Contoh Soal Penyusunan Anggaran Piutang Beserta Jawaban dan Penjelasannya

Penyusunan anggaran piutang merupakan salah satu materi penting dalam akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Topik ini sering muncul dalam ujian sekolah, ujian kuliah, hingga tes seleksi kerja yang berkaitan dengan bidang keuangan dan administrasi bisnis. Oleh karena itu, memahami konsep serta latihan contoh soal penyusunan anggaran piutang menjadi hal yang sangat penting bagi siswa, mahasiswa, maupun praktisi.

Artikel ini akan membahas pengertian anggaran piutang, tujuan penyusunannya, langkah-langkah penyusunan anggaran piutang, serta dilengkapi dengan contoh soal penyusunan anggaran piutang beserta jawaban dan penjelasan secara rinci agar mudah dipahami.

Pengertian Anggaran Piutang

Anggaran piutang adalah rencana keuangan yang menunjukkan perkiraan jumlah piutang yang akan diterima perusahaan dalam periode tertentu. Anggaran ini disusun berdasarkan kebijakan kredit perusahaan, estimasi penjualan kredit, serta pola pembayaran pelanggan.

Dalam praktiknya, tidak semua penjualan kredit dapat langsung diterima secara tunai. Sebagian akan menjadi piutang dagang yang pembayarannya baru diterima pada periode berikutnya. Oleh karena itu, anggaran piutang berperan penting dalam membantu perusahaan mengelola arus kas dengan lebih baik.

Tujuan Penyusunan Anggaran Piutang

Penyusunan anggaran piutang memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

🔖 Baca juga:
Latihan Contoh Soal Makna Imbuhan Bahasa Indonesia untuk SD, SMP, dan SMA
  1. Memperkirakan jumlah kas yang akan diterima dari piutang
  2. Mengendalikan risiko piutang tak tertagih
  3. Membantu perencanaan arus kas perusahaan
  4. Menjadi dasar pengambilan keputusan kredit
  5. Meningkatkan efisiensi pengelolaan piutang

Dengan anggaran piutang yang baik, perusahaan dapat mengantisipasi kekurangan kas dan menyusun strategi keuangan yang lebih tepat.

Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Piutang

Dalam menyusun anggaran piutang, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Besarnya penjualan kredit
  • Syarat pembayaran kredit
  • Kebijakan penagihan piutang
  • Tingkat keterlambatan pembayaran pelanggan
  • Persentase piutang tak tertagih

Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap besarnya piutang yang dapat ditagih pada periode tertentu.

Langkah-Langkah Penyusunan Anggaran Piutang

Agar penyusunan anggaran piutang berjalan dengan baik, berikut langkah-langkah yang umumnya dilakukan:

  1. Menentukan total penjualan
  2. Memisahkan penjualan tunai dan penjualan kredit
  3. Menentukan persentase pembayaran piutang tiap periode
  4. Menghitung jumlah piutang yang diterima
  5. Menyusun tabel anggaran piutang

Langkah-langkah ini akan menjadi dasar dalam mengerjakan contoh soal penyusunan anggaran piutang.

baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Lantik Lilik Ariyanto Ketua Program Studi Teknik Sipil

Contoh Soal Penyusunan Anggaran Piutang 1

Sebuah perusahaan memiliki data penjualan sebagai berikut:

  • Januari: Rp120.000.000
  • Februari: Rp150.000.000
  • Maret: Rp180.000.000

Dari total penjualan tersebut, 70% merupakan penjualan kredit. Ketentuan pembayaran piutang adalah sebagai berikut:

  • 40% dibayar pada bulan penjualan
  • 50% dibayar pada bulan berikutnya
  • 10% tidak tertagih

Buatlah anggaran piutang untuk bulan Januari, Februari, dan Maret.

Jawaban dan Penjelasan

Langkah pertama adalah menghitung penjualan kredit setiap bulan.

Penjualan kredit Januari
70% × Rp120.000.000 = Rp84.000.000

Penjualan kredit Februari
70% × Rp150.000.000 = Rp105.000.000

Penjualan kredit Maret
70% × Rp180.000.000 = Rp126.000.000

Selanjutnya, hitung penerimaan piutang berdasarkan ketentuan pembayaran.

Penerimaan bulan Januari:
40% × Rp84.000.000 = Rp33.600.000

Penerimaan bulan Februari terdiri dari:
50% dari penjualan kredit Januari = 50% × Rp84.000.000 = Rp42.000.000
40% dari penjualan kredit Februari = 40% × Rp105.000.000 = Rp42.000.000
Total penerimaan Februari = Rp84.000.000

Penerimaan bulan Maret terdiri dari:
50% dari penjualan kredit Februari = 50% × Rp105.000.000 = Rp52.500.000
40% dari penjualan kredit Maret = 40% × Rp126.000.000 = Rp50.400.000
Total penerimaan Maret = Rp102.900.000

Dari perhitungan tersebut, anggaran piutang membantu perusahaan mengetahui jumlah kas yang akan diterima setiap bulan.

Contoh Soal Penyusunan Anggaran Piutang 2

PT Sejahtera Abadi memiliki penjualan kredit sebagai berikut:

  • April: Rp200.000.000
  • Mei: Rp250.000.000
  • Juni: Rp300.000.000

Ketentuan pembayaran piutang adalah:

  • 30% dibayar pada bulan penjualan
  • 60% dibayar pada bulan berikutnya
  • 10% tidak tertagih

Susunlah anggaran penerimaan piutang untuk bulan April, Mei, dan Juni.

Jawaban dan Penjelasan

Penerimaan bulan April:
30% × Rp200.000.000 = Rp60.000.000

Penerimaan bulan Mei:
60% × Rp200.000.000 = Rp120.000.000
30% × Rp250.000.000 = Rp75.000.000
Total = Rp195.000.000

Penerimaan bulan Juni:
60% × Rp250.000.000 = Rp150.000.000
30% × Rp300.000.000 = Rp90.000.000
Total = Rp240.000.000

Anggaran piutang ini menunjukkan pola penerimaan kas yang meningkat seiring dengan kenaikan penjualan.

Contoh Soal Penyusunan Anggaran Piutang 3

Sebuah perusahaan menetapkan bahwa dari penjualan kredit:

  • 50% dibayar bulan berjalan
  • 45% dibayar bulan berikutnya
  • 5% tidak tertagih

Jika penjualan kredit bulan Juli sebesar Rp160.000.000 dan Agustus Rp200.000.000, hitung penerimaan piutang bulan Juli dan Agustus.

Jawaban dan Penjelasan

Penerimaan bulan Juli:
50% × Rp160.000.000 = Rp80.000.000

Penerimaan bulan Agustus:
45% × Rp160.000.000 = Rp72.000.000
50% × Rp200.000.000 = Rp100.000.000
Total = Rp172.000.000

Dari soal ini dapat dilihat bahwa penerimaan piutang tidak hanya bergantung pada penjualan bulan berjalan, tetapi juga pada penjualan bulan sebelumnya.

Manfaat Mempelajari Contoh Soal Anggaran Piutang

Mempelajari contoh soal penyusunan anggaran piutang beserta jawaban dan penjelasannya memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Memahami konsep anggaran piutang secara praktis
  • Melatih kemampuan analisis keuangan
  • Meningkatkan kesiapan menghadapi ujian
  • Membantu memahami perencanaan arus kas perusahaan

Dengan sering berlatih soal, pemahaman terhadap materi anggaran piutang akan semakin kuat.

Kesalahan Umum dalam Penyusunan Anggaran Piutang

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunan anggaran piutang antara lain:

  • Tidak memisahkan penjualan tunai dan kredit
  • Salah menghitung persentase pembayaran
  • Mengabaikan piutang tak tertagih
  • Tidak memperhatikan periode pembayaran

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan perencanaan kas menjadi tidak akurat.

Tips Mudah Menguasai Anggaran Piutang

Agar lebih mudah memahami anggaran piutang, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Pahami konsep penjualan kredit dengan baik
  2. Biasakan membuat tabel sederhana
  3. Perhatikan periode pembayaran dengan teliti
  4. Latihan soal secara rutin
  5. Cek kembali perhitungan sebelum menyimpulkan

Dengan menerapkan tips tersebut, penyusunan anggaran piutang akan terasa lebih mudah dan sistematis.

baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Juara 1 dan 2 Lomba Capture The Flag Cyber Security Diskominfo Pesawaran

Kesimpulan

Contoh soal penyusunan anggaran piutang beserta jawaban dan penjelasannya sangat penting untuk membantu memahami konsep perencanaan keuangan perusahaan. Anggaran piutang tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai alat pengendalian keuangan agar perusahaan tetap memiliki arus kas yang sehat.

Post Comment