Pembagian wilayah di Taiwan pada dasarnya berakar pada sistem administratif historis yang berkembang dari waktu ke waktu. Namun demikian, sebagian besar batas dan definisi wilayah tersebut tidak lagi memiliki fungsi administratif yang jelas dalam sistem pemerintahan modern, sehingga penggunaannya lebih bersifat geografis, historis, atau kultural daripada administratif.
Pembagian menjadi dua wilayah
Taiwan Timur dan Barat: Pegunungan Tengah memisahkan Taiwan menjadi bagian timur dan barat.
Definisi yang paling banyak digunakan adalah dari Dewan Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi (經濟建設委員會code: zh is deprecated ), Yuan Eksekutif . Skema pembagian menjadi empat wilayah (tetrakotomi) ini sesuai dengan prefektur-prefektur di bawah pemerintahan Dinasti Qing .
Skema pembagian menjadi lima wilayah (pentakotomi) merupakan hasil perpaduan antara skema empat wilayah (tetrakotomi) dan skema enam wilayah (heksakotomi). Meskipun setiap wilayah dalam skema ini tidak memiliki penamaan resmi yang spesifik, pembagian tersebut merupakan model regionalisasi yang paling umum digunakan oleh lembaga-lembaga tingkat tinggi pemerintah pusat Taiwan. Skema ini antara lain diterapkan dalam penyelenggaraan Pusat Layanan Bersama Regional (Joint Service Centers, 區域聯合服務中心) yang berada di bawah kewenangan Yuan Eksekutif (行政院), serta dalam penetapan yurisdiksi cabang-cabang Pengadilan Tinggi (高等法院分院) yang berada di bawah Yuan Yudisial (司法院).[1]
Salah satu pembagian wilayah Taiwan yang dikenal adalah skema enam wilayah (heksakotomi), yang berakar pada pembagian prefektur pada masa pemerintahan Jepang. Pembagian ini pernah digunakan sebagai dasar penetapan daerah pemilihan nasional dalam pemilihan anggota legislatif pada tahun 1972, 1975, 1980, 1983, dan 1986. Perbincangan mengenai skema tersebut kembali mengemuka setelah restrukturisasi administrasi dan pembentukan lima kota khusus baru pada tahun 2010, yang mendorong munculnya berbagai kajian mengenai pembagian regional Taiwan. [2]