Watulimo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang terletak di kawasan pantai selatan. Pusat kecamatan Watulimo berada di Desa Prigi yang berada di tepian teluk terbesar di Trenggalek yaitu Teluk Prigi. Teluk Prigi merupakan salah satu ikon pariwisata Trenggalek yang memiliki banyak pantai yang indah seperti Pantai Prigi, Karanggongso, Mutiara, Cengkrong, dan lainnya.[1] Selain sebagai tempat wisata, pantai-pantai tersebut juga merupakan pusat aktivitas nelayan dengan adanya Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi.[2] Nelayan di wilayah ini juga mengadakan tradisi tahunan bernama Larung Sembonyo yaitu sedekah laut sebagai wujud rasa syukur.[3]
Watulimo dikelilingi oleh kawasan perbukitan dan hutan. Di perbukitan tersebut terdapat salah satu gua terpanjang di Asia Tenggara yaitu Gua Lowo, yaitu sekitar 2km tetapi hanya bisa dikunjungi wisatawan sepanjang 850 m.[4] Komoditas utama Watulimo adalah sektor perikanan berupa ikan segar terutama di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prigi serta awetan berupa ikan asap.[2][5] Selain komoditas perikanan, Watulimo juga terkenal sebagai produsen buah-buahan yang banyak ditanam di kawasan hutan dan perkebunan seperti buah durian, manggis, dan salak.[6]
Kecamatan Watulimo bersama dengan Kecamatan Munjungan adalah kecamatan terluas di Trenggalek. Selain itu, Watulimo juga merupakan kecamatan dengan penduduk terbesar kedua di Trenggalek setelah Kecamatan Panggul yaitu sekitar 72 ribu jiwa di tahun 2024.[7]
Geografi
Lokasi Watulimo
Watulimo adalah kecamatan yang terletak di selatan Trenggalek. Sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan kapur di kawasan Pegunungan Kidul yang banyak tertutup hutan. Namun terdapat lembah kecil yang terdapat lahan persawahan di tepian Teluk Prigi. Lembah tersebut merupakan lokasi pusat kecamatan Watulimo yang berada di Desa Prigi. Teluk Prigi sendiri merupakan teluk terbesar di Trenggalek yang memiliki banyak pantai seperti Pantai Prigi dan Karanggongso. Desa-desa di tepi Teluk Prigi yaitu Desa Prigi, Tasikmadu, dan Karanggandu.[8]
Kecamatan Watulimo cukup jauh dari pusat Kabupaten Trenggalek. Akses dari Kecamatan Kampak cukup berliku dan sempit serta rawan longsor.[9] Hal ini berbeda dengan akses dari Kecamatan Bandung di Tulungagung yang cukup mudah dan berstatus jalan nasional. Selain itu, juga ada pembangunan jalan baru yaitu JLS atau Jalur Lintas Selatan yang menghubungkan kawasan pantai di Watulimo dengan Kecamatan Besuki di Tulungagung.[1]
Batas wilayah Kecamatan Watulimo adalah sebagai berikut:[8]
Menurut mitologi warga setempat, wilayah tepian Teluk Prigi dibabat atau ditebangi untuk dijadikan pemukiman oleh prajurit Mataram yang dipimpin oleh Raden Kramadipa yang kemudian bergelar Raden Tumenggung Yudho Negoro. Dia diberi tugas untuk membuka berbagai lahan di pesisir selatan Jawa. Yudho Negoro berhasil membuka lahan dari Pacitan, Sumbring (Munjungan), hingga ke Prigi. Sebelum membuka lahan di Prigi, Tumenggung Yudho Negoro dan pengikutnya bertapa meminta petunjuk Yang Maha Kuasa di atas lima batu. Empat batu sesuai arah mata angin diduduki oleh masing-masing Hyang Pamong Amat Adiwiryo (utara), Wiryo Udara (selatan), Raden Putro Wijoyo (barat), dan Raden Sutirta (timur). Sedangkan batu di tengah diduduki oleh Tumenggung Yudho Negoro. Lima batu tersebut kemudian menjadi asal-usul nama Watulimo.[10]
Jasa Tumenggung Yudho Negoro dirayakan oleh warga sekitar Teluk Prigi dalam bentuk Larung Sembonyo setiap bulan Selo. Tradisi tahunan ini berupa sedekah laut sebagai rasa syukur atas hasil bumi yang didapatkan. Rangkaian acara berupa arak-arakan tumpeng besar berisi berbagai hasil bumi. Tumpeng diarak dari Kantor Kecamatan Watulimo hingga ke Teluk Prigi. Kemudian tumpeng dilarung atau dihanyutkan dan diikuti puluhan perahu lain yang ramai ditumpangi warga. Warga yang melepaskan tumpeng tersebut kemudian memperebutkan tumpeng yang telah dihanyutkan.[3]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Watulimo terdiri dari 12 desa yang terbagi menjadi beberapa dusun atau dukuh. Salah satu desa di kecamatan ini bernama Desa Watulimo, tetapi pusat kecamatannya berada di Desa Prigi. Desa dan dusun tersebut yakni sebagai berikut:[8]
↑Nila Nurrofqa (2017). "Pendampingan masyarakat pesisir menuju Desa Wisata yang bebas sampah secara berkelanjutan di Desa Tasikmadu Kabupaten Trenggalek: pengorganisasian masyarakat pesisir dalam mengolah sampah secara bijak dan berkelanjutan". Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya (Skripsi).