Contoh Soal Penyusunan Anggaran Piutang dan Cara Menyusunnya Langkah demi Langkah

Anggaran piutang merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit. Melalui anggaran piutang, manajemen dapat memperkirakan jumlah piutang yang akan diterima, mengatur arus kas, serta meminimalkan risiko piutang tak tertagih. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang contoh soal penyusunan anggaran piutang dan cara menyusunnya langkah demi langkah, sehingga mudah dipahami oleh pelajar, mahasiswa, maupun praktisi bisnis.

Pengertian Anggaran Piutang

Anggaran piutang adalah rencana keuangan yang menggambarkan perkiraan penerimaan kas dari penjualan kredit dalam suatu periode tertentu. Anggaran ini disusun berdasarkan kebijakan kredit perusahaan, pola pembayaran pelanggan, serta pengalaman periode sebelumnya. Dengan adanya anggaran piutang, perusahaan dapat mengetahui kapan piutang akan berubah menjadi kas.

Dalam praktiknya, anggaran piutang sangat berkaitan dengan anggaran penjualan dan anggaran kas. Tanpa anggaran piutang yang baik, perusahaan dapat mengalami kesulitan likuiditas meskipun penjualannya tinggi.

Tujuan Penyusunan Anggaran Piutang

Penyusunan anggaran piutang memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, membantu manajemen dalam merencanakan arus kas masuk dari pelanggan. Kedua, mengendalikan kebijakan kredit agar tidak terlalu longgar atau terlalu ketat. Ketiga, meminimalkan risiko piutang macet dengan memperkirakan pola pembayaran pelanggan.

Selain itu, anggaran piutang juga berfungsi sebagai alat evaluasi. Dengan membandingkan anggaran dan realisasi, perusahaan dapat menilai efektivitas kebijakan kredit yang diterapkan.

🔖 Baca juga:
Kumpulan Soal Tes Bank yang Sering Keluar Beserta Strategi Menjawab

Hubungan Anggaran Piutang dengan Anggaran Lain

Anggaran piutang tidak berdiri sendiri. Anggaran ini sangat dipengaruhi oleh anggaran penjualan, karena sumber utama piutang adalah penjualan kredit. Selain itu, anggaran piutang juga berkaitan erat dengan anggaran kas, karena penerimaan piutang merupakan salah satu sumber kas masuk.

Oleh karena itu, dalam proses penyusunan anggaran perusahaan, anggaran piutang biasanya disusun setelah anggaran penjualan dan sebelum anggaran kas.

Langkah-Langkah Penyusunan Anggaran Piutang

Untuk menyusun anggaran piutang secara sistematis, diperlukan beberapa langkah berikut.

Langkah pertama adalah menentukan total penjualan kredit. Data ini biasanya diperoleh dari anggaran penjualan. Perusahaan harus memisahkan antara penjualan tunai dan penjualan kredit.

Langkah kedua adalah menentukan kebijakan kredit dan pola pembayaran pelanggan. Misalnya, berapa persen pelanggan membayar pada bulan yang sama, bulan berikutnya, atau dua bulan kemudian.

Langkah ketiga adalah menghitung perkiraan penerimaan piutang setiap periode. Perhitungan ini dilakukan dengan mengalikan persentase pembayaran dengan nilai penjualan kredit.

Langkah keempat adalah menyusun tabel anggaran piutang secara lengkap dan rapi agar mudah dianalisis.

baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Lantik Lilik Ariyanto Ketua Program Studi Teknik Sipil

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Piutang

Beberapa faktor dapat memengaruhi besarnya anggaran piutang. Faktor tersebut antara lain kebijakan kredit perusahaan, kondisi ekonomi, karakteristik pelanggan, serta sistem penagihan yang diterapkan.

Jika kebijakan kredit terlalu longgar, piutang akan meningkat tetapi risiko piutang tak tertagih juga semakin besar. Sebaliknya, kebijakan kredit yang terlalu ketat dapat menurunkan penjualan.

Contoh Soal Penyusunan Anggaran Piutang

Agar pemahaman semakin jelas, berikut disajikan contoh soal penyusunan anggaran piutang.

Sebuah perusahaan dagang merencanakan penjualan selama tiga bulan pertama tahun 2026 sebagai berikut:

Januari: Rp120.000.000 Februari: Rp150.000.000 Maret: Rp180.000.000

Dari total penjualan tersebut, 30 persen merupakan penjualan tunai dan 70 persen penjualan kredit. Berdasarkan pengalaman, penjualan kredit akan diterima dengan pola sebagai berikut: 40 persen dibayar pada bulan penjualan, 50 persen dibayar pada bulan berikutnya, dan 10 persen dibayar dua bulan kemudian.

Berdasarkan data tersebut, susunlah anggaran piutang untuk bulan Januari, Februari, dan Maret.

Penyelesaian Contoh Soal Langkah demi Langkah

Langkah pertama adalah menghitung penjualan kredit setiap bulan.

Penjualan kredit Januari = 70% x Rp120.000.000 = Rp84.000.000 Penjualan kredit Februari = 70% x Rp150.000.000 = Rp105.000.000 Penjualan kredit Maret = 70% x Rp180.000.000 = Rp126.000.000

Langkah kedua adalah menghitung penerimaan piutang berdasarkan pola pembayaran.

Untuk bulan Januari: 40% dari penjualan kredit Januari diterima pada bulan Januari = 40% x Rp84.000.000 = Rp33.600.000

Untuk bulan Februari: 50% dari penjualan kredit Januari diterima pada bulan Februari = 50% x Rp84.000.000 = Rp42.000.000 40% dari penjualan kredit Februari diterima pada bulan Februari = 40% x Rp105.000.000 = Rp42.000.000

Total penerimaan piutang bulan Februari = Rp84.000.000

Untuk bulan Maret: 10% dari penjualan kredit Januari diterima pada bulan Maret = 10% x Rp84.000.000 = Rp8.400.000 50% dari penjualan kredit Februari diterima pada bulan Maret = 50% x Rp105.000.000 = Rp52.500.000 40% dari penjualan kredit Maret diterima pada bulan Maret = 40% x Rp126.000.000 = Rp50.400.000

Total penerimaan piutang bulan Maret = Rp111.300.000

Penyusunan Tabel Anggaran Piutang

Berdasarkan perhitungan di atas, perusahaan dapat menyusun anggaran piutang dalam bentuk tabel agar lebih mudah dipahami. Tabel tersebut berisi informasi tentang sumber piutang dan waktu penerimaannya.

Melalui tabel anggaran piutang, manajemen dapat melihat dengan jelas arus kas masuk dari piutang setiap bulan.

Manfaat Anggaran Piutang bagi Perusahaan

Anggaran piutang memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Salah satunya adalah membantu perencanaan kas sehingga perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Selain itu, anggaran piutang juga membantu manajemen dalam mengambil keputusan terkait kebijakan kredit dan penagihan piutang.

Kesalahan Umum dalam Penyusunan Anggaran Piutang

Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam penyusunan anggaran piutang antara lain menggunakan data yang tidak akurat, mengabaikan piutang tak tertagih, serta tidak memperbarui anggaran sesuai kondisi terbaru.

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan perencanaan kas menjadi tidak realistis.

Tips Menyusun Anggaran Piutang yang Efektif

Agar anggaran piutang lebih efektif, perusahaan sebaiknya menggunakan data historis yang akurat, melakukan evaluasi secara berkala, serta menyesuaikan kebijakan kredit dengan kondisi pelanggan.

Selain itu, penggunaan sistem akuntansi yang baik juga dapat membantu dalam memantau dan mengelola piutang.

baca juga:Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara 1 Miss Lampung Ambassador 2026

Kesimpulan

Penyusunan anggaran piutang merupakan langkah penting dalam perencanaan keuangan perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang melakukan penjualan kredit. Dengan memahami konsep, tujuan, serta langkah-langkah penyusunan anggaran piutang, perusahaan dapat mengelola arus kas dengan lebih baik.

Post Comment