Fisher Exact Test: Contoh Soal, Interpretasi Hasil, dan Tips Menguasainya

Fisher Exact Test: Contoh Soal, Interpretasi Hasil, dan Tips Menguasainya

Fisher Exact Test merupakan salah satu uji statistik non-parametrik yang sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel kategori pada tabel 2×2. Uji ini menjadi pilihan utama ketika jumlah sampel kecil atau beberapa sel dalam tabel memiliki frekuensi yang rendah sehingga uji chi-square tidak valid. Dengan memahami Fisher Exact Test secara mendalam, mahasiswa, peneliti, dan praktisi statistik dapat menganalisis data kategori dengan lebih akurat dan interpretatif.

Artikel ini akan membahas contoh soal Fisher Exact Test, bagaimana menghitung dan menginterpretasikan hasilnya, serta tips menguasai uji ini agar bisa diterapkan dalam penelitian.

Baca juga:Kumpulan Contoh Soal Batuan Beku untuk SMP dan SMA Beserta Jawaban

Pengertian Fisher Exact Test

Fisher Exact Test adalah uji non-parametrik yang digunakan untuk menentukan signifikansi hubungan antarvariabel kategori. Uji ini berbeda dengan chi-square karena memberikan p-value eksak, tanpa tergantung pada distribusi chi-square, sehingga lebih akurat untuk sampel kecil.

Fisher Exact Test digunakan ketika:

🔖 Baca juga:
Contoh Soal Modulo Dasar untuk Pemula: Tips dan Trik Cepat Menghitung
  1. Ukuran sampel <20
  2. Beberapa sel tabel memiliki frekuensi <5
  3. Data berupa kategori nominal
  4. Chi-square tidak memenuhi asumsi minimum frekuensi

Rumus Fisher Exact Test

Untuk tabel kontingensi 2×2:

Kategori 1Kategori 2Total
Grup Aaba+b
Grup Bcdc+d
Totala+cb+dn

Rumus probabilitas:P=(a+b)!(c+d)!(a+c)!(b+d)!a!b!c!d!n!P = \frac{(a+b)! (c+d)! (a+c)! (b+d)!}{a! b! c! d! n!}P=a!b!c!d!n!(a+b)!(c+d)!(a+c)!(b+d)!​

Keterangan:

  • a, b, c, d = frekuensi masing-masing sel
  • n = total sampel
  • ! = faktorial

Interpretasi p-value:

  • p < 0,05 → hubungan signifikan
  • p ≥ 0,05 → hubungan tidak signifikan

Langkah Menghitung Fisher Exact Test

  1. Susun tabel kontingensi 2×2
  2. Tentukan nilai a, b, c, d
  3. Hitung total n = a+b+c+d
  4. Masukkan ke rumus Fisher
  5. Hitung probabilitas P
  6. Bandingkan P dengan α = 0,05 untuk menentukan signifikansi
  7. Buat interpretasi hasil

Contoh Soal 1: Hubungan Konsumsi Obat dan Kesembuhan Pasien

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah konsumsi obat baru berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Data 20 pasien:

SembuhTidak SembuhTotal
Minum Obat8210
Tidak Minum3710
Total11920

Penyelesaian

  1. Nilai sel: a=8, b=2, c=3, d=7, n=20
  2. Masukkan ke rumus:

P=10!10!11!9!8!2!3!7!20!P = \frac{10! 10! 11! 9!}{8! 2! 3! 7! 20!}P=8!2!3!7!20!10!10!11!9!​

  1. Hitung faktorial → P ≈ 0,036
  2. Bandingkan dengan α = 0,05 → 0,036 < 0,05

Interpretasi: Ada hubungan signifikan; pasien yang minum obat lebih banyak sembuh.

Contoh Soal 2: Hubungan Merokok dan Hipertensi

Data 15 responden:

HipertensiNormalTotal
Merokok527
Tidak178
Total6915

Penyelesaian

  1. Nilai sel: a=5, b=2, c=1, d=7, n=15
  2. Rumus Fisher:

P=7!8!6!9!5!2!1!7!15!≈0,029P = \frac{7! 8! 6! 9!}{5! 2! 1! 7! 15!} \approx 0,029P=5!2!1!7!15!7!8!6!9!​≈0,029

  1. Bandingkan dengan α = 0,05 → 0,029 < 0,05

Interpretasi: Ada hubungan signifikan antara merokok dan hipertensi.

Contoh Soal 3: Pengaruh Diet terhadap Penurunan Berat Badan

Data 12 peserta:

TurunTidak TurunTotal
Diet A426
Diet B156
Total5712

Penyelesaian

  1. Nilai sel: a=4, b=2, c=1, d=5, n=12
  2. Masukkan ke rumus:

P=6!6!5!7!4!2!1!5!12!≈0,048P = \frac{6! 6! 5! 7!}{4! 2! 1! 5! 12!} \approx 0,048P=4!2!1!5!12!6!6!5!7!​≈0,048

Interpretasi: Diet berpengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan.

Contoh Soal 4: Pendidikan Orang Tua dan Nilai Anak

Data 16 siswa:

Nilai TinggiNilai RendahTotal
Orang Tua Tinggi628
Orang Tua Rendah358
Total9716

Penyelesaian

  1. Nilai sel: a=6, b=2, c=3, d=5, n=16
  2. Masukkan ke rumus:

P=8!8!9!7!6!2!3!5!16!≈0,152P = \frac{8! 8! 9! 7!}{6! 2! 3! 5! 16!} \approx 0,152P=6!2!3!5!16!8!8!9!7!​≈0,152

Interpretasi: Tidak ada hubungan signifikan; pendidikan orang tua tidak memengaruhi nilai anak.

Tips Menguasai Fisher Exact Test

  1. Gunakan software statistik untuk perhitungan faktorial besar
  2. Selalu buat tabel kontingensi 2×2 yang jelas
  3. Fokus pada p-value untuk menentukan signifikansi
  4. Terapkan Fisher ketika frekuensi sel <5
  5. Catat hasil dan interpretasi dengan jelas untuk laporan penelitian
  6. Latihan dengan banyak contoh soal agar terbiasa menghitung dan menafsirkan

Baca juga:Mahasiswa Teknokrat Berprestasi sebagai Juara KTI dan Best Expo di PIMPI 2025 IPB University, Memberikan Dampak Positif

Kesalahan Umum dalam Fisher Exact Test

  1. Menggunakan Fisher untuk tabel lebih dari 2×2 tanpa modifikasi
  2. Mengabaikan sel dengan frekuensi 0
  3. Menghitung faktorial atau p-value secara salah
  4. Menginterpretasikan p-value tanpa memperhatikan konteks penelitian

Kesimpulan

Fisher Exact Test adalah uji statistik yang tepat untuk data kategori dengan sampel kecil atau sel tabel dengan frekuensi rendah. Dengan memahami rumus, perhitungan, interpretasi hasil, dan tips praktis, mahasiswa dan peneliti dapat:

  1. Menghitung p-value dengan tepat
  2. Menentukan signifikansi hubungan antarvariabel
  3. Menyusun kesimpulan penelitian yang valid
  4. Menyusun laporan penelitian yang akurat dan informatif

Contoh soal dan interpretasi di atas membantu pembaca memahami Fisher Exact Test secara menyeluruh, mempermudah penerapan dalam penelitian medis, sosial, atau eksperimental.

Penulis:kiara salsabilla

Post Comment