Artikel ini berisi tentang film tahun 2025. Untuk lagu U2, lihat Pop (album U2).
0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film{{SHORTDESC:0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film|}}
Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 6 September 2025, dan dirilis di bioskop-bioskop pada 26 November, serta ditayangkan di Netflix pada 12 Desember 2025. Film ini menerima ulasan positif dari para kritikus, dengan sebagian besar pujian ditujukan pada penampilan Craig dan O'Connor.
Plot
Jud Duplenticy, seorang mantan petinju yang menjadi pastor Katolik di bagian utara New York, dipindahkan tugas setelah memukul seorang diakon yang kurang ajar. Ia diangkat menjadi asisten pastor di sebuah paroki pedesaan yang dipimpin oleh Monsignor Jefferson Wicks. Wicks adalah cucu dari Pendeta Prentice Wicks, yang memaksa ibu Jefferson, Grace, untuk tetap tinggal di gereja dengan janji akan menerima warisannya, namun, kekayaan itu tidak pernah didapatkan setelah kematiannya. Merasa tidak terima, Grace menghancurkan gereja dan memukuli seorang anak perempuan bernama Martha, serta kemudian bunuh diri dengan membenturkan kepalanya di makam Prentince. Jud berselisih dengan Wicks karena khotbahnya yang provokatif, yang telah mengusir hampir semua jemaat kecuali beberapa orang saja yang masih setia. Selama kebaktian Jumat Agung, Wicks meninggal di ruang penyimpanan dekat mimbar, ditikam di punggung dengan pisau yang terbuat dari pisau berujung hiasan lampu kepala setan yang didapatkan Jud dari sebuah bar. Sehari sebelumnya, ia melemparkan hiasan tersebut ke jendela gereja. Rekaman pertengkaran Jud dan Wicks yang diunggah oleh seorang jemaat bernama Cy Draven membuat kecurigaan tertuju pada Jud.
Kepala polisi Geraldine Scott memanggil detektif swasta Benoit Blanc untuk melakukan penyelidikan. Benoit yang yakin akan ketidakbersalahan Jud mengajaknya untuk membantu memecahkan kasus, meskipun Geraldine keberatan. Setelah Wicks dimakamkan di mausoleum Prentice, Jud dan Blanc menanyai para jemaat, dan setelah melihat rekaman pertemuan terakhir mereka sebelum kematiannya, diketahui bahwa Wicks telah merusak hubungan dengan para pengikut setianya dengan melakukan provokasi kepada masing-masing dari mereka. Cy yang kemudian diketahui sebagai anak kandung Wicks menduga bahwa ayahnya telah menemukan kekayaan Prentice dan berencana menggunakannya untuk mengejar karier di bidang politik bersama Cy. Jud mengundurkan diri dari penyelidikan, karena lelah dengan fokus Blanc yang hanya tertuju pada pembunuhan dan misteri harta karun tersebut, dan memilih untuk fokus pada pelayanannya.
Saat kembali ke pastorannya di malam hari, Jud menyaksikan Wicks keluar dari mausoleum dan memeluk penjaga kebun, Samson. Dia pingsan saat mengejar mereka dan terbangun di samping mayat Samson. Blanc menghentikan Jud saat hendak menyerahkan diri ke polisi. Blanc mengajak Jud pergi ke rumah dokter kota dan pengikut Wicks, Nat Sharp dan menemukan mayatnya yang telah larut dalam bak berisi asam di samping tubuh Wicks. Keesokan paginya, polisi dan para jemaat berkumpul di gereja untuk mendengar pengakuan Jud. Pada saat Jud mengakui perbuatannya, Blanc menyela dengan mengungkapkan misteri pembunuhan Wicks setelah menyadari ada hiasan kepala setan kedua yang hilang dari bar, yang ternyata dicuri oleh Nat. Blanc kemudian menjelaskan bagaimana Nat membunuh Wicks, yaitu dengan cara mencampurkan obat penenang ke dalam botol pribadi Wicks dan memasang hiasan kepala setan kedua pada jubahnya, serta secara diam-diam menukarnya dengan pisau dengan ujung hiasan kepala setan yang pertama saat berpura-pura memeriksa tubuh tersebut. Namun, setelah pengungkapan tersebut, Blanc tiba-tiba menyatakan bahwa dia tidak dapat menjelaskan kebangkitan Wicks, dan jemaat pun bubar.
Sebelum Geraldine dapat menangkap Jud, Martha—sekretaris gereja yang sudah lama mengabdi mengikuti Wicks—masuk kembali, siap untuk melakukan pengakuan dosa: Prentice bunuh diri dengan menelan sebuah berlian bernama Eve's Apple yang merupakan seluruh kekayaannya. Grace mengetahui bahwa harta Prentice disembunyikan di suatu tempat, sehingga dia menggeledah gereja tersebut. Martha memprovokasi Grace dan mengatakan padanya bahwa dia mengetahui tempat keberadaan kekayaan Prentince, yang membuat Grace memukulinya. Jud menantang Martha untuk mengakui dosa terbesarnya, di mana Martha ternyata pernah melakukan pengakuan dosa yang mengungkap keberadaan berlian tersebut kepada Wicks, sehingga membuat Wicks yang tergiur mulai merencanakan untuk mengambil berlian itu dari makam Prentice. Untuk menghentikan Wicks, dia merencanakan pembunuhannya bersama Nat dengan mencampur sedatif mematikan pada botol minuman Wicks di ruang penyimpanan mimbar. Nat kemudian membujuk Samson untuk dikuburkan menggantikan Wicks dengan tujuan mengambil kembali berlian itu, dan melakukan adegan kebangkitan yang terekam kamera dengan tujuan sebagai bukti dari sebuah cerita ilahi mengenai keajaiban dari gereja yang rencananya akan diceritakan kepada publik, sambil berencana untuk menghancurkan berlian itu setelahnya. Nat yang tergoda setelah memegang berlian tersebut, secara tidak terduga membunuh Samson, dan dalam prosesnya menjebak Jud sebagai pelakunya. Nat juga telah berencana meracuni Martha dengan mencampurkan pentobarbital dalam kopi saat sedang minum bersama di rumahnya. Tetapi Martha yang tahu bahwa Nat berbohong, secara diam-diam menukar cangkir kopi mereka. Setelah mengungkapkan hal ini, Martha roboh, karena telah menelan pentobarbital. Dengan napas terakhirnya, dia berdoa memohon pengampunan atas semua hal buruk yang telah ia lakukan pada Wicks, Nat dan Samson, dan juga Grace. Jud melakukan pengampunan dosa sebelum Grace meninggal yang kemudian menjatuhkan berlian Eve's Apple.
Setahun kemudian, Jud akan membuka kembali gereja tersebut, yang kini berganti nama menjadi Our Lady of Perpetual Grace. Sebagian besar mantan jemaat telah melanjutkan hidup mereka masing-masing, sementara Cy yang kesal mengancam akan menuntut Jud, Blanc, dan gereja jika berlian itu tidak dikembalikan, tetapi mereka semua mengaku tidak tahu. Saat para jemaat baru memasuki gereja untuk kebaktian pertama Jud, berlian itu terlihat tersembunyi di dalam salib baru gereja tersebut.
Pemeran
Daniel Craig sebagai Benoit Blanc, seorang detektif swasta
Josh O'Connor sebagai Jud Duplenticy, seorang pastor muda dan mantan petinju yang bertobat setelah membunuh seorang pria dalam sebuah pertandingan
Glenn Close sebagai Martha Delacroix, seorang wanita gereja yang saleh dan tangan kanan Wicks
Josh Brolin sebagai Mgr. Jefferson Wicks, seorang pastor yang karismatik dan dominan yang menjadi tokoh sentral jemaat
Mila Kunis sebagai Geraldine Scott, seorang kepala polisi setempat
Jeremy Renner sebagai Dr. Nat Sharp, seorang dokter kota
Kerry Washington sebagai Vera Draven, Esq., seorang pengacara yang tegang
Andrew Scott sebagai Lee Ross, seorang penulis yang dulunya laris manis kini mengalami kesulitan hidup
Cailee Spaeny sebagai Simone Vivane, seorang mantan pemain cello konser yang menyandang disabilitas
Daryl McCormack sebagai Cy Draven, Putra angkat Vera, seorang calon politisi
Thomas Haden Church sebagai Samson Holt, seorang penjaga kebun yang teliti dan pasangan Martha
Jeffrey Wright sebagai Langstrom, seorang uskup yang menugaskan Duplenticy ke gereja Wicks
Annie Hamilton sebagai Grace Wicks, Ibu Jefferson, dicap sebagai "pelacur jalang" oleh Jefferson dan masyarakat
James Faulkner sebagai Pastor Prentice Wicks, Kakek Jefferson
Bridget Everett sebagai Louise, seorang karyawan perusahaan konstruksi
Sebelum perilisan Knives Out (2019), Rian Johnson mengatakan bahwa ia ingin membuat sekuel dengan Benoit Blanc yang menyelidiki misteri lebih lanjut, dan sudah memiliki ide untuk film baru.[6] Pada tanggal 31 Maret 2021, dilaporkan bahwa Netflix membeli hak atas dua sekuel Knives Out dengan harga lebih dari $400 juta.[7]
Pengaruh
Johnson mengatakan bahwa pengaruh utamanya adalah karya-karya Edgar Allan Poe dan John Dickson Carr, serta unsur-unsur karya Agatha Christie, terutama novelnya And Then There Were None (1939).[8]The Hollow Man (1935) karya Carr berulang kali disebut-sebut dalam film tersebut.[9] Salah satu adegan kunci dalam film tersebut dipengaruhi oleh Bram Stoker's Dracula (1992) karya Francis Ford Coppola.[10] Johnson juga mengambil inspirasi dari didikan agamanya sendiri dalam Evangelikalisme, dengan Blanc mencerminkan perasaannya yang campur aduk tentang agama terorganisir. Namun, ia memilih untuk memfokuskan film tersebut pada Katolik karena alasan estetika, mengakui bahwa gereja-gereja tempat dia dibesarkan "agak mirip dengan toko Pottery Barn" dan karenanya menjadi dasar visual yang buruk untuk film tersebut.[11]
Penulisan
Pada Juni 2022, Johnson mengungkapkan Knives Out 3 merupakan judul sementara dengan maksud agar setiap film memiliki judul yang berbeda, mengutip karya-karya Agatha Christie sebagai inspirasinya untuk film-film dan judul-judul individualnya.[12] Pada November 2022, Johnson mengatakan bahwa ia sedang bersiap untuk menulis naskah film ketiga.[13] Pada Januari 2023, Johnson mengkonfirmasi bahwa ia telah mulai menulis naskah untuk film ketiga, dan menyatakan bahwa film tersebut akan berbeda secara latar dan tema dari film-film sebelumnya.[14] Johnson kemudian menyatakan meskipun dia telah menyetujui subjudul A Knives Out Mystery untuk seri sebelumnya, ia ingin mengganti nama seri tersebut dan menambahkan A Benoit Blanc Mystery sebagai subjudul untuk seri selanjutnya.[15]
Pada Oktober 2023, menyusul penyelesaian pemogokan Writers Guild of America 2023, Johnson mengumumkan bahwa ia telah mulai mengerjakan naskah untuk film ketiga. Pembuat film tersebut menyatakan bahwa ia telah merencanakan premisnya, dan dapat mulai menulis lagi.[16] Judul film Wake Up Dead Man berasal dari sebuah frasa dalam lagu rakyat "Ain't No More Cane on the Brazos", meskipun Johnson mencatat bahwa itu juga "semacam" berasal dari judul lagu yang sama karya U2.[17][18][19]
Seperti dua film sebelumnya, Steve Yedlin dan Nathan Johnson masing-masing kembali sebagai sinematografer dan komposer.[33][34]Pengambilan gambar utama dimulai pada 10 Juni 2024, di London.[22][35][36] Foto-foto perdana dari lokasi syuting mengungkapkan karakter Craig, Benoit Blanc, dengan gaya rambut yang terlihat berbeda dan lebih panjang dibandingkan di film-film sebelumnya.[37] Pada 19 Juni 2024, Close mengungkapkan bahwa dia "benar-benar terpukul parah" oleh COVID-19 dan virus sinsitial pernapasan (RSV), yang juga terungkap mengakibatkan dia hanya bisa berpartisipasi dalam dua hari syuting pada saat itu.[38][39] Proses pengambilan gambar telah selesai pada tanggal 17 Agustus.[40]
Gereja Para Orang Suci
Eksterior gereja, berlangsung di negara bagian New York, diambil di Inggris di Gereja Holy Innocents, High Beach, Epping Forest, 11 mil dari pusat kota London.[41] Rekaman eksterior tambahan diambil pada bulan September 2024 di Cold Spring, New York, yang menjadi lokasi syuting Chimney Rock dalam film tersebut.[42]
Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery mengadakan pemutaran perdana dunianya di Festival Film Internasional Toronto pada tanggal 6 September 2025.[1][44] Film ini mengadakan pemutaran perdana internasionalnya di BFI London Film Festival pada tanggal 8 Oktober 2025.[45][46] Film ini dirilis di bioskop tertentu pada tanggal 26 November 2025, dan di Netflix pada tanggal 12 Desember.[47][46]
Penerimaan
Respons kritis
Di situs web agregator pengulasRotten Tomatoes, 92 dari 289 ulasan kritikus positif.Konsensus situs web menyatakan: "Memberikan Benoit Blanc sebuah misteri yang layak dengan fokus yang benar-benar menyentuh hati pada keyakinan dan penampilan Josh O'Connor yang mencuri perhatian, Wake Up Dead Man adalah teka-teki Knives Out lainnya yang tersusun dengan sangat baik."[48]Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 80 dari 100, berdasarkan 59 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[49]
Damon Wise dari Deadline menulis bahwa film tersebut "mungkin yang terbaik sejauh ini" dalam waralaba Knives Out karena sifatnya yang lebih introspektif.[50] Di portal film seni Jerman Programmkino.de, Dieter Oßwald menulis: "Sekuel ini juga menawarkan semua yang dibutuhkan oleh sebuah film sukses seperti Knives: karakter-karakter yang unik dan sempurna, ketegangan yang luar biasa, alur cerita yang cerdas, daya tarik bintang, dan Daniel Craig yang brilian dengan kehadiran di layar yang memancarkan aura keren tanpa usaha."[51] Alissa Wilkinson dari The New York Times menulis bahwa yang membuat film ini berhasil adalah karena "Romo Jud dan Benoit Blanc seperti dua kacang dalam satu polong, jika dilihat dari sisi intinya."[52]
Pada September 2022, Johnson mengkonfirmasi niatnya untuk membuat lebih banyak film dalam seri tersebut.[63] Kemudian pada bulan itu, Craig dan Johnson secara terpisah mengatakan bahwa mereka akan terus membuat film-film selanjutnya, selama keduanya terlibat.[64] Pada Oktober 2025, Johnson menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk film keempat dalam seri tersebut, meskipun demikian, ia menyatakan kesediaan untuk membuat film lain selama ia dan Craig bersenang-senang saat membuatnya dan penonton menikmatinya. Dia mengatakan bahwa dia merasa kesulitan dalam membuatnya, terutama dalam hal mengembangkan alur cerita baru.[65]
Pada tanggal 18 November 2025, diumumkan bahwa Rian Johnson dan Daniel Craig "mulai merumuskan ide" untuk kemungkinan film Knives Out keempat.[66]
Catatan
↑Segan, salah satu kolaborator utama Johnson, sebelumnya muncul di Knives Out (2019) sebagai Trooper Wagner dan Glass Onion (2022) sebagai Derol.
↑Gordon-Levitt, salah satu kolaborator utama Johnson, sebelumnya pernah tampil sebagai pengisi suara dalam Knives Out sebagai Detective Hardrock dan Glass Onion sebagai Hourly Dong.
↑Sylt, Chris; Reid, Caroline (October 29, 2025). "UK paid $41M to shoot new 'Knives Out' Netflix movie in London instead of New York". New York Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 16, 2025. Diakses tanggal December 7, 2025. Britain's blockbuster incentives slashed the total bill for Netflix's "Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery" to $151.7 million, according to filings with the British companies register. That's versus a total tab of $192.7 million – an outsize figure even by Hollywood standards which nevertheless was "in line with the production budget," according to the filings.
↑Josh O'Connor, Kerry Washington, Glenn Close and Josh Brolin and Rian Johnson talk "Knives Out". Variety Events. Toronto: YouTube. Diakses tanggal December 3, 2025. I more know that phrase from this—I think it's originally a folk song that Pete Seeger heard from Lead Belly; I heard the recording of Pete Seeger doing it. And there's a phrase in this song, 'Wake up, dead man', so that's why it was originally in my head.
↑Fügmann, Lina (October 14, 2025). "Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery". Programmkino (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal October 19, 2025. diese Fortsetzung bietet alles, was ein "Knives"-Coup braucht. Vollendet schräge Figuren. Superbe Spannung. Witzige Wendungen. Star-Auftrieb. Sowie einen grandiosen Daniel Craig mit leinwandpräsenter Lässigkeit.