Koran ini umumnya memberitakan tentang musik, nasional, regional, metropolitan, selebritas, olahraga dan banyak lagi; dengan terbit sebanyak 20 sampai 28 halaman setiap harinya.[1] Rubrik yang biasa ditampilkan ialah Nasional/Internasional, Metropolitan Blitz, Metropolitan Life, Warta Biz, Metropoitan Buzz, Public Service, Bodetabek Region, Bodetabek Plus, Leisure, Sambungan, dan Seleb.
Warta Kota telah menempati posisi yang signifikan sebagai salah satu koran terbesar di Jabotabek. Menurut Kompas Gramedia, dari sisi banyaknya koran yang terjual di pasar Warta Kota termasuk surat kabar terbesar kedua di Jabotabek, setelah Harian Kompas. Angka cetak tertinggi pada taggal 13 Juni 2008, yakni sebanyak 245.099. Sedangkan angka terjual tertinggi terjadi pada bulan Juni 2008 yaitu sebanyak 216.276.[1]
Sejarah
Sejarah Warta Kota terjadi pada tahun 1998. Saat itu tengah terjadi pergeseran kepemimpinan di Indonesia. Presiden Republik Indonesia Ke-2, Soeharto, mengundurkan diri sebagai presiden yang kemudian digantikan oleh BJ Habibie. Dalam kabinet yang dibentuk oleh Habibie, jabatan Menteri Penerangan dipegang oleh Letjen Yunus Yosfiah. Yunus Yosfiah memudahkan pembuatan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) bagi para pengelola pers.[2]
Kompas Gramedia memanfaatkan kesempatan itu dengan segara membentuk sebuah surat kabar yang berorientasi pada pemberitaan di Jakarta dan sekitarnya. Warta Kota terbit pertama kali pada tanggal 3 Mei 1999, bertepatan dengan saat-saat kampanye pemilihan umum 1999.[1]
Referensi
1234(Indonesia) Kompas Gramedia. "Warta Kota". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-07. Diakses tanggal 29-Januari-2015.; ; ;