Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Kejaksaan merupakan tahap penting dalam proses rekrutmen CPNS Kejaksaan RI. SKB bertujuan menguji pengetahuan teknis peserta sesuai jabatan yang dilamar, seperti Jaksa, Pengolah Barang Bukti, Pranata Barang Bukti, analis hukum, dan jabatan lainnya. Karena tingkat persaingan cukup ketat, calon peserta perlu mempersiapkan diri dengan baik menggunakan contoh soal, rangkuman materi, serta latihan yang sistematis.
Artikel ini menyajikan kumpulan contoh soal SKB Kejaksaan lengkap dengan pembahasan yang disusun layaknya materi file PDF. Pembahasan dirancang agar mudah dipahami serta sesuai kisi-kisi seleksi bidang hukum, administrasi, hingga pemahaman peraturan perundang-undangan yang relevan.
Baca juga:Menguasai Ilmu Perusahaan: Posisi Magang Impian Anda!
1. Ruang Lingkup Materi SKB Kejaksaan
Terdapat beberapa materi utama yang sering muncul dalam SKB Kejaksaan, antara lain:
- Hukum Pidana
- Hukum Acara Pidana (KUHAP)
- Undang-Undang Kejaksaan
- Tindak Pidana Korupsi
- Hukum Perdata dan Perdata Formal
- Hukum Administrasi
- Tindak Pidana Khusus (TPPU, Narkotika, ITE, dan lainnya)
- Kode Etik Jaksa
- Manajemen Kepegawaian dan Administrasi
Pemahaman mendalam terhadap area tersebut sangat membantu meningkatkan peluang lulus SKB.
2. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Hukum Pidana
Contoh Soal 1
Seseorang mencuri barang dengan memecahkan kaca rumah saat malam hari. Dalam KUHP, tindakan ini termasuk bentuk pencurian yang memberatkan karena?
A. Dilakukan pada siang hari
B. Dilakukan dengan pemberatan seperti masuk rumah secara paksa
C. Dilakukan tanpa niat mengambil barang
D. Dilakukan bersama orang lain
Pembahasan:
Tindakan memecahkan kaca termasuk “cara memaksakan masuk” sehingga dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
Jawaban: B
Contoh Soal 2
Asas legalitas dalam hukum pidana berarti bahwa?
A. Hakim bebas menjatuhkan hukuman
B. Tidak ada pidana tanpa kesalahan
C. Tidak ada perbuatan pidana tanpa aturan yang mengaturnya
D. Korban harus menanggung kerugian
Pembahasan:
Asas legalitas tertuang dalam Pasal 1 ayat 1 KUHP, yaitu “tiada pidana tanpa peraturan”.
Jawaban: C
3. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Hukum Acara Pidana
Contoh Soal 3
Siapa yang berwenang melakukan penyidikan dalam perkara tindak pidana umum?
A. Jaksa dan Hakim
B. Polisi dan Jaksa
C. Polisi saja
D. Hakim saja
Pembahasan:
Dalam KUHAP, penyidikan tindak pidana umum dilakukan oleh penyidik Kepolisian, namun Jaksa memiliki kewenangan supervisi penyidikan.
Jawaban: B
Contoh Soal 4
Batas waktu penahanan oleh penyidik untuk kasus pidana biasa adalah?
A. 1 hari
B. 10 hari
C. 20 hari dan dapat diperpanjang 40 hari
D. 60 hari
Pembahasan:
KUHAP mengatur penahanan penyidik 20 hari dan diperpanjang 40 hari oleh Penuntut Umum.
Jawaban: C
4. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Undang-Undang Kejaksaan
Contoh Soal 5
Dalam Undang-Undang Kejaksaan, tugas utama Jaksa dalam proses peradilan pidana adalah?
A. Memutus perkara
B. Melakukan pengawasan gedung pengadilan
C. Melaksanakan penuntutan
D. Menjaga keamanan selama persidangan
Pembahasan:
Jaksa berwenang dalam penuntutan (fungsi dominus litis).
Jawaban: C
Contoh Soal 6
Yang termasuk kewenangan Kejaksaan di bidang ketertiban dan ketentraman umum adalah?
A. Melakukan penyidikan kasus korupsi
B. Penyuluhan hukum dan pelayanan hukum
C. Menangkap pelaku kriminal
D. Menetapkan tersangka
Pembahasan:
UU Kejaksaan menyebutkan penyuluhan hukum dan pelayanan hukum sebagai bagian tugas ketertiban umum.
Jawaban: B
5. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Tindak Pidana Korupsi
Contoh Soal 7
Gratifikasi dianggap sebagai suap apabila?
A. Dilaporkan kepada KPK
B. Tidak ada pemberi
C. Diterima pegawai negeri dan tidak dilaporkan dalam 30 hari
D. Nominalnya di bawah Rp1.000.000
Pembahasan:
Gratifikasi termasuk suap apabila tidak dilaporkan dalam 30 hari kerja.
Jawaban: C
Contoh Soal 8
Tindak pidana korupsi diatur dalam Undang-Undang nomor?
A. UU No. 11 Tahun 2008
B. UU No. 31 Tahun 1999 jo 20 Tahun 2001
C. UU No. 1 Tahun 1946
D. UU No. 8 Tahun 1981
Pembahasan:
UU Tipikor adalah UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001.
Jawaban: B
6. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Hukum Perdata
Contoh Soal 9
Perjanjian dianggap sah apabila?
A. Ditandatangani saksi
B. Ada kesepakatan, kecakapan, objek tertentu, dan causa halal
C. Ditandatangani notaris
D. Dilakukan secara lisan
Pembahasan:
Syarat sah perjanjian sesuai Pasal 1320 KUHPerdata.
Jawaban: B
Contoh Soal 10
Gugatan perdata diajukan oleh pihak yang merasa dirugikan ke?
A. Pengadilan Negeri
B. Pengadilan Tinggi
C. Mahkamah Agung
D. Kejaksaan Agung
Pembahasan:
Pengadilan Negeri menjadi pengadilan tingkat pertama.
Jawaban: A
7. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Administrasi Negara
Contoh Soal 11
Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) harus memenuhi unsur?
A. Dibuat polisi
B. Bersifat konkret, individual, dan final
C. Bersifat umum
D. Dikeluarkan oleh hakim
Pembahasan:
KTUN harus konkret, individual, dan final.
Jawaban: B
Contoh Soal 12
Perbuatan melawan hukum oleh badan atau pejabat pemerintahan disebut?
A. Tindak pidana
B. Maladministrasi
C. Perbuatan melawan hukum administrasi (onrechtmatige overheidsdaad)
D. Penyelundupan hukum
Pembahasan:
Istilah tersebut tepat berada pada opsi C.
Jawaban: C
8. Contoh Soal SKB Kejaksaan: Tindak Pidana Khusus
Contoh Soal 13
Dalam perkara TPPU, aset hasil kejahatan dapat?
A. Langsung dibagikan ke masyarakat
B. Dirampas untuk negara
C. Disita tanpa putusan pengadilan
D. Diabaikan
Pembahasan:
Aset TPPU dapat dirampas untuk negara setelah putusan.
Jawaban: B
Contoh Soal 14
Pelanggaran Pasal 27 UU ITE termasuk tindak pidana?
A. Korupsi
B. Cybercrime
C. Narkotika
D. Pemilu
Pembahasan:
Pasal 27 UU ITE mengatur penghinaan, pencemaran nama baik, dan pornografi melalui media elektronik.
Jawaban: B
Baca juga:Ketua Aptisi M Budi Djatmiko Paparkan Kunci Bangun Peradaban, Nasrullah Yusuf Moderator
9. Tips Menguasai Materi SKB Kejaksaan
1. Pelajari Undang-Undang secara langsung
Bacalah pasal-pasal penting dari KUHP, KUHAP, UU Kejaksaan, UU Tipikor, dan UU TPPU.
2. Biasakan membaca soal panjang
Tes SKB biasanya memuat soal naratif dan analitis.
3. Latihan dengan simulasi SKB
Gunakan kumpulan soal PDF untuk melatih kecepatan dan ketelitian.
4. Pahami konsep, bukan hafalan
Misalnya: asas hukum, teori penyidikan, prosedur penuntutan.
5. Gunakan teknik eliminasi jawaban
Seringkali dua opsi dapat dikesampingkan karena tidak sesuai peraturan.
Kesimpulan
Persiapan menghadapi SKB Kejaksaan membutuhkan pemahaman mendalam tentang berbagai bidang hukum dan administrasi. Contoh soal dalam artikel ini dirancang agar membantu peserta memahami tipe soal yang sering muncul dan cara menganalisisnya dengan cepat. Dengan berlatih secara konsisten, memahami pasal-pasal utama, dan membangun kemampuan membaca analitis, peluang untuk meraih nilai tinggi dalam SKB Kejaksaan akan semakin besar.
Penulis: Maharani Noeralifa
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment