Wimboh Santoso (lahir 15 Maret 1957) adalah ekonom dan akademisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dari Juli 2017 hingga Juli 2022. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York pada tahun 2012.[1] Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010–2012.
Latar belakang
Wimboh Santoso lahir pada 15 Maret 1957 di Boyolali yang dikenal sebagai kota penghasil susu. Wimboh menghabiskan masa kecilnya di Surakarta. Pendidikan formal strata satu diraihnya dari Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1983.[2] Wimboh melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993. Kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995. Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999.
Karier
Setelah lulus sarjana Universitas Sebelas Maret pada thun 1983, ia meniti karier sebagai pengawas bank di Bank Indonesia. Usai mengenyam pendidikan doktoral, ia mengaplikasikan ilmu manajemen risiko (risk management) untuk diterapkan pada perbankan Indonesia, dibentuk dalam bentuk regulasi. Selain bekerja di bank sental, Wimboh aktif mengajar pada sejumlah perguruan tinggi. Dia juga ikut mendirikan program Magister Management Universitas Indonesia di bidang managemen risiko pada 2001.[3]
Sejak akhir tahun 2015, Wimboh terpilih melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, untuk mengisi posisi sebagai komisaris utama bank tersebut.
Pada pertengahan tahun 2017, Wimboh Santoso terpilih jadi Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022. Wimboh unggul melalui voting atas Sigit Pramono.
Pertengahan Januari 2018, Wimboh diangkat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2018-2021. Pengangkatan dan penetapan Wimboh Santoso dilakukan melalui penyerahan resmi Surat Keputusan MES yang disampaikan Ketua Dewan Pembina MES KH Maruf Amin di Jakarta.
Referensi
↑Grace Dwitiya Amianti; Whisnu Bagus (21 Februari 2012). "BI Rotasi Pejabat Tinggi". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 2 Februari 2026.