Kantong Zyn dirancang untuk diletakkan di antara gusi dan bibir, memungkinkan nikotin diserap ke dalam aliran darah melalui gusi. Produk ini tersedia dalam beberapa varian dengan kekuatan nikotin dan rasa yang berbeda-beda. Meskipun sering dibandingkan dengan snus, kantong nikotin tidak mengandung tembakau sama sekali. Namun, produk ini tetap dapat menyebabkan ketergantungan karena mengandung nikotin.[1]
Merek ini diciptakan oleh Swedish Match, yang sejak tahun 2022 menjadi anak perusahaan dari Philip Morris International.[2] Menurut laporan industri dan keuangan, pada tahun 2025 Zyn menguasai sekitar 60% pasar kantong nikotin di Amerika Serikat.[3]
Sejarah
Kantong nikotin Zyn pertama kali diluncurkan secara terbatas di pasar Amerika Serikat pada tahun 2016, dimulai di negara bagian Colorado, lalu menyebar ke berbagai wilayah barat Amerika Serikat.[4][5] Pada tahun yang sama, Zyn juga mulai dipasarkan di Swedia.[5] Antara tahun 2017 hingga 2019, salah satu pabrik Swedish Match di Amerika Serikat yang berlokasi di Owensboro, Kentucky. Diperluas untuk memproduksi kantong nikotin Zyn secara langsung di Amerika Serikat.[6][7] Proyek ini membutuhkan investasi sebesar $115 juta dan pabrik barunya resmi dibuka pada Mei 2019.[8] Pada akhir tahun 2018, kantong nikotin Zyn sudah tersedia di sekitar 13.500 toko di Amerika Serikat dan pada akhir 2020, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 100.000 toko.[9][10] Sementara itu, pada 2019, Swedish Match memperluas distribusi kantong nikotin Zyn ke beberapa negara Eropa, termasuk Britania Raya,[11]Swiss,[12]Afrika Selatan dan Pakistan.[13][14]
Pada November 2022, Swedish Match diakuisisi oleh Philip Morris International.[2] Zyn menjadi salah satu merek strategis yang diandalkan oleh raksasa tembakau tersebut untuk mewujudkan visinya menuju “masa depan bebas asap”, bersama dengan portofolio perusahaan lainnya, seperti Iqos produk tembakau yang dipanaskan dan Veev untuk produk vaping.[15] Sebelumnya, Philip Morris International sudah memiliki kantong nikotin dalam rangkaian produknya melalui merek Shiro, yang diperoleh saat membeli perusahaan Denmark AG Snus pada Mei 2021.[16]
Pada tahun-tahun berikutnya, Philip Morris International secara bertahap memperluas distribusi kantong nikotin Zyn ke negara-negara lainnya. Pada akhir 2025, Philip Morris International melaporkan bahwa Zyn telah dipasarkan di 55 negara di seluruh dunia.[17]
Desain Produk
Kantong nikotin Zyn dijual dalam kemasan bundar yang berisi 15 atau 20 kantong, tergantung pasar. Produk ini tersedia dalam berbagai tingkat kekuatan nikotin (misalnya 3mg atau 6mg per kantong di Amerika Serikat), serta dalam berbagai varian rasa dan tanpa rasa.[6]
Kantong ini mengandung nikotin yang diekstraksi dari daun tembakau dan bahan-bahan yang memenuhi standar keamanan pangan.[18] Bungkus kantongnya terbuat dari serat tanaman yang memungkinkan nikotin keluar saat lembap.[19] Cara penggunaannya adalah dengan meletakkan kantong di antara gusi dan bibir atas atau pipi, dan bisa digunakan hingga satu jam.[20]
Penjualan
Menurut Swedish Match, penjualan Zyn di Amerika Serikat mencapai 12,7 juta kaleng pada 2018, 50,4 juta kaleng pada 2019, 130 juta pada 2020, dan hampir 198 juta pada tahun 2021.[21][22][23] Dalam laporan tahunannya, perusahaan menyatakan bahwa 2018 adalah tahun pertama segmen snus dan kantong nikotin mereka menghasilkan keuntungan di Amerika Serikat.[9] Penjualan Zyn terus meningkat tajam dan berkontribusi besar terhadap pendapatan Swedish Match sejak 2020.[24][25] Antara 2019 dan 2022, Swedish Match menguasai 60% pangsa pasar kantong nikotin di Amerika Serikat dengan merek Zyn.[26][27]
Setelah Philip Morris International mengakuisisi Swedish Match pada 2022, penjualan Zyn terus bertumbuh seiring dengan ekspansi yang lebih luas dari kategori produk kantong nikotin secara global.[28] Menurut Philip Morris International, pada tahun 2022, penjualan global Zyn mencapai 237,5 juta kaleng, 384,8 juta pada 2023, dan 581,4 juta pada 2024, serta 794 juta pada 2025.[29][30][31] Menurut data PMI, merek Zyn berhasil mempertahankan 76% pangsa pasar kantong nikotin di Amerika Serikat pada 2023, sebelum turun menjadi 67% pada 2025.[32][33]
Peningkatan permintaan yang cepat menyebabkan kelangkaan pada Mei 2024, di mana Philip Morris International menyatakan bahwa perusahaan mengalami tekanan pada rantai pasokan.[34][35] Untuk meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan membangun fasilitas manufaktur baru di Aurora, Colorado, yang mulai berproduksi pada Februari 2026.[36][37]
Pada 2025, media seperti Bloomberg dan Reuters melaporkan bahwa pergerakan harga saham Philip Morris International dipengaruhi oleh kinerja penjualan Zyn serta peningkatan investasi perusahaan pada produk tersebut.[38][39][40]
Kritik
Pada tahun 2021, Swedish Match mendapat kritik di Inggris atas strategi pemasaran Zyn di media sosial, termasuk menyajikan kantong nikotin sebagai alternatif merokok di tempat-tempat yang melarang merokok, dengan slogan "Tidak bisa merokok? Tidak bisa vape? Bisa Zyn".[41][42] Pada tahun 2024, muncul kritik lebih lanjut terkait program hadiah Zyn. Program ini memungkinkan pengguna mengumpulkan poin dari pembelian dan menukarkannya dengan hadiah. Penulis dari The Guardian, Alaina Demopoulos, menggambarkan program ini sebagai bentuk insentif untuk penggunaan nikotin, dengan judul artikel yang menyatakan "Gunakan nikotin, menangkan iPad!"[43]
↑May 09, Hannah Hammond on; 2022. "PMI in Talks to Acquire Swedish Match". CSP Daily News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-20.Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)