya molekul pelarut, seperti air, yang bergerak melalui membran semipermeabel. Memahami osmosis membantu siswa memecahkan berbagai masalah biologi, termasuk efek larutan hipotonik, hipertonik, dan isotonik pada sel, serta memahami fenomena sehari-hari seperti plasmolisis pada tumbuhan dan hemolisis pada sel darah merah
Berikut 10 contoh soal osmosis beserta jawaban dan pembahasan, disusun agar mudah dipahami siswa SMP dan SMA, sekaligus sebagai panduan belajar menghadapi ujian
Soal 1
Sel tumbuhan dimasukkan ke dalam larutan gula pekat. Apa yang terjadi pada sel?
A. Sel membengkak
B. Sel tetap normal
C. Sel mengalami plasmolisis
D. Sel pecah
E. Sel berubah warna
Jawaban: C. Sel mengalami plasmolisis
Pembahasan: Larutan gula pekat lebih pekat daripada sitoplasma sel (hipertonik). Air keluar dari sel melalui osmosis, menyebabkan sel menyusut dan membran sel tertarik dari dinding sel. Fenomena ini disebut plasmolisis
Soal 2
Sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan garam 0,9%. Apa yang terjadi?
A. Sel pecah (hemolisis)
B. Sel menyusut
C. Sel tetap normal
D. Sel menggumpal
E. Sel memecah membran
Jawaban: C. Sel tetap normal
Pembahasan: Larutan garam 0,9% bersifat isotonik dengan plasma darah. Tidak ada pergerakan bersih air masuk atau keluar sel sehingga sel tetap normal
Soal 3
Air bergerak melalui membran semipermeabel dari larutan hipotonik ke hipertonik. Proses ini disebut…
A. Difusi
B. Osmosis
C. Endositosis
D. Fagositosis
E. Transpor aktif
Jawaban: B. Osmosis
Pembahasan: Osmosis adalah pergerakan air dari larutan dengan konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermeabel
Soal 4
Sel hewan ditempatkan dalam larutan hipotonik. Apa yang terjadi pada sel?
A. Sel mengerut
B. Sel pecah (hemolisis)
C. Sel tetap normal
D. Sel mengalami plasmolisis
E. Sel mengalami kontraksi
Jawaban: B. Sel pecah (hemolisis)
Pembahasan: Larutan hipotonik memiliki konsentrasi air lebih tinggi dibanding sitoplasma sel. Air masuk ke sel, meningkatkan tekanan osmotik hingga sel pecah. Fenomena ini dikenal sebagai hemolisis
Baca Juga : Contoh Soal UN IPA SD Lengkap dengan Pembahasan
Soal 5
Sel tumbuhan dalam larutan hipotonik akan…
A. Pecah
B. Mengalami plasmolisis
C. Membengkak tetapi tidak pecah karena dinding sel
D. Menyusut
E. Menggumpal
Jawaban: C. Membengkak tetapi tidak pecah karena dinding sel
Pembahasan: Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kuat. Air masuk sel, meningkatkan tekanan turgor sehingga sel membengkak tetapi tidak pecah. Hal ini menjaga tegaknya jaringan tumbuhan
Soal 6
Kentang direndam dalam larutan garam pekat. Kentang akan menjadi…
A. Lebih keras
B. Lembek karena air keluar
C. Tetap sama
D. Pecah
E. Berwarna lebih gelap
Jawaban: B. Lembek karena air keluar
Pembahasan: Larutan garam pekat bersifat hipertonik. Air dari sel-sel kentang keluar, menyebabkan sel menyusut dan kentang menjadi lembek. Contoh ini menunjukkan osmosis dalam kehidupan sehari-hari
Soal 7
Ikan air tawar berada di lingkungan hipotonik. Bagaimana ikan mengatur keseimbangan air?
A. Menelan air lebih banyak
B. Mengeluarkan urine encer
C. Menyerap garam dari lingkungan
D. Mengurangi ekskresi
E. Mengeluarkan urine pekat
Jawaban: B. Mengeluarkan urine encer
Pembahasan: Ikan air tawar hidup di lingkungan hipotonik. Air cenderung masuk ke tubuh melalui osmosis. Untuk menjaga keseimbangan cairan, ikan mengeluarkan urine encer secara kontinu
Soal 8
Tekanan osmotik larutan dapat dihitung dengan rumus π = MRT. Jika larutan glukosa 0,2 M memiliki R = 0,082 L atm/mol K dan suhu 300 K, tekanan osmotiknya adalah…
A. 4,92 atm
B. 3,28 atm
C. 6,00 atm
D. 5,00 atm
E. 2,46 atm
Jawaban: A. 4,92 atm
Pembahasan: π = M × R × T = 0,2 × 0,082 × 300 ≈ 4,92 atm. Tekanan osmotik menunjukkan gaya yang mendorong air melalui membran semipermeabel
Soal 9
Membran semipermeabel hanya…
A. Membiarkan semua molekul lewat
B. Membiarkan molekul tertentu lewat, terutama air
C. Membiarkan ion besar lewat bebas
D. Membiarkan molekul padat lewat
E. Tidak membiarkan air sama sekali
Jawaban: B. Membiarkan molekul tertentu lewat, terutama air
Pembahasan: Membran semipermeabel bersifat selektif. Dalam osmosis, hanya molekul pelarut (air) yang bergerak melalui membran, sedangkan molekul terlarut tetap tertahan
baca juga : Mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III Lomba Business Plan Festival Earth Dream 2025
Soal 10
Sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan hipertonik. Kondisi sel akan…
A. Membengkak
B. Pecah
C. Menyusut
D. Tetap normal
E. Menggumpal
Jawaban: C. Menyusut
Pembahasan: Larutan hipertonik memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi daripada sitoplasma sel darah merah. Air keluar dari sel, menyebabkan sel mengecil atau menyusut, fenomena ini disebut crenation
Tips Belajar Osmosis untuk SMP dan SMA
- Pahami konsep dasar hipotonik, hipertonik, dan isotonik
- Hafalkan arah pergerakan air dalam sel hewan dan tumbuhan
- Kuasai rumus tekanan osmotik π = MRT dan cara menghitungnya
- Latih soal kasus sehari-hari, seperti sel darah merah, tanaman, dan makanan
- Perhatikan konteks soal, apakah sel membengkak, menyusut, atau tetap
- Gunakan diagram untuk memahami plasmolisis dan hemolisis agar lebih mudah diingat
Kesimpulan
Osmosis adalah konsep penting dalam biologi yang sering muncul di ujian SMP dan SMA. Dengan memahami pergerakan air, efek larutan hipotonik, hipertonik, dan isotonik, serta menghitung tekanan osmotik, siswa dapat menjawab soal dengan tepat dan cepat. Latihan 10 contoh soal beserta pembahasan ini memberikan dasar yang kuat untuk menguasai osmosis, mempermudah pemahaman fenomena biologis, dan meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam menghadapi ujian
Penulis : Reyfen


Post Comment