Teks prosedur adalah salah satu materi penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Teks ini berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Siswa SD perlu memahami teks prosedur agar dapat berpikir logis, sistematis, dan mengikuti instruksi dengan tepat.
Belajar teks prosedur bukan hanya bermanfaat untuk kegiatan akademik tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya membuat minuman, menanam tanaman, mencuci tangan, memasak, atau melakukan eksperimen sederhana di sekolah.
Latihan soal dengan jawaban dan pembahasan menjadi metode efektif untuk mempermudah pemahaman siswa. Artikel ini menyajikan kumpulan latihan contoh soal teks prosedur SD lengkap beserta jawaban dan pembahasan agar siswa dapat belajar secara menyeluruh dan mudah dipahami.
Baca juga:Latihan Contoh Soal Gelombang Mikro dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengertian Teks Prosedur
Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan untuk mencapai tujuan tertentu. Ciri-ciri teks prosedur antara lain:
- Menggunakan kata perintah atau imperatif
- Tersusun secara berurutan dan sistematis
- Memiliki tujuan yang jelas
- Kadang dilengkapi dengan bahan atau alat yang diperlukan
Contoh teks prosedur sederhana:
Tujuan: Membuat teh hangat
Bahan: Air, teh celup, gula
Langkah-langkah:
- Rebus air hingga mendidih
- Masukkan teh celup ke dalam air panas
- Tambahkan gula sesuai selera
- Aduk hingga gula larut
- Sajikan teh hangat
Struktur Teks Prosedur
Teks prosedur biasanya memiliki tiga bagian utama:
- Tujuan: Menjelaskan apa yang ingin dicapai
- Bahan atau Alat: Menyebutkan bahan atau alat yang dibutuhkan
- Langkah-langkah: Menjelaskan tahapan secara berurutan
Baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Nasional Lomba Karya Ilmiah RnDC 2025
Kumpulan Latihan Soal Pilihan Ganda Teks Prosedur SD
Soal 1
Teks prosedur berisi
A. Cerita fiksi
B. Langkah-langkah untuk mencapai tujuan
C. Puisi
D. Laporan
Jawaban: B. Langkah-langkah untuk mencapai tujuan
Pembahasan: Teks prosedur bertujuan memberikan panduan agar pembaca dapat melakukan suatu kegiatan dengan benar.
Soal 2
Ciri utama teks prosedur adalah
A. Menggunakan bahasa kiasan
B. Disusun secara berurutan
C. Mengandung opini penulis
D. Berisi fakta sejarah
Jawaban: B. Disusun secara berurutan
Pembahasan: Langkah-langkah yang berurutan memudahkan pembaca mengikuti prosedur dengan tepat.
Soal 3
Contoh teks prosedur yang tepat adalah
A. Cerita tentang liburan
B. Cara membuat nasi goreng
C. Puisi tentang teman
D. Laporan cuaca
Jawaban: B. Cara membuat nasi goreng
Pembahasan: Membuat nasi goreng membutuhkan langkah-langkah yang dijelaskan secara berurutan, sehingga termasuk teks prosedur.
Soal 4
Bagian awal teks prosedur biasanya berisi
A. Tujuan
B. Langkah-langkah
C. Hasil
D. Penutup
Jawaban: A. Tujuan
Pembahasan: Tujuan memberi tahu pembaca apa yang ingin dicapai dari prosedur tersebut.
Soal 5
Kalimat yang termasuk kata perintah dalam teks prosedur adalah
A. Air mendidih di atas kompor
B. Rebus air hingga mendidih
C. Nasi goreng sangat enak
D. Bunga tumbuh di halaman
Jawaban: B. Rebus air hingga mendidih
Pembahasan: Kalimat tersebut memberi arahan untuk melakukan suatu langkah, sehingga termasuk kata perintah.
Soal 6
Bagian terakhir teks prosedur biasanya berisi
A. Tujuan
B. Bahan
C. Langkah-langkah
D. Hasil atau penutup
Jawaban: D. Hasil atau penutup
Pembahasan: Bagian akhir menunjukkan hasil yang dicapai setelah semua langkah dilakukan.
Soal 7
Teks prosedur menanam jagung termasuk jenis
A. Teks prosedur sederhana
B. Teks prosedur kompleks
C. Cerita
D. Laporan
Jawaban: B. Teks prosedur kompleks
Pembahasan: Menanam jagung melibatkan beberapa langkah dan alat sehingga termasuk teks prosedur kompleks.
Soal 8
Kalimat berikut termasuk kata penghubung urutan, kecuali
A. Pertama
B. Selanjutnya
C. Terakhir
D. Namun
Jawaban: D. Namun
Pembahasan: Kata “namun” menunjukkan pertentangan, bukan urutan langkah.
Soal 9
Manfaat mempelajari teks prosedur bagi siswa adalah
A. Menguasai tata cara melakukan sesuatu dengan benar
B. Membuat puisi indah
C. Menghafal sejarah
D. Meningkatkan kemampuan menulis cerita
Jawaban: A. Menguasai tata cara melakukan sesuatu dengan benar
Pembahasan: Teks prosedur mengajarkan siswa mengikuti langkah-langkah dengan tepat.
Soal 10
Contoh teks prosedur yang berhubungan dengan kegiatan sekolah adalah
A. Cara merawat tanaman di sekolah
B. Cerita tentang liburan
C. Puisi tentang teman
D. Laporan cuaca
Jawaban: A. Cara merawat tanaman di sekolah
Pembahasan: Merawat tanaman dapat dijelaskan melalui langkah-langkah, sehingga termasuk teks prosedur.
Soal 11
Tujuan teks prosedur biasanya ditulis pada bagian
A. Awal teks
B. Tengah teks
C. Akhir teks
D. Semua bagian
Jawaban: A. Awal teks
Pembahasan: Tujuan ditulis di awal agar pembaca mengetahui apa yang ingin dicapai.
Soal 12
Kalimat “Tuang air ke dalam gelas” termasuk jenis kalimat
A. Kalimat berita
B. Kalimat perintah
C. Kalimat tanya
D. Kalimat pernyataan
Jawaban: B. Kalimat perintah
Pembahasan: Kalimat ini mengarahkan pembaca untuk melakukan suatu langkah.
Soal 13
Teks prosedur biasanya menggunakan kata kerja bentuk
A. Imperatif atau perintah
B. Masa lampau
C. Pasif
D. Keterangan waktu
Jawaban: A. Imperatif atau perintah
Pembahasan: Kata kerja imperatif digunakan untuk memberi arahan langkah demi langkah.
Soal 14
Bagian yang menyebutkan bahan atau alat biasanya terletak pada
A. Awal teks
B. Tengah teks
C. Akhir teks
D. Tidak ada
Jawaban: A. Awal teks
Pembahasan: Agar pembaca mengetahui bahan atau alat yang dibutuhkan sebelum mengikuti langkah-langkah.
Soal 15
Kalimat yang menunjukkan langkah terakhir biasanya diawali dengan kata
A. Pertama
B. Selanjutnya
C. Terakhir
D. Awal
Jawaban: C. Terakhir
Pembahasan: Kata “terakhir” menunjukkan langkah penutup dalam prosedur.
Soal 16
Sebutkan tiga ciri teks prosedur.
Jawaban dan Pembahasan: Ciri teks prosedur: menggunakan kata perintah, tersusun berurutan, dan memiliki tujuan yang jelas.
Soal 17
Tuliskan langkah-langkah membuat minuman cokelat hangat.
Jawaban dan Pembahasan:
- Panaskan air atau susu hingga mendidih
- Masukkan bubuk cokelat ke dalam air atau susu panas
- Aduk hingga larut
- Tambahkan gula sesuai selera
- Sajikan cokelat hangat
Soal 18
Buat contoh teks prosedur sederhana tentang menanam biji kacang.
Jawaban dan Pembahasan:
Tujuan: Menanam biji kacang di pot
Bahan: Pot, tanah, biji kacang, air
Langkah-langkah:
- Isi pot dengan tanah
- Tanam biji kacang di tanah
- Tutup biji dengan tanah tipis
- Siram secukupnya
- Letakkan pot di tempat terkena matahari
- Siram setiap hari hingga biji tumbuh
Soal 19
Mengapa kata perintah penting dalam teks prosedur?
Jawaban dan Pembahasan: Kata perintah memberikan arahan jelas agar pembaca dapat mengikuti langkah-langkah dengan tepat.
Soal 20
Mengapa bagian bahan atau alat ditulis di awal teks prosedur?
Jawaban dan Pembahasan: Agar pembaca mengetahui bahan atau alat yang dibutuhkan sebelum melakukan langkah-langkah.
Soal 21
Tuliskan tujuan dari teks prosedur menanam bunga di pot.
Jawaban dan Pembahasan: Agar pembaca dapat menanam bunga dengan benar sehingga tumbuh subur dan indah.
Soal 22
Sebutkan manfaat mempelajari teks prosedur bagi kehidupan sehari-hari.
Jawaban dan Pembahasan: Membantu siswa melakukan kegiatan dengan benar, memahami langkah-langkah, menghemat waktu, dan mengurangi kesalahan.
Soal 23
Buat kalimat perintah untuk mencuci tangan.
Jawaban dan Pembahasan: Basahi tangan dengan air bersih, gunakan sabun untuk menggosok seluruh tangan selama 20 detik, bilas tangan dengan air mengalir, keringkan tangan dengan handuk bersih.
Soal 24
Buat contoh teks prosedur membuat kerajinan tangan sederhana.
Jawaban dan Pembahasan:
Tujuan: Membuat bunga kertas
Bahan: Kertas warna, gunting, lem
Langkah-langkah:
- Potong kertas warna menjadi bentuk kelopak
- Susun kelopak membentuk bunga
- Tempel dengan lem
- Biarkan kering
- Bunga siap dijadikan hiasan
Soal 25
Apa tujuan menyusun teks prosedur dengan urutan langkah yang benar?
Jawaban dan Pembahasan: Agar pembaca dapat mengikuti langkah-langkah dengan tepat dan mencapai hasil yang diinginkan.
Strategi Belajar Teks Prosedur SD
- Pahami definisi dan ciri-ciri teks prosedur
- Pelajari contoh teks prosedur sehari-hari
- Latih menulis langkah-langkah secara berurutan
- Kenali kata perintah atau imperatif
- Gunakan latihan soal pilihan ganda dan essay
- Buat ringkasan materi
- Praktikkan kegiatan nyata sesuai teks prosedur
Kesimpulan
Teks prosedur merupakan materi penting di SD karena membantu siswa berpikir logis dan sistematis. Latihan soal pilihan ganda dan essay beserta pembahasan membuat siswa dapat belajar secara efektif dan memahami cara melakukan suatu kegiatan dengan benar. Artikel ini menyajikan kumpulan latihan contoh soal teks prosedur SD lengkap sehingga menjadi panduan belajar yang mudah dipahami. Dengan latihan rutin, siswa siap menghadapi ulangan, ujian, dan dapat menerapkan prosedur dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis:kiara salsabilla
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment