Abu al-Hasan 'Ali Ibn Nafi', lebih dikenal dengan nama Ziryab, Zeryab, atau Zaryab (bahasa Arab: أبو الحسن علي ابن نافع, زریاب;[2]) adalah seorang penyanyi, pemain oud dan lute, komposer, penyair, dan guru.
Selama periode Islam pertengahan, ia hidup dan bekerja di wilayah yang sekarang bernama Irak, Afrika Utara, dan Turki. Selain itu, seorang polimatik (ahli dalam banyak bidang), menguasai pengetahuan dalam bidang astronomi, geografi, meteorologi, botani, kosmetik, seni kuliner, dan mode busana.
Nama panggilannya, "Ziryab", berasal dari bahasa Persia dan Kurdi[3] untuk burung jay (sejenis burung gereja), yaitu زرياب (diucapkan "Zaryāb"). Dalam bahasa Spanyol, ia dikenal sebagai Mirlo ('blackbird' atau burung hitam).[4]
Ziryab aktif di istana Umayyah di Córdoba, Iberia Islam. Akan tetapi, ia pertama kali meraih ketenaran di istana Abbasiyah di Baghdad, tempat kelahirannya, sebagai pemain musik dan murid dari musisi serta komposer terkenal, Ibrahim al-Mawsili.
Ziryab merupakan seorang murid berbakat dari Ibrahim al-Mawsili di Baghdad, di mana dia mendapatkan pelajaran dasar musiknya. Selama masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah al-Ma'mun, ia meninggalkan Baghdad dan pindah ke Córdoba, di mana dia diterima sebagai musisi istana di istana Abd ar-Rahman II dari Dinasti Umayyah.
↑O'Callaghan, Joseph F. (15 April 2013). A History of Medieval Spain (dalam bahasa Inggris). Cornell University Press. ISBN9780801468711. The most influential courtier was the musician Ziryab, a Persian, who had held high position in the court at Baghdad
↑Monroe, James T. (30 January 2004). Hispano-Arabic poetry: a student anthology. Gorgias Press LLC. Modernism had been brought from the court of Harun ar-Rashid by Ziryab, the Persian singer who became an arbiter...