Veev (ditulis dengan huruf besar semua sebagai VEEV) adalah merek rokok elektronik (produk vape) yang diproduksi oleh Philip Morris International (PMI). Produk-produk merek ini terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu perangkat yang dapat digunakan kembali dengan sistem pod tertutup (Veev Basic dan Veev Elite), dan rokok elektronik sekali pakai (Veev Now Ultra—di Indonesia dipasarkan dengan nama Veeva Ultra sejak tahun 2026).
Rokok elektronik pertama yang diproduksi oleh Philip Morris International diluncurkan pada tahun 2016 di Inggris dengan merek Veev Mesh, mengacu pada teknologi yang digunakan oleh rokok elektronik PMI, sebelum berhenti diproduksi pada tahun 2020.[1][2]
Veev merupakan salah satu dari tiga merek utama yang dikembangkan oleh Philip Morris International sebagai bagian dari “produk bebas asap”, bersama dengan Iqos (produk tembakau yang dipanaskan) dan Zyn (kantong nikotin).
Sejarah
The Cube, pusat penelitian dan pengembangan Philip Morris International di Neuchâtel, Swiss.
Asal-usul
Pada tahun 2009, Philip Morris International meresmikan “The Cube”, sebuah pusat penelitian dan pengembangan yang berlokasi di Neuchâtel, Swiss, dengan tujuan mengembangkan alternatif bagi rokok konvensional.[3] Selain mengembangkan produk tembakau yang dipanaskan, The Cube juga melakukan penelitian mengenai rokok elektronik.[3]
Pada bulan November 2013, Philip Morris International mengumumkan rencana perusahaan untuk memasuki pasar rokok elektronik dengan mengembangkan teknologinya sendiri.[4] Pada tahun 2014, PMI mengakuisisi produsen rokok elektronik terbesar di Inggris, Nicocigs, yang memiliki merek 'Nicolites' dan 'Vivid': produk-produk ini didistribusikan oleh afiliasi PMI di Inggris hingga tahun 2019.[4][5] Pada tahun 2015, PMI juga menandatangani perjanjian dengan Altria untuk mendistribusikan rokok elektronik "MarkTen", yang oleh PMI diganti namanya menjadi "Solaris", di Spanyol. Penjualannya dihentikan pada tahun 2020.[4]
Rokok elektronik berbasis pod
Perangkat rokok elektronik berbasis pod tertutup pertama Philip Morris International: Iqos Mesh (kiri) dan Veev (kanan), 2021.
Pada tahun 2016, PMI meluncurkan rokok elektronik berbasis pod tertutup pertama yang dikembangkan sendiri dengan nama Iqos Mesh, yang dirancang untuk pod yang sudah terisi dan dapat diganti, alih-alih tangki isi ulang. Setelah melalui fase uji coba di beberapa kota di Inggris, produk ini mulai didistribusikan lebih luas mulai tahun 2018.[4]
Pada tahun 2019, CEO PMI saat itu, André Calantzopoulos mengumumkan peluncuran internasional generasi baru rokok elektronik milik PMI. Iqos Mesh ditarik dari pasar Inggris pada bulan April 2020. PMI kemudian menciptakan merek Veev (dipasarkan sebagai Iqos Veev di beberapa negara) sebagai penggantinya.[4]
Rokok elektronik Veev pertama kali tersedia pada bulan September 2020 di Selandia Baru, kemudian diluncurkan bertahap ke negara lain termasuk Italia di mana PMI telah menguasai 20% pasar rokok elektronik lokal pada pertengahan tahun 2022.[4][6]
Pada 2023, rokok elektronik berbasis pod tersebut (yang dapat digunakan kembali dengan pod yang dapat diganti) berubah nama menjadi Veev One dan menerima penghargaan Red Dot Design Award.[4][7] Di pasar Indonesia, pada 2026, perangkat Veev One dipasarkan dengan nama baru Veev by Iqos, dengan dua tipe perangkat, yakni Veev Basic dan Veev Elite.[8]
Roko elektronik sekali pakai
Veev Now (putih) dibandingkan dengan Veev One (biru), 2023.
Pada tahun 2022, PMI memasuki lini produk rokok elektronik sekali pakai dengan dengan meluncurkan Veeba,[4][9] sebuah rokok elektronik disposable, di Kanada, kemudian Inggris Raya.[6][10] Produk ini berganti nama menjadi Veev Now pada tahun 2023 seiring dengan ekspansi globalnya.[4]
Pada tahun 2024, PMI mulai meluncurkan Veev Now Ultra di pasar-pasar tertentu, termasuk Jerman.[11] Perangkat sekali pakai generasi terbaru ini memiliki daya baterai yang lebih kuat, dengan tambahan dua kali lipat jumlah isapan.[11]
Pasar dan penjualan
Sepanjang tahun 2025, PMI melaporkan penjualan global sekitar 3,3 miliar rokok elektronik bermerek Veev. Jumlah ini mencapai dua kali lipat dari volume yang tercatat pada tahun 2024.[12] Pada akhir 2025, produk-produk Veev telah dipasarkan di 47 negara serta menempati posisi teratas di delapan negara di antaranya.[13]
Portofolio produk Veev dipasarkan oleh PMI sebagai produk tembakau alternatif untuk membantu perokok dewasa beralih dari rokok ke produk alternatif bebas asap, bersama dengan produk tembakau yang dipanaskan (Iqos) dan produk oral bebas asap (Zyn) dalam portofolio produk bebas asap PMI.[21][22] Namun, beberapa peneliti mempertanyakan komitmen Philip Morris International untuk membantu perokok beralih ke produk alternatifnya: pada bulan Maret 2022, Profesor Robert K. Jackler dari Fakultas KedokteranUniversitas Stanford menyatakan: “Jelas terlihat bahwa kampanye Masa Depan Bebas Asap PMI tidak berfokus pada penghentian merokok, tetapi lebih pada legitimasi dan promosi perangkat penghantar nikotin alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan Iqos dan rokok elektroniknya."[23]
Pada Agustus 2022, PMI menerima kritik terkait sebuah program di Australia. Program tersebut muncul dalam konteks regulasi yang mengatur rokok elektronik hanya dapat dijual di apotek dengan resep. PMI dikritik setelah mengusulkan pemberian kompensasi kepada apoteker yang meresepkan Veev kepada pasien.[24][25] Pada 2023, perjanjian distribusi yang tidak melibatkan pemberian kompensasi pada apoteker telah tercapai.[26] Namun demikian, penjualan rokok elektronik di apotek-apotek Australia tetap sangat rendah pada tahun-tahun berikutnya, sehingga PMI menarik diri dari pasar tersebut pada tahun 2025.[27]