Yoshihide Esaki (江崎 禎英code: ja is deprecated , Esaki Yoshihide, lahir 20) adalah seorang politikus dan mantan birokrat senior asal Jepang yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Prefektur Gifu. Ia terpilih dalam pemilihan umum gubernur awal tahun 2025, menggantikan Hajime Furuta yang telah menjabat selama lima periode. Sebelum menduduki kursi gubernur, Esaki memiliki karier yang sangat cemerlang di Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI), di mana ia dikenal sebagai pakar dalam kebijakan jaminan sosial, manajemen kesehatan, dan strategi revitalisasi industri. Sebagai putra daerah asli Gifu, ia membawa visi untuk mentransformasi prefektur tersebut menjadi pusat inovasi "Masyarakat 5.0" yang menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi medis dan digital mutakhir.[1]
Kehidupan awal dan pendidikan
Fakultas Hukum Universitas Tokyo, tempat Esaki menempuh pendidikan hukumnya.
Esaki lahir di Kota Yamagata, Prefektur Gifu. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Tokyo dan lulus pada tahun 1989. Ketertarikannya pada hubungan antara ekonomi dan kesejahteraan sosial membawanya untuk bergabung dengan Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (sekarang METI) segera setelah lulus, memulai perjalanan panjangnya sebagai perumus kebijakan di tingkat pusat.[2]
Karier birokrasi di METI
Selama lebih dari tiga dekade di METI, Esaki menduduki berbagai posisi strategis yang membentuk profilnya sebagai teknokrat ulung:
Kebijakan Kesehatan: Ia memelopori konsep "Health and Productivity Management" di Jepang, mendorong perusahaan untuk berinvestasi pada kesehatan karyawan sebagai strategi pertumbuhan ekonomi.
Revitalisasi Regional: Menjabat sebagai direktur yang menangani koordinasi kebijakan ekonomi daerah, membantu kota-kota kecil bersaing di pasar global.
Inovasi Energi: Berperan dalam perumusan kebijakan energi nasional pasca-2011, fokus pada efisiensi dan teknologi ramah lingkungan.[3]
Gubernur Prefektur Gifu (2025–Sekarang)
Kantor Pemerintah Prefektur Gifu yang baru di Kota Gifu, pusat administrasi Esaki.
Kebijakan Utama
Esaki terpilih dengan platform "Gifu Renaissance" yang fokus pada tiga pilar utama:
1. Revolusi Kesehatan (Life Innovation): Memanfaatkan data besar (big data) untuk menciptakan sistem perawatan kesehatan preventif bagi warga lansia di Gifu, guna mengurangi beban biaya medis.
2. Modernisasi Manufaktur: Mendukung industri tekstil dan logam tradisional Gifu (seperti kerajinan parang di Seki) dengan integrasi desain digital dan pemasaran berbasis kecerdasan buatan.
3. Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas: Mengingat letak geografis Gifu, ia memperkuat infrastruktur tanggap darurat yang melibatkan partisipasi aktif pemuda dan relawan lokal.[4]
Kehidupan pribadi
Kastil Gifu, simbol sejarah prefektur yang menjadi inspirasi Esaki dalam mempromosikan pariwisata budaya.
Esaki dikenal sebagai orator yang handal dan penulis produktif. Bukunya mengenai masa depan sistem jaminan sosial Jepang menjadi referensi penting bagi banyak pembuat kebijakan di Tokyo. Di kehidupan pribadinya, ia adalah penggemar berat sejarah Jepang, khususnya era Sengoku, yang memiliki banyak keterkaitan dengan wilayah Gifu. Ia sering terlihat berinteraksi langsung dengan para pengrajin lokal untuk memahami tantangan ekonomi akar rumput secara mendalam.[5]