Virus influenza B tercatat hanya menginfeksi jenis mamalia tertentu, di antaranya manusia, musang, babi, dan anjing laut.[4][5] Variasi inang yang terbatas ini diduga menjadi penyebab dari rendahnya jumlah pandemi influenza yang berkaitan dengan virus influenza B. Meskipun demikian, virus influenza B diketahui tetap dapat mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Secara umum, virus ini berdampak secara signifikan pada anak-anak dan remaja.[6]
↑Matsuzaki Y, Sugawara K, Takashita E, Muraki Y, Hongo S, Katsushima N, etal. (September 2004). "Genetic diversity of influenza B virus: the frequent reassortment and cocirculation of the genetically distinct reassortant viruses in a community". Journal of Medical Virology. 74 (1): 132–140. doi:10.1002/jmv.20156. PMID15258979. S2CID31146117.
↑van de Sandt CE, Bodewes R, Rimmelzwaan GF, de Vries RD (September 2015). "Influenza B viruses: not to be discounted". Future Microbiology. 10 (9): 1447–1465. doi:10.2217/fmb.15.65. PMID26357957.